- Pengendara dapat menghitung kapasitas mesin motor menggunakan rumus berdasarkan diameter dan panjang langkah piston.
- Perhitungan kapasitas silinder mesin berguna untuk memperkirakan performa kendaraan serta membedakan kategori kelas motor.
- Informasi kapasitas mesin juga membantu pemilik merencanakan modifikasi teknis secara tepat dan memahami spesifikasi kendaraan.
Suara.com - Mengetahui rumus hitung CC motor dapat membantu pengendara memahami kapasitas mesin kendaraan secara lebih tepat.
Istilah CC atau cubic centimeter menunjukkan volume total ruang silinder yang digunakan mesin untuk menjalankan proses pembakaran.
Informasi mengenai kapasitas mesin juga berguna ketika Anda ingin membandingkan karakter beberapa motor, memperkirakan performanya, atau memahami spesifikasi kendaraan yang digunakan.
Dengan mengetahui cara menghitungnya, Anda tidak hanya bergantung pada informasi spesifikasi, tetapi juga dapat memeriksa kapasitas mesin berdasarkan diameter piston dan panjang langkahnya.
Rumus Hitung CC Motor
Secara umum, kapasitas mesin dapat dihitung berdasarkan diameter piston (bore) dan panjang langkah piston (stroke). Kedua ukuran tersebut biasanya tercantum dalam spesifikasi teknis kendaraan atau dapat diketahui melalui informasi dari pabrikan.
Rumus yang dapat digunakan adalah:
CC = 0,785 × diameter piston² × panjang langkah piston
Jika ukuran bore dan stroke menggunakan satuan milimeter, hasil perhitungan tersebut perlu dikonversi dari milimeter kubik menjadi sentimeter kubik dengan membaginya menggunakan 1.000.
Sebagai contoh, sebuah motor memiliki diameter piston 63,5 mm dan panjang langkah 62,2 mm. Perhitungannya menjadi:
0,785 × 63,5 × 63,5 × 62,2 = sekitar 196.800 mm³
Setelah dikonversi, kapasitasnya menjadi sekitar 196,8 cc, yang secara umum dapat dibulatkan mendekati kelas mesin 200 cc.
Cara lain yang memiliki prinsip sama adalah menggunakan rumus volume tabung, yaitu:
CC = π × r² × stroke
Dalam rumus tersebut, π dapat menggunakan nilai 3,14, sedangkan r merupakan jari-jari piston atau setengah dari diameter piston. Hasil perhitungan kemudian dikonversi ke satuan CC.
Untuk motor dengan lebih dari satu silinder, kapasitas satu silinder perlu dihitung terlebih dahulu, kemudian dikalikan dengan jumlah silinder.