Kemlu RI Perlu Belajar dari Penculikan Relawan WNI oleh Israel

Redaksi | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:00 WIB
Kemlu RI Perlu Belajar dari Penculikan Relawan WNI oleh Israel
Hikmahanto Juwana, pakar hukum internasional. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia. [Suara.com]
  • Militer Israel membebaskan 430 relawan misi Global Sumud Flotilla, termasuk 9 WNI, yang sempat ditangkap di perairan internasional.
  • Pemerintah Indonesia disarankan menghindari pendekatan bilateral dan beralih ke diplomasi multilateral untuk menangani insiden relawan di masa depan.
  • Kementerian Luar Negeri perlu meningkatkan koordinasi internasional serta memberikan edukasi risiko keamanan yang jelas kepada seluruh relawan WNI.

Adalah fatal mendekati Israel meski Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik, untuk melakukan pembebasan.

Baik pendekatan melalui negara ketiga maupun saluran-saluran tidak resmi. Pendekatan semacam ini justru merusak integritas gerakan solidaritas global.

Perlu dipahami bahwa para relawan yang bergabung dalam Sumud Flotilla, bukanlah entitas yang berdiri sendiri-sendiri berdasarkan paspor mereka. Mereka adalah satu kesatuan misi kemanusiaan lintas negara.

Mendekati Israel untuk membebaskan WNI adalah tidak logis. Sebab, kesembilan WNI yang ikut tertangkap, tergabung dalam gerakan dunia.

Secara logis, tidak mungkin bila WNI berhasil dibebaskan tetapi warga negara lain masih mendekam di sel penyiksaan Israel.

Jika Kemlu hanya fokus pada keselamatan warga negaranya secara eksklusif, tentu melalui lobi-lobi khusus, hal itu justru mencederai semangat kolektif misi tersebut.

Konsekuensi lanjutanya adalah, Indonesia akan terlihat tidak konsisten dengan prinsip perjuangan kemanusiaan universal.

Penguatan Koordinasi Internasional

Ke depan, Kemlu harus bisa berkomunikasi dengan penyelenggara Flotilla untuk misi kemanusiaan. Begitu juga dengan negara-negara yang warga negaranya ikut sebagai relawan.

Tentu saja, komunikasi tersebut adalah langkah koordinatif bagi pembebasan WNI bila kejadian serupa terulang.   

Inilah esensi dari diplomasi multilateral. Kekuatan penekanan terhadap Israel, akan jauh lebih efektif jika dilakukan melalui blok negara-negara yang warga negaranya turut disandera.

Indonesia beserta pemerintah negara-negara lain, secara bersama bisa membawa persoalan tersebut melalui forum internasional atau koalisi kemanusiaan global.

Terakhir, pelajaran yang ketiga, transparansi mengenai risiko adalah hal yang mutlak.

Kemlu harus mewanti-wanti kepada relawan yang ikut dalam misi Flotilla terkait berbagai risiko yang akan mereka hadapi.

"Diskusi" dengan relawan itu juga termasuk menjelaskan kemungkinan pemerintah tidak dapat  secara maksimal dalam melindungi mereka, saat berada dalam kendali otoritas Israel

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel

Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:14 WIB

Kawal Hingga Tiba di Rumah! Pesan Tegas DPR Usai 9 WNI Dibebaskan dari Penjara Israel

Kawal Hingga Tiba di Rumah! Pesan Tegas DPR Usai 9 WNI Dibebaskan dari Penjara Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:13 WIB

Ditendang Hingga Disetrum, Pengakuan Jurnalis iNews Heru Rahendro Pasca Bebas dari Penjara Israel

Ditendang Hingga Disetrum, Pengakuan Jurnalis iNews Heru Rahendro Pasca Bebas dari Penjara Israel

Video | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:43 WIB

Dafta Negara Protes Kekejaman Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI

Dafta Negara Protes Kekejaman Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:31 WIB

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:34 WIB

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:10 WIB

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:49 WIB

Terkini

Membaca Ketakutan The Economist terhadap Prabowo

Membaca Ketakutan The Economist terhadap Prabowo

Opini | Senin, 18 Mei 2026 | 11:27 WIB

Tak Ada Cara Lain Pemulihan Ekonomi: Tumbuhkan Trust dan Reschedule Utang

Tak Ada Cara Lain Pemulihan Ekonomi: Tumbuhkan Trust dan Reschedule Utang

Opini | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB

Komcad dalam Paradigma Baru SDM: dari Meja Kantor ke Garis Pertahanan

Komcad dalam Paradigma Baru SDM: dari Meja Kantor ke Garis Pertahanan

Opini | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:25 WIB

Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma

Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma

Opini | Rabu, 29 April 2026 | 07:36 WIB

Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI

Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI

Opini | Sabtu, 18 April 2026 | 08:05 WIB

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Opini | Rabu, 15 April 2026 | 12:29 WIB

Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'

Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'

Opini | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:32 WIB

Wasiat Jurgen Habermas untuk Bos dan Manajer Perusahaan agar Kantor Tak Jadi Penjara

Wasiat Jurgen Habermas untuk Bos dan Manajer Perusahaan agar Kantor Tak Jadi Penjara

Opini | Senin, 16 Maret 2026 | 12:47 WIB

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Opini | Senin, 02 Maret 2026 | 14:26 WIB

Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran

Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran

Opini | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:31 WIB