Beda Cara Kerja Power Steering Hidrolik dan Elektrik

Kamis, 20 Januari 2022 | 18:00 WIB
Beda Cara Kerja Power Steering Hidrolik dan Elektrik
Pekerjaan mengemudi menjadi lebih ringan dan mengasyikkan karena adanya peran power steering. Sebagai ilustrasi [Shutterstock/Martin Novak]

Suara.com - Fungsi sistem power steering adalah meringankan kemudi mobil saat posisi berbelok atau bermanuver. Tanpa bantuan ini, setir bisa dipastikan terasa berat.

Seiring perkembangannya, saat ini tersedia dua tipe sistem power steering yang sering dijumpai. Yaitu power steering hidrolik dan power steering elektrik.

Apakah yang membedakan dua tipe tadi?

Berikut adalah penjelasan seperti dikutip dari laman Deltalube:

Tabung oli power steering (Shutterstock).
Tabung oli power steering. Sebagai ilustrasi (Shutterstock).

Power Steering Hidrolik

Sistem power steering hidrolik adalah sistem penggerak kemudi yang memanfaatkan tekanan oli. Power steering hidrolik juga terdiri dari dua tipe, yakni recirculating ball dan rack and pinion. Tipe rack and pinion lebih banyak diaplikasi pada mobil.

Komponen utama power steering hidrolik terdiri dari pompa, reservoir tank, pipa, selang dan steering rack assembly. Pompa power steering yang menghasilkan daya dan tekanan oli power steering agar bisa menekan piston di dalam power steering rack assembly. Pompa ini diputar oleh mesin menggunakan fanbelt.

Sedangkan fungsi reservoir tank untuk menampung oli power steering yang dialirkan ke rack assembly melalui selang dan pipa.

Disarankan tabung ini sering dilakukan pengecekan. Bila level oli di dalamnya berkurang, bisa dipastikan ada masalah pada sistem power steering.

Baca Juga: IMI Pilih Ancol Sebagai Tempat Kumpul Para Pehobi Otomotif

Sedangkan di dalam rack assembly sendiri ada tiga komponen utama, yaitu rotary control valve, pressure chamber dan rack and pinion linkage.

Power Steering Elektrik

Power steering jenis ini biasanya lebih dikenal dengan EPS (Electronic Power Steering). Tipe ini adalah pengembangan dari power steering hidrolik. Memang lebih modern ketimbang tipe hidrolik, karena EPS memakai sistem otomatis yang diatur oleh komputer.

Model ini tidak memakai cairan atau oli seperti hidrolik, namun melibatkan banyak komponen seperti electronic control module (ECM), motor listrik, torque sensor, steering clutch, noise suppressor dan on board diagnostic.

Saat mesin hidup, ECM mendapat suplai aliran listrik dari baterai. ECM akan meneruskan ke clutch sehingga main shaft dan motor setir terhubung. Ketika setir dibelokkan, sensor akan mendeteksi seberapa besar momen putar yang diterima. Tentunya sistem ini dinilai lebih afektif menggerakan setir ketimbang tipe hidrolik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI