Tak jauh dari lokasi ibu Aisyah dan teman-temannya berkumpul, suami dari ibu Aisyah, pak Sumanta (73) tampak sedang duduk sendiri di dekat pos ronda. Pak Sumanta juga merupakan seorang penyintas Kusta dibagian tangannya, namun pak Sumanta juga tunanetra.
Saat ini, suasana di Kampung Kusta Tangerang ini sudah jauh lebih kondusif. Masyarakat sudah bisa dan terbiasa hidup berdampingan dan berbaur dengan para penyintas kusta. Stigma negatif dan diskriminasi sudah mereka kubur dalam-dalam dan hanya menjadikannya sebagai bagian dari cerita masa lalu.
Bahkan, para penyintas kusta yang rata-rata berusia diatas 60-an tahun sudah memiliki banyak keturunan dan menikah dengan orang dari luar kampung kusta. Memiliki Ayah atau ibu, kakek atau nenek yang notabenenya adalah penyintas kusta sudah bukan lagi ancaman yang mengerikan bagi generasi penerus mereka.
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan RI telah menargetkan eliminasi kusta pada tahun 2024 mendatang. Hal itu karena menurut data Kemenkes tahun 2022, angka kasus Kusta di Indonesia masih tertinggi ke-3 setalah India dan Brazil. Bahkan data tahun 2021, tercatat ada 7.146 penderita kusta baru di Indonesia, dengan proporsi anak sebesar 11%.