Di Gua Sunyaragi pun terdapat tempat yang disakralkan. Bahkan, menurut keterangan juru pelihara setempat, ,ada satu ruangan yang biasa didatangi sultan zaman dulu untuk bermeditasi.
Selain itu, konon dalam bermeditasi tersebut seorang sultan disebut tengah memberangkatkan sukmanya ke Tanah Suci Mekah.
Kemudian terdapat ruangan lain yang memiliki makna khusus, seperti ruang tamu yang dibangun dengan langit-langit tidak tinggi.
Itu dimaknakan agar setiap orang yang datang selalu membungkuk dengan maksud selalu merendahkan hati.
Lalu ada bangunan lainnya yang dibuat sedemikian rupa, sehingga menyerupai wajah barongsai. Hal ini dimaksudkan sebagai penghormatan kepada bang Tiongkok yang tinggal di kawasan Cirebon.
3. Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Perahu konon menurut legenda, tercipta akibat kemarahan Sangkuriang yang gagal menikahi Dayang Sumbi.
Sangkuriang tidak mengetahui jika Dayang Sumbi merupakan ibu kandungnya. Untuk menggagalkan pernikahan tersebut, Dayang Sumbi memberi syarat agar Sangkuriang membuat perahu.
Kemudian syarat lain diberikan Dayang Sumbi, yakni membuat telaga yang harus jadi dalam semalam dengan membendung aliran Sungai Citarum.
Sangkuriang pun nyaris berhasil, sebelum akhirnya digagalkan oleh kecerdikan Dayang Sumbi, yang membuat seolah-olah waktu sudah pagi.
Dampak rasa kecewa yang amat besar, Sangkuriang pun menendang perahu yang sudah dibuatnya, dan hingga secara ajaib perahu itu berubah menjadi Gunung Tangkuban Perahu dikenal hingga saat ini.
Terlepas dari kisah tersebut, gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Subang-Bandung Barat itu masih tercatat sebagai gunung api aktif.
Terdapat 3 kawah yang bisa ditemukan yakni kawah upas, kawah ratu, dan kawah domas. Ketiga kawah tersebut terbentuk akibat besarnya gunung beberapa tahun silam.
Dari ketiga kawah tersebut, kawah ratu lah paling mudah dijangkau, dan menjadi daya tarik utama dari destinasi wisata Tangkuban Perahu tersebut.
4. Situ Bagendit
Danau atau Situ Bagendit merupakan tempat wisata yang terletak di Kabupaten Garut. Danau itu memiliki ukuran yang luas, sehingga dijadikan sebagai satu di antara sumber untuk memenuhi kehidupan masyarakat di sekitar.
Menurut legenda, Situ Bagendit tercipta akibat keserakahan dari seorang tokoh bernama Nyai Endit. Meski kehidupannya bergelimang harta, ia enggan berbagi kepada warga yang tidak mampu.
Konon kisah legenda tersebut, Nyai Endit kedatangan seorang kakek yang meminta bantuan. Tetapi, kekek itu justru diusir dan dihina.
Karena merasa kecewa, kakek misterius itu menancapkan tongkatnya ke tanah, dan ketika dicabut keluar air secara terus menerus tak bisa dibendung.
Warga yang tinggal di sekitar kediaman Nyai Endit pun berlarian menyelamatkan diri. Si nyai sendiri terlambat lari sehingga ia dan hartanya tidak bisa diselamatkan.
Kini kondisi Situ Bagendit sudah ditata dengan rapi. Bahkan Presiden Joko Widodo berharap danau tersebut bisa menjadi wisata kelas dunia.
5. Situ Cangkuang dan Kampung Pulo
Selain Situ Bagendit, Kabupaten Garut pun memiliki tempat wisata serupa yakni Situ Cangkuang yang tak kalah populer.
Di sini wisatawan bisa menikmati daya tarik danau serta bangunan candi kuno yang diperkirakan sudah berdiri sejak abad 8 Masehi.
Tak hanya itu, di Situ Cangkuang terdapat Kampung Pulo yang kaya akan sejarah. Menurut cerita turun temurun, dahulunya Kampung Pulo itu dihuni oleh Eyang Embah Dalem Arief Muhammad, seorang penyebar agama Islam yang namanya sudah melegenda.
Eyang Embah Dalem Arief Muhammad ini memiliki keturunan 6 anak perempuan, dan 1 laki-laki.
Namun, sampai saat ini semua keluarganya tidak ada yang meninggalkan Kampung Pulo karena sudah menjadi tradisi dari leluhur.
Untuk lokasi Kampung Pulo sendiri berada tepat di depan gerbang masuk Candi Cangkuang. Jadi wisatawan bisa mendapatkan banyak daya tarik wisata saat berkunjung ke tempat ini.
Sumber:Disparbud.Jabarprov