Ilmuwan Temukan Lebih Banyak Kandungan Air di Jupiter

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 24 Februari 2020 | 13:49 WIB
Ilmuwan Temukan Lebih Banyak Kandungan Air di Jupiter
Penampakan planet Jupiter terbaru dengan menggunakan hubble. [NASA]

Suara.com - Jupiter kemungkinan memiliki lebih banyak air daripada yang diperkirakan para ilmuwan selama ini. Itu terlihat dari data baru yang rilis dari Juno, wahana antariksa NASA, yang menunjukkan bahwa air dapat membentuk sekitar 0,25 persen molekul di atmosfer di atas garis khatulistiwa Jupiter.

Perhitungan tersebut didasarkan pada prevalensi komponen air, hidrogen, dan oksigen, yang tiga kali lebih banyak daripada di Matahari. Pengukuran baru yang diperoleh Juni jauh lebih tinggi dari misi sebelumnya.

Hasil yang mengejutkan ini membuat para ilmuwan menggali lebih dalam lagi hasil misi NASA Galileo ke Jupiter, data yang diambil pada 1995 saat itu menunjukkan jumlah air yang lebih rendah.

Menurut NASA, rekonsiliasi data dari Gelileo dan Juno akan menjadi kunci bagi para ilmuwan untuk lebih memahami bagaimana tata surya bersatu.

Karena Jupiter kemungkinan adalah planet pertama yang terbentuk, pembentukan planet raksasa itu bisa menyedot sebagian besar gas dan debu yang ditinggalkan oleh formasi Matahari.

Maka seberapa banyak air yang diserap Jupiter akan membantu para ilmuwan mengidentifikasi teori-teori yang paling logis untuk menjelaskan pembentukan Jupiter.

Data yang diperoleh Galileo pada saat itu menunjukkan air di Jupiter 10 kali lebih sedikit daripada yang diperkirakan para ilmuwan.

Namun anehnya, jumlah air tampak meningkat saat Galileo masuk semakin dalam ke atmosfer Jupiter. Menurut ahli, Galileo berhenti mentranmisikan data pada kedalaman sekitar 75 mil.

Pada saat yang bersamaan, sebuah teleskop inframerah berbasis darat mampu mengukur konsentrasi air di Jupiter dan menunjukkan bahwa Galileo mungkin secara tidak sengaja mengenai titik kering. Artinya, air tidak tercampur dengan baik jauh di dalam atmosfer Jupiter.

baca juga

Data milik Juno juga menunjukkan kurangnya pencampuran atmosfer. Radiometer pesawat ruang angkasa itu memperoleh data yang bahkan lebih dalam dari pengukuran Galileo, pada 93 mil ke dalam atmosfer Jupiter, dan menemukan lebih banyak air di ekuator daripada yang didapat Galileo.

Pesawat luar angkasa NASA, Juno ke Jupiter, Selasa (5/7/2016). [Daily Mail]
Pesawat luar angkasa NASA, Juno ke Jupiter, Selasa (5/7/2016). [Daily Mail]

"Penemuan mengejutkan Juno bahwa atmosfernya tidak tercampur dengan baik bahkan di bawah puncak awan adalah teka-teki yang masih kita coba cari tahu. Tidak ada yang menduga bahwa air mungkin sangat bervariasi di seluruh planet ini," ucap Scott Bolton, peneliti utama Juno di Southwest Research Institute.

Dilansir laman Space.com, para ilmuwan sekarang sedang menunggu untuk membandingkan pengukuran ekuatorial Juno dengan pengamatan di utara planet ini. Di mana Juno perlahan bergerak ke utara untuk memeriksa lebih banyak kemungkinan.

Penelitian baru ini telah dijelaskan dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy pada 10 Februari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satelit NASA Bagikan Penampakan Mencairnya Es Antartika

Satelit NASA Bagikan Penampakan Mencairnya Es Antartika

Tekno | Minggu, 23 Februari 2020 | 08:30 WIB

Menteri Iran Pamer Baju Luar Angkasa, Kejanggalan Desainnya Jadi Sorotan

Menteri Iran Pamer Baju Luar Angkasa, Kejanggalan Desainnya Jadi Sorotan

Tekno | Sabtu, 22 Februari 2020 | 14:37 WIB

Ini Target Eksplorasi NASA Selanjutnya

Ini Target Eksplorasi NASA Selanjutnya

Tekno | Rabu, 19 Februari 2020 | 15:30 WIB

Kembali ke Bumi, Pertemuan Astronot dengan Anjingnya Ini Bikin Haru

Kembali ke Bumi, Pertemuan Astronot dengan Anjingnya Ini Bikin Haru

Tekno | Selasa, 18 Februari 2020 | 08:39 WIB

NASA Umumkan Empat Misi Baru

NASA Umumkan Empat Misi Baru

Tekno | Jum'at, 14 Februari 2020 | 14:15 WIB

NASA Rekrut Astronot Baru, Ini Persyaratannya

NASA Rekrut Astronot Baru, Ini Persyaratannya

Tekno | Jum'at, 14 Februari 2020 | 08:20 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×