- Toyota menunda pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Prefektur Fukuoka, Jepang, karena adanya perlambatan permintaan pasar secara global.
- Perusahaan otomotif besar tersebut memangkas target penjualan EV global tahunan sebesar sepuluh persen untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
- Meskipun menunda proyek di Jepang, Toyota tetap melanjutkan investasi dengan membuka pabrik baru untuk memproduksi EV Lexus di Shanghai sekitar tahun 2027.
Suara.com - Gelombang mobil listrik yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan otomotif kini mulai menunjukkan tanda perlambatan.
Toyota, sebagai salah satu pemain terbesar di industri, merasakan langsung dampaknya. Untuk kedua kalinya tahun ini, mereka menunda pembangunan pabrik baterai EV di Prefektur Fukuoka, Jepang.
Toyota sebelumnya sudah membeli lahan senilai 6 miliar yen (sekitar Rp639 miliar) di kawasan industri Fukuoka. Sesuai kesepakatan, pembangunan harus dimulai dalam tiga tahun.
Awalnya, produksi dijadwalkan mulai 2028. Namun, permintaan EV yang menurun membuat jadwal itu kembali ditunda, tanpa kepastian timeline baru.
Dikutip dari Carscoops, Presiden Toyota, Koji Sato, bersama Gubernur Fukuoka, mengonfirmasi bahwa proyek ini memang ditunda.
Alasannya sederhana: Toyota tidak ingin membangun pabrik besar yang nantinya hanya beroperasi setengah kapasitas atau bahkan idle.
Penjualan EV Melambat
Dalam laporan keuangan terbaru, Toyota memangkas target penjualan EV global sebesar 10 persen, dari 277 ribu unit menjadi sekitar 250 ribu unit untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
Padahal, penjualan EV Toyota sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini naik 20,6 persen menjadi 117 ribu unit. Meski ada kenaikan, angka itu masih jauh dari ekspektasi.
Baca Juga: Geely EX5 Catat Penjualan Global, Seberapa Laku di Indonesia ?
Target jangka panjang Toyota tetap ambisius: 1,5 juta unit EV global pada 2026. Namun, angka ini bisa berubah sesuai kondisi pasar.
Investasi Tetap Berjalan
Meski menunda proyek di Jepang, Toyota tidak berhenti berinvestasi. Mereka tetap melanjutkan rencana membuka pabrik baru di Shanghai sekitar 2027 untuk memproduksi EV Lexus, termasuk model konsep LF-ZC dan LF-ZL.
Langkah ini menunjukkan Toyota masih serius di segmen EV, hanya lebih berhati-hati dalam eksekusi.
Sikap Hati-Hati Toyota
Strategi Toyota jelas: menunggu momentum pasar. Mereka tidak ingin terburu-buru membangun fasilitas besar hanya untuk menghadapi permintaan yang belum stabil.