SuaraTasikmalaya.id – Domba dikenal sebagai ternak ruminansia kecil yang merupakan ternak herbivora karena pakan utamanya adalah hijauan.
Domba yang berkembang di Indonesia terbagi dalam beberapa rumpun yaitu Domba Kampung, Domba Garut, Domba Priangan, dan Domba Ekor Tipis. Namun, Domba yang sering ditemukan saat Idul Adha yaitu Domba Garut dan Domba Priangan.
Sebagai masyarakat awam yang ingin mempersiapkan hewan qurban terbaiknya terutama domba. Maka artikel ini cocok untuk kamu.
Umumnya, masyarakat masih bingung membedakan antara Domba Garut dan Domba Priangan. Ternyata, perbedaan tersebut bukan hanya terletak pada tanduknya saja, tapi ada beberapa hal yang dapat dijadikan perbedaan. berikut ciri-cirinya
Ciri-ciri Domba Garut jantan
1. Daun telinga relatif kecil dan kokoh, panjang telinga (4-8 cm)
2. Buntut bagong atau buntut beurit
3. Perawakan condong lebih besar bagian depan
Ciri-ciri Domba Priangan jantan
1. Daun telinga relatif besar dan melambai, panjang telinga (8-12 cm)
2. Buntut bagong atau butut beurit
3. Perawakan condong lebih besar bagian belakang
Dilihat dari ciri-ciri tersebut, dapat dilihat bahwa perbedaan yang paling menonjol dan mudah dilihat dari daun telinganya. Karena itu masyarakat awam akan sulit untuk membedakan karena harus mengukur terlebih dahulu.
Baca Juga: Mahfud MD Respons Pengunduran Diri Rafael Alun Sebagai ASN Pajak: Tak Menghilangkan Proses Hukum
Nah, mana yang lebih baik untuk dijadikan hewan kurban? Domba Garut atau Domba Priangan?
Jika Domba Garut dan Domba Priangan dibandingkan dengan bobot yang sama, maka Domba Priangan yang lebih baik jika peruntukkannya untuk hewan kurban.
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=XrIFhPY4qoU&ab_channel=vimvideo
Hal ini karena Domba Priangan yang memiliki perawakan lebih besar bagian belakang yang memiliki daging lebih banyak dibandingkan dengan Domba Garut yang perawakannya condong lebih besar bagian depan.
Artinya persentase daging yang dihasilkan oleh Domba Garut cenderung kecil dibandingkan daging yang dihasilkan Domba Priangan. (*/Jundi Fauzan Mustafiddin)