alexametrics

Arti Kode SAE dan API Service Pada Botol Oli?

Liberty Jemadu | Manuel Jeghesta Nainggolan
Arti Kode SAE dan API Service Pada Botol Oli?
Arti SAE pada botol oli mobil berkaitan dengan tingkat keenceran. Sementara API Service soal kualitas oli mesin mobil. Foto: Ilustrasi oli kendaraan. (Shutterstock)

Arti SAE pada botol oli berkaitan dengan tingkat keenceran oli tersebut di kondisi tertentu.

Suara.com - Pada kemasan atau botol oli mobil ada beberapa kode huruf dan angka yang sebaiknya kita pahami agar perawatan mobil bisa lebih optimal. Memahami kode-kode itu bisa membantu pemilik mobil memilih oli yang tepat untuk kendaraannya.

Salah satu kode yang mungkin paling sering terlihat adalah SAE. Apa artinya?

SAE atau Society of Automotive Engineer merupakan standard kekentalan oli secara global. Semakin kecil angka SAE, maka semakin encer oli tersebut di kondisi tertentu. Oli encer lebih bagus karena membuat kerja mesin lebih enteng, bertenaga, dan irit bahan bakar.

Contohnya oli dengan kode SAE 0W-20 yang banyak dipakai oleh mesin mobil Toyota. Kode ini menunjukkan bahwa oli tersebut memiliki kekentalan SAE 0 pada kondisi suhu dingin dan memiliki kekentalan SAE 20 pada suhu panas.

Baca Juga: Konsep Ramah Lingkungan, Daihatsu Hadirkan Oli Mobil Kemasan Baru 3.5L

Artinya oli lebih tahan di cuaca dingin seperti di pegunungan dan tidak mengental yang bisa menyulitkan saat start mesin. Sedangkan angka di belakang kode merupakan tingkat kekentalan oli saat mesin beroperasi. Semakin encer, maka semakin enteng tarikan mesin yang membuatnya lebih bertenaga dan irit bahan bakar.

Selain SAE, ada juga API Service pada kemasan oli. API merupakan kepanjangan dari American Petroleum Institute, sebuah institusi yang mengatur penetapan kualitas tingkat kemampuan oli untuk menjaga performa mesin. Kualitas oli mesin diklasifikasikan berdasarkan jenis, masa pakai, teknologi, dan parameter lainnya.

Pada kode API Service, huruf pertama setelah API biasanya menunjukkan jenis mesin. Mesin bensin dilambangkan kode S, sementara mesin diesel oleh huruf C.

Huruf di belakang kode mesin menjelaskan tentang tipe oli, apakah terbaru atau tipe lama. Semakin baru sebuah oli, maka kode alphabetnya akan semakin mendekati Z.

Contohnya API SG dan API SN. Keduanya adalah jenis oli untuk mesin bensin. Tetapi API SG adalah oli untuk mobil keluaran lebih lawas, sementara API SN digunakan pada mobil keluaran lebih baru.

Baca Juga: Cara Memilih Oli yang Tepat untuk Kendaraan

Mobil keluaran lama tidak dianjurkan untuk menggunakan oli keluaran terbaru, karena mesinnyatidak dirancang untuk menerima tingkat kekentalan oli yang sama.

Demikianlah arti kode SAE dan API Service pada botol oli. Semoga bermanfaat!

Komentar