Iran Hancurkan 100.000 Parabola Karena Dianggap Merusak Moral

Liberty Jemadu Suara.Com
Minggu, 24 Juli 2016 | 20:26 WIB
Iran Hancurkan 100.000 Parabola Karena Dianggap Merusak Moral
Dua buah perangkat parabola terpasang di sebuah rumah di sebuah distrik sebelah utara Teheran, Iran pada 23 Juli kemarin (AFP/Atta Kenare).

Suara.com - Pemerintah Iran menghancurkan 100.000 unit parabola dan perangkat penerima transmisi satelit pada Minggu (24/7/2016) di ibu kota Teheran. Perangkat-perangkat itu dinilai ilegal karena dianggap bisa merusak moral masyarakat.

Upacara penghancuran itu disaksikan langsung oleh Jenderal Mohammad Reza Naghdi, pemimpin milisi Basij di Iran.

"Sebagian besar saluran televisi satelit telah menyimpang dari budaya dan moralitas masyarakat," tegas Nagdi seperti dikutip AFP dari Basij News, "Saluran-saluran tv ini telah meningkatkan perceraian, kecanduan, dan menyebabkan ketidakamanan dalam masyarakat."

Ia juga mengatakan bahwa sebanyak satu juta warga Iran telah secara suka rela menyerahkan perangkat parabola mereka ke negara.

Undang-undang Iran memang melarang perangkat parabola yang lazim digunakan untuk menerima siaran televisi. Mereka yang menjual, menggunakan, atau memperbaikinya akan didenda sebesar 2.800 dollar atau sekitar Rp37 juta.

Polisi-polisi di Iran juga kerap melakukan razia dan menyita parabola yang biasanya terpasang di atap-atap rumah penduduk.

Sebelumnya pada Jumat (22/7/2016), Menteri Kebudayaan Iran, Ali Jannati telah meminta agar undang-undang itu direvisi.

"Reformasi terhadap undang-undang ini diperlukan, karena meski dilarang sebagian besar warga Iran telah menggunakannya," kata Jannati, "Ini artinya 70 persen dari warga Iran telah melanggar undang-undang."

Naghdi sendiri mengkritik komentar Jannati itu. Ia mengatakan bahwa para pejabat yang mengurus bidang budaya "seharusnya jujur pada masyarakat dan tak membuat keputusan hanya demi menyenangkan hati rakyat."

"Sebagian besar saluran tv satelit tak hanya melemahkan fundasi keluarga tetapi juga mengganggu pendidikan anak-anak kita dan akibatnya akan merusak berperilaku mereka," ujar Nagdi.

Saluran televisi asing di Iran rata-rata menyiarkan berita, acara hiburan, film, dan serial televisi. Para kelompok konservatif sering menuding saluran-saluran televisi itu sebagai penyebab rusaknya budaya dan nilai-nilai Islam di Iran.

Presiden Iran sendiri, Hassan Rouhani, dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa larang atas parabola tidak diperlukan dan justru kontraproduktif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI