Kepala Lembaga Eijkman: Indonesia Sudah Punya Alat Deteksi Virus Corona

Liberty Jemadu

Kamis, 06 Februari 2020 | 16:54 WIB
Kepala Lembaga Eijkman: Indonesia Sudah Punya Alat Deteksi Virus Corona
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Subandriyo. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan bahwa laboratorium-laboratorium medis di Indonesia kini sudah mempunyai alat untuk dengan cepat mendiagnosis orang yang terjangkit virus Corona dari Wuhan.

Sebelumnya Amin, seperti dikutip media-media Australia pada 31 Januari lalu, mengatakan Indonesia belum memiliki reagen untuk mendeteksi virus Corona pada orang yang diduga terinfeksi virus mematikan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China itu.

Reagen adalah bahan yang digunakan dalam reaksi kimia untuk menganalisis dan mendeteksi adanya virus dalam darah.

"Alat sudah cukup, reagennya sudah ada, jadi pemberitaan di luar itu tidak benar," kata Amin saat ditemui di Kantor Staf Presiden (KSP) Jakarta, Kamis (6/1/2020).

Amin menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Wishnutama, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro.

Menurut Amin, ada dua alat yang dipakai untuk mendeteksi virus Corona, yaitu Polymerase Chain Reaction atau PCR dan sequencing. PCR digunakan untuk melihat apakah keluarga dari virus corona terdapat di dalam tubuh pasien sedangkan sequencing untuk memastikan apakah itu virus merupakan corona atau bukan.

"Yang punya alatnya juga cukup banyak, bukan hanya lab perguruan tinggi tapi juga pihak swasta. Tapi swasta kan tidak rutin pemeriksaan untuk virus Corona. Yang saya tahu saat ini yang memeriksa adalah litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Kementerian Kesehatan dan kedua di Lembaga Eijkman," tambah Amin,

Menurut Amin, lembaga Eijkman sudah berpengalaman dalam mendeteksi virus jenis lain yang sebelumnya sudah diisolasi. Deteksi virus corona tersebutdapat dilakukan selama beberapa jam saja.

"Kami mendapatkan contoh itu bukan virusnya tapi bagian DNA-nya saja. Jadi yang dikerjakan di lab kami sudah divalidasi dan sudah diuji kontrol positifnya betul, kontrol negatifnya juga betul. Jadi insyaallah hasil yg kami berikan itu mewakili. Kalau memang tidak ada ya tidak ada," jelas Amin.

baca juga

Menurut Amin, sampel DNA tersebut berasal dari usap hidung atau tenggorokan dari orang yang diduga memiliki virus corona.

"Pemeriksaan di lab beberapa jam. Tapi biasanya dilakukan validasi kemudian dicek ulang untuk memastikan apakah itu betul negatif atau betul positif. Kadang-kadang harus mengulangi lagi, tapi kalau prosesnya 4-5 jam sudah selesai," tutup Amin. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wuhan Open 2025: Coco Gauff Raih Gelar usai Kalahkan Jessica Pegula

Wuhan Open 2025: Coco Gauff Raih Gelar usai Kalahkan Jessica Pegula

Sport | Senin, 13 Oktober 2025 | 12:55 WIB

Wuhan Open 2025: Sabalenka hingga Pegula Melaju ke Babak 16 Besar

Wuhan Open 2025: Sabalenka hingga Pegula Melaju ke Babak 16 Besar

Sport | Kamis, 09 Oktober 2025 | 11:56 WIB

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Health | Minggu, 27 Juli 2025 | 15:30 WIB

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:45 WIB

Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 16:29 WIB

7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 20:05 WIB

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 15:08 WIB

Trump Sempat Telepon Presiden China Soal Asal-Usul COVID, Ini Kata Mantan Kepala CDC!

Trump Sempat Telepon Presiden China Soal Asal-Usul COVID, Ini Kata Mantan Kepala CDC!

News | Senin, 10 Maret 2025 | 16:04 WIB

7 Rekomendasi Film Dokumenter Tiongkok di Vidio, Punya Beragam Topik!

7 Rekomendasi Film Dokumenter Tiongkok di Vidio, Punya Beragam Topik!

Your Say | Selasa, 08 Oktober 2024 | 11:35 WIB

Laboratorium Wuhan Kembangkan Vaksin untuk 'Pandemi Masa Depan', Janjikan Perlindungan Universal

Laboratorium Wuhan Kembangkan Vaksin untuk 'Pandemi Masa Depan', Janjikan Perlindungan Universal

News | Jum'at, 13 September 2024 | 04:25 WIB

Terkini

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:38 WIB

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

×