Memang hal itu bukan perkara baru. Baik di film Indonesia maupun film barat, yang namanya product placement di film adalah hal yang awam terjadi.
Yang menjadi masalahnya sendiri adalah penempatannya yang terasa berlebihan hingga menganggu kenyamanan penonton saat menyaksikan film ini.
Cobalah format yang kreatif dan segar unntuk penempatan produk tertentu agar tidak menganggu kenyamanan penonton.
Action-Choreography Mantab
![Film Satria Dewa: Gatotkaca; Yayan Ruhian [suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/06/10/1-film-satria-dewa-gatotkaca-yayan-ruhian.jpg)
Pujian untuk film ini sih sepertinya dari segi action-choreography. Kehadiran Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman begitu baik dalam menyajikan aksi laga yang beringas dan cepat.
Penampilan Rizky Nazar sebagai Gatotkaca juga okelah saat hand to hand combat kala melibas lawannya. Pun adegan perkelahian Yuda dan Beceng dalam wujud armor mereka juga sukses memanjakan mata.
Sayangnya ada beberapa potongan adegan dan editing yang mengganggu menghilangkan keseruan menonton pertarungan dan baku hantam yang disajikan.
Jadi, pada intinya secara keseluruhan film Satria Dewa Gatotkaca masih perlu perbaikan untuk sekuel keduanya. (Rigo)