Hyundai Datang, Toyota Sebut Industri Otomotif Semakin Meriah

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Hyundai Datang, Toyota Sebut Industri Otomotif Semakin Meriah
Logo Hyundai pada sebuah lingkar kemudi mobil. [Shutterstock]

Dengan MoU ditandatangani Presiden Joko Widodo dan CEO Hyundai, Hyundai dirikan pabrik di Indonesia.

Suara.com - Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy menyambut positif kedatangan merek Hyundai di Indonesia.

Menurutnya, kedatangan brand asal Korea Selatan itu akan membuat industri otomotif Tanah Air semakin ramai. Walaupun ada yang berhenti, namun ada yang baru masuk.

"Jadi saya rasa market ke depannya tetap akan meriah, tetap akan menarik. Tidak hanya dari kami sendiri tapi dari kompetitor juga," ujar Anton Jimmi Suwandy, di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

Presiden Joko Widodo berikan tanda tangan untuk MoU Hyundai [Instagram: @jokowi].
Presiden Joko Widodo berikan tanda tangan untuk MoU Hyundai [Instagram: @jokowi].

Meski demikian, ia mengaku, Toyota tidak meyiapkan strategi khusus dalam menghadapi persaingan dengan pendatang baru. Pihaknya tetap selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk konsumen. Karena berbicara soal otomotif tidak hanya dari sisi produk, namun pelayanan, service, dan jaringan dealer, yang akan tetap menjadi strategi Toyota.

"Karena yang kami jual adalah pelayanan. Jadi bagaimana caranya konsumen tidak hanya puas saat membeli mobil, namun sesudah membeli mobil mereka juga tetap merasa puas," imbuh Anton Jimmi Suwandy.

Sebelumnya Hyundai Motor Company, Selasa (26/11/2019), menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Indonesia untuk membangun pusat manufaktur di Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas itu menjadi pusat manufaktur Hyundai pertama di Asia Tenggara.

Pabrik itu akan mengisi lahan seluas 77,6 hektar di Kota Deltamas, demikian diumumkan Hyundai usai penandatanganan MoU di pabrik Hyundai Motor di Ulsan, Korea Selatan.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, dan Presiden sekaligus CEO Hyundai Motor Company, Wonhee Lee.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS