- PT Isuzu Astra Motor Indonesia mengingatkan pemilik kendaraan agar memeriksa filter dan saluran udara setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Anjar Rosjadi menyatakan abu vulkanik yang abrasif dapat merusak mesin dan memicu baret permanen pada kaca kendaraan yang kotor.
- Perusahaan menyediakan layanan Bengkel Isuzu Berjalan guna memudahkan pelanggan melakukan pemeriksaan kendaraan di lokasi terdampak abu vulkanik.
Suara.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengingatkan pentingnya pengecekan komponen vital, terutama filter udara dan saluran pemasukan udara mesin, agar performa kendaraan tetap terjaga di tengah paparan debu halus.
Business Solution Director IAMI, Anjar Rosjadi menjelaskan bahwa partikel abu vulkanik yang halus dapat mempercepat penyumbatan sistem udara.
“Dalam kondisi hujan abu vulkanik seperti saat ini, pengguna kendaraan komersial perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kendaraan, terutama pada bagian yang berhubungan dengan sistem pemasukan udara ke mesin. Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus sehingga dapat membuat filter udara lebih cepat kotor. Oleh karena itu, kami menghimbau Isuzu Partner untuk melakukan pengecekan setelah kendaraan digunakan atau terpapar abu vulkanik, agar kendaraan tetap dalam kondisi optimal dan aktivitas operasional dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Sistem turbocharger juga memerlukan perhatian khusus karena udara kotor dapat meningkatkan beban kerja penyaringan. Selain filter, kondisi pipa dan sambungan selang harus dipastikan tetap kencang guna mencegah kebocoran udara.
“Udara yang kotor dan membawa debu atau abu vulkanik perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan beban kerja sistem penyaringan udara. Filter udara yang sudah kotor perlu diperiksa dan ditangani sesuai prosedur perawatan kendaraan. Selain itu, pengguna juga perlu memastikan pipa dan hose saluran udara menuju mesin dalam kondisi baik serta memiliki kekencangan yang sesuai. Hal ini penting karena sistem pemasukan udara memiliki peran dalam menjaga performa mesin, termasuk pada kendaraan yang dilengkapi turbocharger,” jelas Anjar.
Dari sisi keselamatan, visibilitas pengemudi harus dijaga dengan membersihkan kaca secara benar. Mengingat sifat abu yang abrasif, pemilik dilarang menyeka kaca dalam kondisi kering karena berisiko memicu baret permanen.
“Selain komponen mesin, kebersihan kaca kendaraan juga tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan visibilitas pengemudi. Jika kaca terkena abu vulkanik, sebaiknya jangan langsung dibersihkan dengan cara dilap atau menggunakan wiper dalam kondisi kering. Siram terlebih dahulu dengan air mengalir untuk menghilangkan partikel abu yang menempel, kemudian cuci menggunakan sabun dan air bersih. Dengan begitu, visibilitas tetap terjaga dan risiko kaca tergores akibat partikel abu dapat diminimalkan,” tambah Anjar.
Guna memudahkan operasional, Isuzu menyediakan layanan Bengkel Isuzu Berjalan atau BIB yang bisa menjangkau lokasi pelanggan.
“Selain melakukan pengecekan secara mandiri, kami menyarankan pengguna kendaraan komersial untuk melakukan pemeriksaan di jaringan bengkel Isuzu apabila kendaraan terpapar abu vulkanik dalam jumlah cukup banyak atau digunakan secara intensif di wilayah terdampak. Isuzu juga menyediakan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) untuk memberikan kemudahan layanan perawatan kendaraan di lokasi, sehingga pengguna dapat tetap fokus menjalankan aktivitas bisnis,” pungkas Anjar.