Penjualan mobil hatchback keluaran Toyota ini mempunyai rapor yang tidak menyenangkan. Bahkan data Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan sejak Januari sampai November 2025 hanya berada pada angka 168 unit.
Sementara itu, angka wholesale selama tahun 2024 mulai Januari sampai Desember mampu menembus 373 unit. Sehingga bisa dilihat adanya penurunan penjualan dari tahun ke tahun.
3. Ketersediaan Suku Cadang Yaris Sampai 2031
Toyota Yaris penjualannya sudah resmi dihentikan di India sejak 27 September 2021. Keputusan tersebut diambil karena volume penjualan semakin sedikit.
Selain itu, kebijakan penghentian pada tahun 2021 diambil untuk menyediakan kendaraan yang sesuai kebutuhan customer di negara tersebut.
Meskipun begitu, ketersediaan suku cadang Toyota Yaris sedan masih tersedia sampai 10 tahun ke depan dari 2021.
4. Toyota Resmi Menghentikan Produksi Yaris di AS
Adanya penurunan minat di pasar Amerika Serikat, Toyota mengambil langkah cepat untuk menghentikan produksi di negara adidaya tersebut.
Selain itu, kemunculan crossover turut menjadi pemicu menghentikan produksi Yaris pada negara tersebut. Termasuk adanya efek dari regulasi baru terkait homologasi tambahan.
5. Yaris Bertahan Sendirian Sebagai Mobil Hatchback Tahun 2026
Segmen hatchback pada pasaran Indonesia semakin menurun, hanya sisa Yaris yang bertahan sendiri di tahun 2026. Brand lain seperti Mazda 2, Honda City Hatchback, Suzuki Baleno sudah berhenti dipasarkan karena penjualan semakin menurun.
Popularitas saat ini lebih mengarah pada tipe SUV dan mobil listrik yang berkapasitas besar dengan fitur canggih. Meskipun begitu, Toyota Yaris tetap diproduksi secara lokal dengan estimasi harga beli sekitar Rp 347,5 juta hingga Rp 358,3 juta.
Sedangkan tipe Yaris terbaru 2026 terdiri dari tiga jenis, yaitu Yaris 1.5 GR Sport MT, Yaris 1,5 GR Sport CVT, Yaris 1.5 S CVT GR Sport 7 Airbags.
Masing-masing memiliki transmisi manual 5 percepatan, CVT + 7 speed sequential shifmatic.
Kontributor : Damayanti Kahyangan