- SPKLU adalah fasilitas khusus pengisian daya baterai, bukan area parkir VIP untuk ditinggal nongkrong berjam-jam.
- Pahami spesifikasi batas daya mobil dan cukup isi kapasitas baterai hingga delapan puluh persen saja.
- Segera pindahkan mobil saat baterai terisi penuh dan selalu rapikan kabel charger kembali pada tempatnya.

4. Baterai Sudah Penuh, Tapi Ditinggal "Ngemall"
Memanfaatkan waktu ngecas untuk makan atau belanja memang lumrah. Tapi, pengguna EV yang pintar akan selalu memantau progres persentase baterai dari aplikasi di smartphone mereka.
Dosa besar terjadi saat baterai sudah penuh, namun mobil dibiarkan terparkir berjam-jam karena pemiliknya masih asyik nongkrong.
Jika notifikasi dari aplikasi sudah menunjukkan pengisian selesai, segera kembali ke parkiran, cabut kabelnya, dan pindahkan mobil Anda ke area parkir biasa.
5. Egois Ruang dan Jorok Habis Pakai
Meski terdengar sepele, cara Anda memarkir dan memperlakukan alat charger menunjukkan karakter Anda. Memarkir mobil terlalu miring hingga memakan dua slot akan membuat colokan di sebelah Anda tidak bisa diakses orang lain.
Selain itu, kebiasaan meninggalkan kabel pengisi daya tergeletak begitu saja di lantai bukannya dikembalikan ke cantolannya bukan cuma bikin area jadi berantakan, tapi juga berpotensi merusak alat mahal tersebut jika terlindas mobil lain.
Punya mobil listrik memang bikin Anda terlihat modern dan peduli lingkungan. Tapi, percuma tampil keren kalau kelakuan di fasilitas umum masih egois. Jadilah pengguna EV yang cerdas dengan memahami spesifikasi mobil sendiri dan bertenggang rasa dengan sesama pengguna jalan.