Ini berbeda dengan media sosial yang berisi informasi yang tidak melalui proses yang sama dengan karya jurnalistik.
Di tengah kepungan digital ini, Djadjat justru optimistis keberadaan jurnalisme menjadi semakin krusial. Publik tetap membutuhkan informasi yang valid. Dan hanya jurnalisme yang menyediakan karya jurnalistik yang bisa dipercaya.
"Semesta tidak akan menghapus hal-hal baik, semesta menghapus hal-hal yang buruk. Karena itu saya yakin jurnalisme akan tetap ada dan dibutuhkan masyarakat," tutupnya.