Bersiap Pulih dari COVID-19, Britania Raya Inisiasi Revolusi Industri Hijau

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 23 November 2020 | 11:05 WIB
Bersiap Pulih dari COVID-19, Britania Raya Inisiasi Revolusi Industri Hijau
Penumpang naik bus listrik yang diujicobakan di Bali. [Suara.com/Silfa Humairah Utami].

Suara.com - Britania Raya mengumumkan rencana tentang Revolusi Industri Hijau, yaitu upaya menjalankan perekonomian ramah lingkungan untuk menanggulangi krisis perubahan iklim.

Dikutip dari kantor berita Antara, pada Rabu (16/11/2020) Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjabarkan sepuluh poin yang akan dilakukan Britania Raya dalam melaksanakan Revolusi Industri Hijau. Yaitu meliputi aspek energi bersih, transportasi hijau, teknologi inovatif, hingga penciptaan 250.000 lapangan pekerjaan baru.

Di sektor kendaraan listrik, lewat Perdana Menteri Inggris disebutkan bahwa target untuk mengakhiri penjualan mobil dan van baru berbahan bakar bensin dan diesel adalah 2030. Kemudian akan membatasi mobil hybrid pada 2035, demi mengubah infrastruktur nasional yang mendukung penggunaan kendaraan listrik.

Dan pemerintah Britania Raya juga menyiapkan target netralitas karbon atau emisi nol bersih, untuk dicapai pada 2050. Sehingga dengan langkah ini, maka negara yang sekarang memiliki kepala negara Ratu Elizabeth Regina II itu tidak lagi berkontribusi terhadap perubahan iklim global.

Pengemudi taksi mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di Mal Tangcity, Kota Tangerang, Banten, Selasa (3/11/2020)[ANTARA FOTO/Fauzan/hp].
Pengemudi taksi mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di Mal Tangcity, Kota Tangerang, Banten, Selasa (3/11/2020)[ANTARA FOTO/Fauzan/hp].

"Pemulihan planet dan ekonomi kita mesti berjalan seiring ... menjadi tantangan global bersama, setiap negara di dunia perlu mengambil tindakan untuk mengamankan masa depan planet ini bagi anak, cucu, dan generasi kita mendatang," demikian papar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dalam keterangan yang dirilis Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Sementara Owen Jenkins, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste dalam keterangan sama menyatakan bahwa agar pulih dari pandemi COVID-19, negara-negara dunia dihadapkan pada pilihan menggunakan teknologi dan cara lama, atau mengadopsi cara baru rendah karbon serta berorientasi masa depan.

"Di tengah resesi, Britania Raya memilih jalur terbaik untuk pekerjaan dan pertumbuhan, yaitu membuat investasi hijau .... Kami siap bekerja sama dengan Indonesia mengenai solusi terbaik untuk melakukan hal itu," ungkapnya.

"Jakarta telah menguji coba bus listrik, sebagian didanai oleh Pemerintah Kerajaan Britania Raya. Dan Indonesia memiliki simpanan nikel mentah terbesar di dunia, menjadi sebuah peluang besar, karena nikel adalah komponen kunci untuk baterai yang digunakan mobil listrik, tandas Duta Besar Owen Jenkins.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), berkomitmen untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan melalui rencana Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Development Indonesia/LCDI) dengan target pengurangan emisi gas buang sebesar 26 persen pada 2030.

baca juga

Harapannya, inisiatif revolusi hijau di milenium ini bisa terjalin antara Indonesia dan Britania Raya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elektrifikasi Transportasi Kian Melaju, Target 10.000 Bus Listrik Didukung Ekosistem Terintegrasi

Elektrifikasi Transportasi Kian Melaju, Target 10.000 Bus Listrik Didukung Ekosistem Terintegrasi

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:15 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Nasib BYD Terancam Setelah Masuk Daftar Hitam Pentagon

Nasib BYD Terancam Setelah Masuk Daftar Hitam Pentagon

Otomotif | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:43 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Terkini

Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK

Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 12:31 WIB

Strategi Suzuki Pertahankan Pesona Jimny Lewat Paket Modifikasi Ikonik

Strategi Suzuki Pertahankan Pesona Jimny Lewat Paket Modifikasi Ikonik

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 12:12 WIB

GAC Tembus 30 Juta Unit Saat Persaingan Mobil China Semakin Memanas di Indonesia

GAC Tembus 30 Juta Unit Saat Persaingan Mobil China Semakin Memanas di Indonesia

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 11:47 WIB

Bagaimana Cara Kerja Motor Hybrid? Ini Pilihan Termurah

Bagaimana Cara Kerja Motor Hybrid? Ini Pilihan Termurah

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 11:40 WIB

Yamaha MX King Terbaru Hadir di Vietnam, Apa Bedanya Versi Indonesia?

Yamaha MX King Terbaru Hadir di Vietnam, Apa Bedanya Versi Indonesia?

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:00 WIB

Mirip Indonesia, Begini Kebijakan Terbaru China untuk Subsidi Mobil Hybrid

Mirip Indonesia, Begini Kebijakan Terbaru China untuk Subsidi Mobil Hybrid

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:00 WIB

Nggak Antre! Begini Cara Praktis Cetak Bukti Bayar STNK Sendiri di Rumah setelah Bayar Online 2026

Nggak Antre! Begini Cara Praktis Cetak Bukti Bayar STNK Sendiri di Rumah setelah Bayar Online 2026

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:00 WIB

Waspada! Inilah Faktor yang Bikin Tombol di Dashboard Mobil Cepat Rusak

Waspada! Inilah Faktor yang Bikin Tombol di Dashboard Mobil Cepat Rusak

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:04 WIB

Spesifikasi Mitsubishi Xforce Hybrid: Mending Mana Lawan HR-V HEV dan Yaris Cross HEV?

Spesifikasi Mitsubishi Xforce Hybrid: Mending Mana Lawan HR-V HEV dan Yaris Cross HEV?

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:31 WIB

Mitsubishi Siapkan Robot Perakit Mobil, Alasannya Tak Tertebak

Mitsubishi Siapkan Robot Perakit Mobil, Alasannya Tak Tertebak

Otomotif | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:25 WIB

×