facebook

Hyundai Sebutkan Kekurangan Chip Akan Berakhir Tahun Ini

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Hyundai Sebutkan Kekurangan Chip Akan Berakhir Tahun Ini
Markas Hyundai di Korea Selatan,. Sebagai ilustrasi [Hyundai via ANTARA].

Situasi pandemi sebabkan pasokan chip tersendat. Pengadaan menyusut karena kapasitas pabrik dikurangi.

Suara.com - Perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, menjadi salah satu dari perusahaan yang yakin bila krisis chip semikonduktor dalam industri otomotif akan berakhir pada paruh kedua tahun ini.

Hyundai bahkan optimistis produksi semikonduktor pada akhirnya akan selaras permintaan, dan diharapkan bisa direalisasikan paruh kedua 2022.

"Pemulihan yang lebih solid akan dicatat pada kuartal kedua tahun ini, sementara kuartal ketiga akhirnya akan membawa pasokan chip ke level normal," jelas Hyundai, dikutip dari Autoevolution.

Ilustrasi chip mikro. [Shutterstock]
Ilustrasi chip mikro. [Shutterstock]

Di sisi lain, analis memperingatkan bahwa situasi bisa berubah dalam waktu singkat. Namun untuk mengantisipasi masalah kekurangan chip tidak semudah kedengarannya.

Masalah kekurangan chip saat ini masih melanda industri otomotif. Hal ini tidak lepas dari masalah kesehatan yang melanda dunia.

Baca Juga: Optimisme PT HMID: Hyundai Creta Bakal Raih 10 Persen Market Share

Dampaknya produksi chip di sejumlah negara masih dibatasi oleh pemerintah setempat. Selain itu proses produksi juga belum bisa berjalan dengan normal karena adanya pembatasan jumlah tenaga kerja dalam setiap aktivitas.

Sebelumnya perusahaan riset pasar IDC memperingatkan bila 2023 akan ada masalah lain untuk urusan chip.

Hal ini dikarenakan investasi besar-besaran yang telah dilakukan untuk memperluas kapasitas produksi. Pada akhirnya dapat membuat pasokan chip berlebih di tahun depan.

Dimana produsen telah membuat lebih banyak semikonduktor daripada yang sebenarnya dibutuhkan pelanggan di seluruh dunia.

Baca Juga: Andalan Motor Resmikan Flagship Showroom Hyundai di Jakarta Selatan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar