Hendrawan: Tak Ada Pelatih yang Jamin Atlet Jadi Juara

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi | Suara.com

Selasa, 18 Februari 2020 | 17:05 WIB
Hendrawan: Tak Ada Pelatih yang Jamin Atlet Jadi Juara
Legenda bulutangkis Indonesia, Hendrawan. [AFP/Yoshikazu Tsuno]

Suara.com - Menjadi pebulutangkis kelas dunia bukanlah perkara mudah. Bagi legenda bulutangkis Indonesia, Hendrawan, ada banyak hal yang harus dikorbankan untuk mewujudkan ambisi tersebut.

Hendrawan merupakan salah satu pebulutangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Salah satu prestasi tertingginya yakni meraih medali perak Olimpiade 2000 Sydney di nomor tunggal putra.

Malang melintang baik sebagai pemain maupun pelatih, membuat Hendrawan sadar faktor-faktor apa saja yang bakal menentukan kesuksesan seorang atlet.

Pria yang kini menjabat kepala pelatih tunggal putra Malaysia menilai bahwa karakter dan tekad yang kuat adalah elemen wajib yang harus dimiliki atlet dalam misi meraih kesuksesan.

"Semua itu datang dari diri kita sendiri, pelatih bisa mengantar kita ke satu titik, tapi sisanya harus pemain sendiri yang usaha, cari jalan sendiri," ujar Hendrawan dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (18/2/2020).

Legenda bulutangkis Indonesia, Hendrawan. [Humas PBSI]
Legenda bulutangkis Indonesia, Hendrawan. [Humas PBSI]

Hendrawan menjelaskan bahwa peran seorang pelatih memang cukup penting bagi karier seorang pemain.

Namun, lanjut Hendrawan, perjuangan atlet itu sendirilah yang bakal menentukan akan di titik mana dia berada.

"Dalam perjalanan menuju sukses, pelatih akan bimbing, kasih masukan, cerita pengalaman, tapi semua tergantung atletnya, dia yang menentukan," beber Hendrawan.

"Ada pelatih yang menakutkan, tapi ingat, tidak ada pelatih yang bisa menjamin atlet menjadi juara," tambahnya.

Dalam perannya sebagai pelatih, Hendrawan mengungkapkan bahwa dirinya tak hanya memberi bimbingan.

Di luar itu, pria 47 tahun ini turut menanamkan nilai-nilai kehidupan bagi anak latihnya.

Salah satu pebulutangkis hebat yang pernah merasakan bimbingan Hendrawan adalah Lee Chong Wei.

Mega bintang bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei. [AFP/Justin Tallis]
Legenda bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei. [AFP/Justin Tallis]

Legenda bulutangkis Malaysia itu sempat diantar Hendrawan meraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

"Karakter kuat itu adalah hal penting. Banyak atlet sekarang yang tidak bisa jadi top player karena dia tidak punya karakter yang kuat," tutup Hendrawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hendrawan Bicara Tradisi Emas Bulu Tangkis Indonesia di Olimpiade

Hendrawan Bicara Tradisi Emas Bulu Tangkis Indonesia di Olimpiade

Sport | Selasa, 18 Februari 2020 | 12:55 WIB

Hendrawan: Musuh Terbesar di Olimpiade Adalah Situasi dan Kemauan

Hendrawan: Musuh Terbesar di Olimpiade Adalah Situasi dan Kemauan

Sport | Selasa, 18 Februari 2020 | 09:05 WIB

Pompa Semangat Atlet RI, Hendrawan Kenang Perjuangan di Olimpiade 2000

Pompa Semangat Atlet RI, Hendrawan Kenang Perjuangan di Olimpiade 2000

Sport | Selasa, 18 Februari 2020 | 08:05 WIB

Tontowi / Apriyani Mundur, Wacana Duel Pacquiao vs McGregor

Tontowi / Apriyani Mundur, Wacana Duel Pacquiao vs McGregor

Sport | Senin, 17 Februari 2020 | 21:05 WIB

Sambangi KBRI Manila, Tim Indonesia Lakukan Pengukuran Suhu Badan, Ada Apa?

Sambangi KBRI Manila, Tim Indonesia Lakukan Pengukuran Suhu Badan, Ada Apa?

Sport | Senin, 17 Februari 2020 | 19:51 WIB

Terkini

Desak/Kadek Pecahkan Rekor Dunia, Panjat Tebing Indonesia Rebut Emas Speed Relay di Sanya 2026

Desak/Kadek Pecahkan Rekor Dunia, Panjat Tebing Indonesia Rebut Emas Speed Relay di Sanya 2026

Sport | Kamis, 30 April 2026 | 09:48 WIB

Jadwal dan Link Live Streaming Tim Indonesia vs Denmark di Perempat Final Piala Uber 2026

Jadwal dan Link Live Streaming Tim Indonesia vs Denmark di Perempat Final Piala Uber 2026

Sport | Kamis, 30 April 2026 | 09:29 WIB

Sejarah Kelam Bulu Tangkis Indonesia! PBSI Minta Maaf usai Gagal di Piala Thomas 2026

Sejarah Kelam Bulu Tangkis Indonesia! PBSI Minta Maaf usai Gagal di Piala Thomas 2026

Sport | Kamis, 30 April 2026 | 09:18 WIB

Ubaya Kawinkan Gelar Juara di Campus League Basketball Regional Surabaya

Ubaya Kawinkan Gelar Juara di Campus League Basketball Regional Surabaya

Sport | Kamis, 30 April 2026 | 08:53 WIB

Jason Donovan Bertekad Pecahkan Rekor Pribadi di Asian Games 2026

Jason Donovan Bertekad Pecahkan Rekor Pribadi di Asian Games 2026

Sport | Rabu, 29 April 2026 | 12:07 WIB

Yogyakarta Tidak Punya Sirkuit Permanen, Kiandra Ramadhipa Latihan di Boyolali

Yogyakarta Tidak Punya Sirkuit Permanen, Kiandra Ramadhipa Latihan di Boyolali

Sport | Rabu, 29 April 2026 | 12:04 WIB

Krisis Anggaran, Pelatnas Akuatik untuk Asian Games 2026 Terpaksa Dihentikan

Krisis Anggaran, Pelatnas Akuatik untuk Asian Games 2026 Terpaksa Dihentikan

Sport | Rabu, 29 April 2026 | 08:03 WIB

Indonesia Ukir Sejarah Buruk! Pertama Kali Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas

Indonesia Ukir Sejarah Buruk! Pertama Kali Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas

Sport | Rabu, 29 April 2026 | 07:44 WIB

Tak Hanya Balap, Kiandra Ramadhipa Asah Public Speaking demi Karier Profesional

Tak Hanya Balap, Kiandra Ramadhipa Asah Public Speaking demi Karier Profesional

Sport | Selasa, 28 April 2026 | 21:00 WIB

Piala Thomas 2026: Laga Hidup Mati Indonesia vs Prancis, Wajib Menang Demi Juara Grup

Piala Thomas 2026: Laga Hidup Mati Indonesia vs Prancis, Wajib Menang Demi Juara Grup

Sport | Selasa, 28 April 2026 | 14:16 WIB