Naufal Raziq, Bocah Penemu Energi Listrik Dari Pohon Kedondong

Adhitya Himawan

Sabtu, 20 Mei 2017 | 17:45 WIB
Naufal Raziq, Bocah Penemu Energi Listrik Dari Pohon Kedondong
Penemu energi listrik dari pohon kedondong, Naufal Raziq. [Antara/Aprilio Akbar]

Nama Naufal Raziq menjadi buah bibir ketika anak 15 tahun asal Kota Langsa, Aceh ini secara otodidak menemukan listrik dari pohon kedondong pagar yang dikenal dengan sebutan "Pohon Energi". Saat ini temuan Naufal tersebut sudah mulai digunakan untuk membantu melistriki Desa Tampur Paloh di Aceh. Jumat siang (19/5/2017), Naufal didampingi ayahnya Supriaman, dan guru pembimbingnya Jamaliah mendapat kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat.

Pada pertemuan tersebut Menteri ESDM berpesan kepada Naufal untuk tetap fokus dan semangat mengembangkan diri sebagai inventor (penemu), sehingga bisa mengembangkan temuannya lebih lanjut. "Apapun penemuannya itu, diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat dan jangan sampai hanya berfikir untuk kepentingan diri sendiri," ujar Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik, Hadi M. Djuraid, saat mendampingi Naufal memberikan keterangan pers.

Hadi menyampaikan bahwa Menteri Jonan juga mengarahkan bahwa ke depan akan ada anggaran dari Kementerian ESDM untuk pengembangan riset Naufal lebih lanjut. "Jadi nanti akan ada pendanaan pengembangan dari temuan dari Naufal ini menggunakan anggaran dari Kementerian ESDM," kata Hadi.

Kepada Menteri ESDM, Naufal bercerita, penemuannya berawal dari kesukaannya akan pelajaran IPA. Saat SD, Naufal mencoba membuat listrik sederhana dari lempengan tembaga dan logam yang dimasukkan ke dalam kentang yang menghasilkan tegangan. "Jadi terpikir, di buah kan mengandung asam. Tentu saja di pohon juga mengandung asam. Tapi pohon apa?" ungkap Naufal yang saat ini masih duduk di bangku kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa.

Dari situlah, lanjut Naufal, ditemukan listrik dari pohon kedondong ini. Sebelum pohon kedondong, Naufal bereksperimen dengan pohon mangga, belimbing, dan juga asam jawa. Waktu yang dibutuhkan meneliti semua itu sekurang-kurangnya 3 tahun. "Kenapa saya menggunakan kedondong pagar, itu karena kedondong pagar memiliki batang yang besar. Mudah tumbuhnya. Jika kita buka kulitnya, dia tidak busuk. Malah menyembuhkan dirinya, recover," papar Naufal.

Menurut Naufal, sebagai sumber penerangan dibutuhkan sekitar 4 pohon kedondong pagar untuk satu lampu, dengan menggunakan jenis lampu Hannoch (jenis lampu emergency). "Strukturnya kita ubah ke lampu DC dengan menggunakan inverter. Jadi hasil dari pohonnya pun kita sesuaikan dengan lampunya," ujarnya.

Sedangkan untuk pembuatan alat energinya, Naufal menjelaskan tembaga dan logam menjadi kunci penting yang berfungsi untuk mengubah asam menjadi listrik. "Jadi tembaga dan logam itu sebelum dimasukkan ke pohon, kita lapiskan tisu dengan kain, fungsinya itu untuk menyerap asam menjadi listrik. Jadi setelah dibungkus dengan tisu dengan kain, kemudian dilipat jadi satu, dan sudah bisa dipasang ke pohon," jelas Naufal.

Ditanya soal biaya yang dibutuhkan, Naufal menjelaskan untuk sekitar 2 lampu atau 1 rumah membutuhkan sekitar Rp 1.200.000. "Sekarang ini saya dibina oleh Pertamina, jadi fasilitas itu Pertamina semua yang menanggung. Jadi masyarakat tinggal sediakan pohon aja. Alat-alatnya dari kita," pungkas Naufal.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Renault Ciptakan Jalan yang Bisa Isi Ulang Baterai Mobil

Renault Ciptakan Jalan yang Bisa Isi Ulang Baterai Mobil

Otomotif | Sabtu, 20 Mei 2017 | 14:52 WIB

PLN Teken 37 MOU dan 2 PPA Terkait Energi Baru Terbarukan

PLN Teken 37 MOU dan 2 PPA Terkait Energi Baru Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 19 Mei 2017 | 15:00 WIB

Ini Dia Bocoran "Tampang" Mobil Listrik Nissan Leaf

Ini Dia Bocoran "Tampang" Mobil Listrik Nissan Leaf

Otomotif | Jum'at, 19 Mei 2017 | 14:54 WIB

Stasiun Klender Terbakar

Stasiun Klender Terbakar

Foto | Jum'at, 19 Mei 2017 | 11:47 WIB

PLN Teken 8 Kontrak Pembangkit Listrik Senilai Rp6,28 Triliun

PLN Teken 8 Kontrak Pembangkit Listrik Senilai Rp6,28 Triliun

Bisnis | Kamis, 18 Mei 2017 | 19:42 WIB

Inilah Sebab Bisnis Nuklir INUKI Belum Berkembang di Indonesia

Inilah Sebab Bisnis Nuklir INUKI Belum Berkembang di Indonesia

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 20:09 WIB

INUKI: Pemanfaatan Energi Nuklir Seperti Ular Berkepala Dua

INUKI: Pemanfaatan Energi Nuklir Seperti Ular Berkepala Dua

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 19:40 WIB

PLN Gandeng Empat Pengembang Energi Terbarukan di Kalimantan

PLN Gandeng Empat Pengembang Energi Terbarukan di Kalimantan

Bisnis | Rabu, 17 Mei 2017 | 16:57 WIB

PLN Akui Ada 3.214 Desa di Indonesia Belum Dialiri Listrik

PLN Akui Ada 3.214 Desa di Indonesia Belum Dialiri Listrik

Bisnis | Senin, 15 Mei 2017 | 20:03 WIB

1800 Desa Akan Dialiri Listrik, PLN Akan Investasi Rp1,8 Triliun

1800 Desa Akan Dialiri Listrik, PLN Akan Investasi Rp1,8 Triliun

Bisnis | Senin, 15 Mei 2017 | 19:49 WIB

Terkini

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:35 WIB

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

×