SUARA TASIKMALAYA - Orang-orang yang dermawan dan senang bersedekah yang membelanjakan hartanya di jalan Allah, maka akan diberi keberkahan yang luar biasa sesuai janji Al-Quran.
Mengutip laman Muhammadiyah.or.id pada Jumat, (7/4/2023), dalam Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah Swt menjanjikan untuk melipatgandakan pahalanya sampai 700 kali lipat.
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
“Jadi Allah melipatgandakan harta yang disedekahkan, yang didermakan, dibelanjakan di jalan Allah akan berlipat sampai 700 kali. Maksud 700 itu ialah akan dilipatkan secara besar,” terang Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad pada Kamis, (6/4/2023).
“700 kali yang kedua, kesalahan-kesalahan dan dosa kita diampuni Allah. Oleh karena itu tradisi orang-orang saleh, kebiasaan para nabi itu ialah selalu memberikan sedekah,” imbuhnya.
Dadang Kahmad lalu menjelaskan bahwa di dalam Alquran ada ayat lain yang menyebut keutamaan sikap dermawan dan gemar bersedekah. Surat Al-Hadid ayat 11, Allah Swt mengistilahkan sedekah dengan qardan hasanan (pinjaman yang baik).
“Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia.”
Kedermawanan ini ditunjukkan oleh Rasulullah Saw. Bahkan, ketika menerima hadiah dari orang lain, beliau Saw membagikannya lagi kepada orang lain. Apakah itu emas, perak, atau makanan. Kedermawanan Rasulullah ini bahkan meningkat ketika bulan suci Ramadan.
“Barangsiapa hatinya sudah terlatih sedekah maka dia akan bahagia hidupnya. Jadi kunci bahagia itu ialah sedekah. Di samping dilipatgandakan pahalanya, hati kita juga akan sangat lapang, pikiran kita tenang, itulah yang disebut dengan keberkahan,” pesan Dadang.
Baca Juga: Bukan Cuma Nanas, Ini 6 Ragam Pilihan Isian Nastar yang Bisa Dicoba
Sementara itu, berikut beberapa syarat sedekah dalam Islam yang akan membawa ketenangan hati yang dilansir dari laman Sedekahair.org pada Jumat, (7/4/2023).
Sedekah dengan Mengetahui Ilmunya
Jangan hanya bersedekah secara membabi buta, tapi tidak tahu bagaimana ilmunya. Ilmu sedekah yang dimaksud di sini adalah tentang prioritas dalam bersedekah.
Seperti ketika Zainab menghadap Rasulullah bermaksud ingin bersedekah, tapi suami dan anaknya menganggap diri mereka lebih berhak mendapatkan sedekah dari Zainab, kemudian Rasulullah bersabda:
“Benar Ibnu Mas’ud, suami dan anakmu adalah orang yang lebih berhak engkau beri sedekah,” (HR. Bukhari)
Hati-hati dalam bersedekah, karena Umar bin Abdil Aziz rahimahullah berkata:
“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka ia lebih banyak merusak dibandingkan memperbaiki” (Dari kitab Majmu’ Fataawa Ibn Taimiyyah: 2/383)
Jadi, lakukan sedekah sesuai dengan prioritas. Berinfak untuk keluarga yang memang membutuhkan jauh lebih baik dibandingkan sedekah kepada orang miskin. Sebagaimana Rasulullah SAW memberitahu kita:
“Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk membebaskan budak, dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, pahala yang paling besar adalah dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu” (HR Muslim, Ahmad, dan Baihaqi).
Dapat disimpulkan bahwa bersedekah pada keluarga sendiri menduduki posisi paling utama, apalagi ketika memiliki istri dan anak. Selanjutnya apabila mereka telah terpenuhi maka penuhi juga kebutuhan orang tua dan mertua, baru setelah itu dan kerabat dekat yang membutuhkan.
Sementara bagaimana jika ingin bersedekah untuk kaum fakir miskin, anak yatim, atau kaum duafa? Apabila penghasilan kita melampaui kebutuhan seluruh keluarga serta kerabat tanda rumah maka boleh bersedekah untuk pihak luar.
Sedekah Tanpa Mengharap Imbalan
Syarat sedekah dalam Islam lainnya yakni harus dilakukan dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan. Insya Allah, sedekah yang dilakukan dengan sukarela dan ikhlas maka akan memberikan ketenangan hati serta jiwa kita.
Jangan sampai sedekah justru membuat kita khawatir kalau-kalau apa yang sudah dikeluarkan tersebut tidak tergantikan. Padahal, kesehatan, keselamatan di jalan, terhindar dari kematian yang buruk dan hal-hal baik lainnya juga termasuk balasan untuk orang yang gemar bersedekah.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang membiasakan dirinya untuk beramal ikhlas karena Allah niscaya tidak ada sesuatu yang lebih berat baginya daripada beramal untuk selain-Nya. Dan barangsiapa yang membiasakan dirinya untuk memuaskan hawa nafsu dan ambisinya maka tidak ada sesuatu yang lebih berat baginya daripada ikhlas dan beramal untuk Allah,” (lihat Ma’alim Fi Thariq al-Ishlah, hal. 7)
Maka dari itu, iklaskan setiap sedekah yang anda keluarkan tanpa berharap mendapatkan imbalan, baik dari manusia maupun Allah SWT. Percayalah bahwa Allah Maha Adil yang tentunya akan selalu memberi ganjaran pahala untuk orang-orang yang bersedekah di jalan-Nya.
Sedekah Rahasia (Tidak Dipamerkan)
Berikutnya, sedekah yang dilakukan secara rahasia atau sembunyi-sembunyi akan membawa ketenangan hati. Tidak perlu dipamerkan kepada orang lain, karena dikhawatirkan amalan tersebut justru akan ternodai oleh sifat riya.
Biarlah hanya Allah SWT yang mengetahui kekuatan serta amalan kita. Wallahualam. (*/editor zahran)