Penelitian Terbaru: 1 dari 3 Orang Usia Muda Rentan Terkena Covid-19 Parah

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 15 Juli 2020 | 13:00 WIB
Penelitian Terbaru: 1 dari 3 Orang Usia Muda Rentan Terkena Covid-19 Parah
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa satu dari tiga orang berusia 18 hingga 25 tahun berisiko terkena infeksi virus Corona (Covid-19) dengan gejala yang parah.

Berdasarkan sampel mewakili secara nasional sekitar 8.400 orang di Amerika Serikat, para ilmuwan di University of California San Francisco menemukan bahwa 33 persen lelaki dan 30 persen perempuan tampaknya memiliki kerentanan medis terhadap Covid-19. Temuan ini telah dipublikasikan di Journal of Adolescent Health.

Sebelumnya, disebutkan bahwa orang yang berusia di atas 65 tahun lebih cenderung di rawat rumah sakit karena Covid-19 daripada orang yang lebih muda. Namun, data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang dikutip para ilmuwan menunjukkan kesenjangan telah menyempit dalam beberapa pekan terakhir, dengan peningkatan 299 persen baru-baru ini kasus rawat inap untuk pasien dewasa muda, dibandingkan peningkatan 139 persen kasus rawat inap untuk orang dewasa yang lebih tua.

Pada pertengahan April, kasus rawat inap karena Covid-19 pada orang berusia 18 hingga 29 tahun meningkat lebih dari empat kali lebih banyak. Sekitar 38 orang dari 100.000 orang dirawat di rumah sakit pada 4 Juli, dibandingkan dengan sembilan orang dari 100.000 yang dirawat inap pada 18 April.

Kondisi jantung, diabetes, asma, kondisi kekebalan tubuh seperti lupus, asam urat, rheumatoid arthritis, kondisi hati, dan obesitas menjadi faktor risiko yang meningkatkan peluang orang-orang dewasa muda terinfeksi Covid-19 yang parah.

Di antara risiko lainnya, para ilmuwan mengklaim bahwa merokok, termasuk rokok elektronik adalah salah satu faktor risiko yang paling menonjol.

"Bukti terbaru menunjukkan bahwa merokok dikaitkan dengan kemungkinan lebih tinggi dari perkembangan Covid-19, termasuk meningkatnya keparahan penyakit. Merokok mungkin memiliki efek signifikan pada orang dewasa muda, yang biasanya memiliki tingkat rendah untuk sebagian besar penyakit kronis," kata Sally Adams, PhD, dari University of California San Francisco Division of Adolescent and Young Adult Medicine, seperti dikutip dari IFL Science, Rabu (15/7/2020).

Dari orang-orang berusia muda yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19, proporsi perokok lebih tinggi sebesar 19,8 persen daripada jumlah orang dengan penyakit asma sebesar 8,6 persen, obesitas 3 persen, gangguan kekebalan tubuh 2,4 persen, diabeter 1,2 persen, kondisi hati 0,6 persen, dan kondisi jantung sebesar 0,5 persen.

Tentu ada lebih banyak orang muda yang merokok dalam populasi daripada kondisi penyakit lainnya, yang sebagian dapat menjelaskan angka yang tinggi ini untuk perokok yang dirawat di rumah sakit. Selain itu, hubungan antara merokok dan rawat inap hanya korelasi, hubungan sebab-akibat tidak diidentifikasi oleh para ilmuwan.

baca juga
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Meski begitu, para ilmuwan berpendapat bahwa kaitan yang mereka temukan sangat penting, terutama karena kaum muda dapat menghentikan kebiasaan merokok jika mereka ingin menurunkan risiko terinfeksi Covid-19 yang parah.

"Risiko menjadi rentan secara medis terhadap penyakit parah berkurang separuhnya ketika perokok dikeluarkan dari sampel. Upaya untuk mengurangi merokok dan penggunakan e-rokok di kalangan orang dewasa muda kemungkinan akan menurunkan kerentanan mereka terhadap penyakit parah," tutur Charles Irwin Jr, penulis senior dari University of California San Francisco Division of Adolescent and Young Adult Medicine.

Meski saat ini tidak ada studi yang secara langsung memperkirakan risiko rawat inap karena Covid-19 di antara perokok, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa merokok dikaitkan dengan peningkatan keparahan penyakit dan kematian pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kalinya dalam Sejarah, Populasi Dunia Akan Menurun pada 2100

Pertama Kalinya dalam Sejarah, Populasi Dunia Akan Menurun pada 2100

Tekno | Rabu, 15 Juli 2020 | 10:30 WIB

Bukti Penularan Virus di Rahim, Bayi Baru Lahir Positif Covid-19!

Bukti Penularan Virus di Rahim, Bayi Baru Lahir Positif Covid-19!

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 14:18 WIB

Terjadi Lagi, Seekor Anjing Positif Terinfeksi Virus Corona dari Majikan

Terjadi Lagi, Seekor Anjing Positif Terinfeksi Virus Corona dari Majikan

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 13:41 WIB

Pacar Donald Trump Jr Positif Terinfeksi Virus Corona, Disebut Tanpa Gejala

Pacar Donald Trump Jr Positif Terinfeksi Virus Corona, Disebut Tanpa Gejala

Health | Sabtu, 04 Juli 2020 | 14:27 WIB

Terinfeksi Covid-19 Bisa Picu Ereksi Lebih dari Empat Jam

Terinfeksi Covid-19 Bisa Picu Ereksi Lebih dari Empat Jam

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2020 | 03:00 WIB

Tak Terpengaruh Perubahan Iklim, Wilayah di Bumi Ini Menjadi Lebih Dingin

Tak Terpengaruh Perubahan Iklim, Wilayah di Bumi Ini Menjadi Lebih Dingin

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×