alexametrics

Volkswagen Rencanakan Membangun Pabrik Daur Ulang Baterai Mobil Listrik

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Volkswagen Rencanakan Membangun Pabrik Daur Ulang Baterai Mobil Listrik
DC wallbox, salah satu dari tiga perangkat pengisi daya baterai mobil listrik Volkswagen. Sebagai ilustrasi pengisian ulang baterai mobil listrik [Volkswagen via ANTARA].

Proses daur ulang menggunakan prinsip hidrometalurgi, setelah digiling menjadi bubuk hitam.

Suara.com - Volkswagen Grup membangun pabrik baterai mobil listrik pertamanya di Salzgitter, Jerman. Bukan untuk mengembangkan produk baru, melainkan pabrik daur ulang yang diharapkan bisa mencapai 90 persen layaknya baterai baru.

Sebagai sumber pasokan tenaga mobil listrik, baterai lithium-ion membutuhkan banyak bahan dasar yang tidak dimiliki semua negara. Dengan membuat pabrik daur ulang, Volkswagen berharap langkah mereka bisa menjadi solusi di masa depan sehingga kebutuhan utama mobil listrik tetap bisa dipenuhi.

Pabrik Volkswagen nantinya akan mendaur ulang baterai yang bisa digunakan untuk mobil listrik. Namun pabrik ini akan mendaur ulang baterai yang sudah benar-benar habis, dengan cara memulihkan bahan penyusun baterai, seperti litium, nikel, dan kobalt.

"Komponen Grup Volkswagen telah mencapai langkah berkelanjutan untuk baterai sebagai komponen kunci mobilitas listrik," kata Thomas Schmall, Ketua Dewan Manajemen Komponen Grup Volkswagen, dikutip dari laman resmi Volkswagen.

Baca Juga: Absen Tahun Lalu, Mobil Listrik BMW Siap Meluncur Tahun Ini

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mencoba baterai di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), Jakarta [ANTARA/Afut Syafril]
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mencoba baterai di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), Jakarta. Sebagai ilustrasi baterai kendaraan listrik [ANTARA/Afut Syafril]

Ia menambahkan, Volkswagen akan menerapkan siklus bahan daur ulang yang berkelanjutan dan memainkan peran perintis dalam industri mobil listrik.

"Perusahaan berorientasi pada masa depan dengan potensi besar untuk perlindungan iklim dan pasokan bahan baku," ungkapnya.

Lebih jauh, disampaikan Thomas Schmall, proses yang digunakan juga akan hemat energi. Tidak hanya melebur semuanya dalam blast furnace, baterai akan dibongkar dan digiling menjadi bubuk hitam, kemudian diproses dengan proses hidrometalurgi.

"Melalui proses ini komponen penting dari sel baterai lama dapat digunakan untuk menghasilkan bahan katoda baru," tutup Thomas Schmall.

Baca Juga: Kompetitif, Toyota Geser Volkswagen dari Posisi Mobil Terlaris Dunia

Komentar