Viral Pemilik Mobil Tesla Syok Lihat Tagihan Isi Ulang Baterai, Tembus Rp 8,6 Miliar Coy!

Cesar Uji Tawakal | Gagah Radhitya Widiaseno
Viral Pemilik Mobil Tesla Syok Lihat Tagihan Isi Ulang Baterai, Tembus Rp 8,6 Miliar Coy!
Tesla Model 3 (Shutterstock)

Pemilik mobil Tesla merasa syok setelah menerima informasi tagihan yang mencapai RP 8,6 miliar.

Suara.com - Curhatan seorang pemilik mobil listri Tesla Model 3 menjadi sorotan publik. Hal ini lantaran tagihan isi ulang baterai menyentuh angka Rp 8,6 miliar.

Dilansir dari Hindustan Times, pemilik Tesla Model 3 di China mengeluhkan tentang masalah tagihan isi ulang baterai mobilnya.

Insiden ini bermula ketika pemilik mobil listrik tersebut menerima sebuah pemberitahuan tagihan melalui aplikasi bawaan Tesla.

Isi pemberitahuan yang diterimanya disebutkan kalau mobil listriknya telah mengonsumsi daya sebesar 1.923.720 kWh.

Baca Juga: Sebut Esemka Versi Jokowi Barang Rongsokan, Rocky Gerung: Yang Sekarang Pencitraan

Dengan konsumsi yang begitu besar tersebut, tagihannya pun pastinya membengkak. Dalam hitungan aplikasinya, tercatat ia harus membayarkan tagihan sebesar kurang lebih 600 ribu Dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 8,6 miliar.

Tesla Model 3. [AFP]
Tesla Model 3. [AFP]

Jika pemilik mobil tersebut tidak membayarkan tagihan, ia dipastikan tidak bisa memanfaatkan fasilitas Supercharger yang dimiliki Tesla.

Pemilik mobil tersebut pun merasa curiga dengan tagihannya. Pasalnya ia membeli mobil itu pada tahun 2020.

Ia tak mungkin mengisi daya pada mobil Tesla tersebut hingga 1.923.720 kWh. Daya tersebut jika dirata-rata mengisi kira-kira sebanyak 32 ribu kali pengisian daya.

Hal tersebut mustahil dilakukan pemilik mobil Tesla itu. Apalagi selama memiliki mobil listrik, ia masih memiliki kuota isi gratis.

Baca Juga: Beredar Penampakan Mobil Listrik Diduga Produksi Esemka, Politisi PBB: Itu Mobil China

Alhasil pemilik mobil tersebut langsung menghubungi pihak Tesla untuk mengklarifikasi kejadian yang membuatnya syok tersebut.

Akhirnya Tesla mengonfirmasi kalau terjadi kesalahan sistem pada aplikasi. Tesla pun meminta maaf dan akan menyelesaikan masalah ini dan pemilik mobil tak perlu membayar tagihan tersebut.

Namun pemilik Tesla mewanti-wanti kepada pengguna mobil listrik tersebut di belahan dunia jikalau terjadi hal serupa.

Waduh, kasihan juga kalau harus membayar tagihan mencapai Rp 8,6 miliar. Mending uang tersebut bisa untuk beli mobil sport lainnya.