- Mobil listrik hemat biaya energi hingga Rp10,6 juta per tahun.
- Biaya servis mobil listrik lebih murah karena komponen mesin lebih sedikit.
- Balik modal beli mobil listrik berkisar antara 5 sampai 10 tahun.
Suara.com - Kabar mengenai rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026 membuat banyak pemilik kendaraan mulai ketar-ketir.
Di tengah ketidakpastian harga minyak dunia, tren beralih ke kendaraan listrik (EV) kembali mencuat sebagai solusi hemat jangka panjang.
Namun, benarkah mobil listrik pilihan lebih murah daripada mobil bensin?
Sebelum Anda memutuskan untuk tukar tambah, simak perbandingan total biaya operasional (TCO) antara mobil listrik vs mobil bensin berikut ini.
1. Adu Irit Biaya Bahan Bakar
Coba gunakan asumsi penggunaan wajar warga kota, yakni menempuh jarak sekitar 13.600 km per tahun.

- Mobil Bensin (ICE): Dengan asumsi konsumsi 10 km/liter dan harga Pertalite Rp10.000/liter, Anda harus merogoh kocek sekitar Rp13,6 juta per tahun. Jika menggunakan Pertamax, tentu biayanya akan lebih membengkak.
- Mobil Listrik (EV): Dengan tarif listrik rumah tangga nonsubsidi (Rp1.352/kWh) dan efisiensi rata-rata 0,16 kWh/km, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp2,94 juta per tahun.
Dari sisi energi saja, mobil listrik bisa menghemat dompet Anda hingga Rp10,6 juta per tahun.
2. Biaya Servis
Mobil bensin memiliki komponen mesin yang kompleks, mulai dari oli, busi, hingga filter udara yang wajib diganti secara berkala.
- Servis Mobil Bensin: Rata-rata memakan biaya Rp6 juta – Rp10 juta per tahun.
- Servis Mobil Listrik: Karena tidak memiliki sistem pembakaran, biaya perawatannya jauh lebih simpel, hanya sekitar Rp3 juta – Rp4 juta per tahun untuk pengecekan sistem kelistrikan dan komponen minor lainnya.
3. Masalah Tersembunyi Pada Baterai dan Harga Beli
Namun, jangan langsung membeli mobil listrik, karena ada dua faktor utama yang sering membuat calon pembeli mobil listrik ragu antara lain:
- Harga Beli: Saat ini, harga mobil listrik umumnya masih lebih mahal Rp75 juta hingga Rp150 juta dibandingkan mobil bensin di kelas yang sama.
- Biaya Baterai: Baterai adalah komponen termahal dari mobil listrik. Jika masa garansinya yang biasanya sekitar 8-10 tahun habis dan baterai rusak, biaya penggantiannya bisa mencapai Rp75 juta hingga Rp200 juta. Namun bagi pemakai mobil baru, risiko ini tertutup oleh garansi pabrikan yang panjang.
4. Momen Balik Modal
Jika Anda menghitung total penghematan operasional, meliputi energi dan servis yang mencapai sekitar Rp15,1 juta per tahun.
Maka, mobil listrik lebih mahal Rp75 juta dari mobil bensin, sehingga Anda diperkirakan akan balik modal dalam waktu 5 tahun.
Jika selisih harganya mencapai Rp150 juta, butuh waktu sekitar 9-10 tahun penggunaan agar penghematan operasionalnya menutup kelebihan harga beli di awal.