Presiden Joko Widodo sedang mempertimbangkan untuk ikut bergabung dengan China dan India membeli minyak Rusia demi mengimbangi tekanan yang meningkat dari kenaikan biaya energi.
"Kami memantau semua opsi, jika ada negara yang mana dari mereka menawarkan harga yang lebih baik, tentu saja“ kata Presiden Joko Widodo dalam wawancara dengan Financial Times ketika ditanya apakah Indonesia akan membeli minyak dari Rusia.
Jokowi akhirnya menaikan harga BBM sebagai upaya terakhir karena adanya tekanan fiskal, yang memicu protes di seluruh negara berpenduduk 270 juta orang ini.
Namun, langkah ini dapat dibalas dengan dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat.
Keputusan Indonesia untuk membeli minyak dan gas dari Rusia juga harus melebihi harga yang disepakati di atas batas yang disepakati oleh negara-negara G7.
Agustus lalu Menteri Pariwisata Sandiaga Uno mengatakan Indonesia telah ditawari minyak mentah Rusia dengan diskon 30 persen.
Tak lama kemudian, Pertamina mengatakan sedang meninjau risiko membeli minyak Rusia tersebut.
Sebagai negara dengan perekonomian terbesar Di Asia Tenggara, Indonesia mencatatkan tingkat inflasi tahunan sebesar 4,69 persen pada Agustus 2022, angka tersebut di atas kisaran target bank sentral yakni sebesar 2 hingga 4 persen untuk bulan ketiga berturut-turut, karena tingginya harga pangan.
(suara.com)
Baca Juga: Manjakan Wajah dengan Memijat dapat Mengencangkan Kulit, Ini Manfaatnya