Pertama Kalinya dalam Sejarah, Populasi Dunia Akan Menurun pada 2100

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 15 Juli 2020 | 10:30 WIB
Pertama Kalinya dalam Sejarah, Populasi Dunia Akan Menurun pada 2100
Ilustrasi populasi dunia. [Shutterstock]

Suara.com - Pertama kalinya dalam sejarah modern, populasi dunia diproyeksikan akan menurun dalam 45 tahun ke depan. Ini akan membawa revolusi dalam kisah peradaban manusia dan perubahan besar dalam cara manusia menjalani kehidupan.

Populasi dunia saat ini berjumlah sekitar 7,8 miliar orang. Menurut penelitian baru yang diterbitkan di The Lancet, jumlah itu diperkirakan akan tumbuh dalam beberapa dekade mendatang dan mencapai puncaknya pada 2064 dengan jumlah sekitar 9,7 miliar, sebelum akhir menurun menjadi 8,8 miliar pada 2100.

Diprediksi sebanyak 23 negara akan mendapati populasi warga menyusut lebih dari 50 persen, termasuk Jepang, Thailand, Italia, Spanyol, Portugal, Korea Selatan, dan negara-negara lain yang ditandai oleh tingkat kelahiran yang rendah dan populasi yang menua.

Bahkan China, negara yang sering dikaitkan dengan pertumbuhan populasi yang tidak terkendali, juga diperkirakan akan turun dari 1,4 miliar orang pada 2017 menjadi 732 juta orang pada 2100.

Di sisi lain, beberapa negara di dunia diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah populasi, termasuk Afrika Utara, Timur Tengah, dan Afrika Sub-Sahara, yang akan bertambah tiga kali lipat selama abad ini dari 1,03 miliar pada 2017 menjadi 3,07 miliar pada 2100.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington’s School of Medicine melihat bagaimana kematian, kesuburan, dan migrai akan mempengaruhi populasi global selama 80 tahun mendatang, menggunakan data dari Global Burden of Disease Study 2017. Ini juga menjelaskan bagaimana perang, bencana alam, dan perubahan iklim juga dapat mempengaruhi jumlah kematian di berbagai negara.

Alasan di balik penurunan populasi global sangat rumit dan tidak jelas, meskipun didukung oleh kecenderungan umum terhadap angka kelahiran yang lebih rendah, didorong penurunan kesuburan yang berkelanjutan, peningkatan pencapaian pendidikan perempuan, dan akses ke kontrasepsi.

Seiring dengan hal ini, manusia juga akan melihat banyak perubahan radikal dalam kekuatan geopolitik dan cara orang-orang di seluruh dunia menjalani kehidupan.

Salah satu perubahan utama akan dilakukan oleh negara-negara tertentu yang mengalami penurunan drastis dalam jumlah orang dewasa usia kerja, yang pada akhirnya dapat memberatkan ekonomi mereka dan mempengaruhi keseimbangan kekuatan geopolitik di dunia.

baca juga

Negara mana yang akan berkuasa di dunia ini belum jelas, tetapi China diperkirakan akan melampaui Amerika Serikat dan menjadi ekonomi terbesar pada 2035 berdasarkan total produk domestik bruto (PDB) terbesar.

Namun, jika estimasi penelitian ini akurat, Amerika Serikat akan merebut kembali posisi teratas pada 2098.

Sejumlah wisatawan asing asal China antre di konter lapor diri (check-in) Terminal Keberangkatan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (28/1).  [ANTARA FOTO/M N Kanwa]
Ilustrasi kepadatan penduduk China. [ANTARA FOTO/M N Kanwa]

"Abad ke-21 akan melihat revolusi dalam kisah peradaban manusia kita. Afrika dan Dunia Arab akan membentuk masa depan kita, sementara Eropa dan Asia akan surut dalam pengaruhnya. Pada akhir abad ini, dunia akan menjadi multipolar, dengan India, Nigeria, China, Amerika Serikat sebagai kekuatan dominan," ucap Dr Richard Horton, pemimpin redaksi Lencet, seperti dikutip dari IFL Science, Rabu (15/7/2020).

Penelitian baru ini juga berpendapat bahwa dunia harus mengubah cara manusia bermigrasi. Laporan itu menunjukkan bahwa banyak negara harus memilih kebijakan migrasi yang lebih liberal, hanya untuk mempertahankan ukuran populasi mereka dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurut Profesor Ibrahim Abubakar dari University College London, pada akhirnya jika prediksi ini bahkan setengah akurat, migrasi akan menjadi kebutuhan bagi semua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terinfeksi Covid-19 Bisa Picu Ereksi Lebih dari Empat Jam

Terinfeksi Covid-19 Bisa Picu Ereksi Lebih dari Empat Jam

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2020 | 03:00 WIB

Tak Terpengaruh Perubahan Iklim, Wilayah di Bumi Ini Menjadi Lebih Dingin

Tak Terpengaruh Perubahan Iklim, Wilayah di Bumi Ini Menjadi Lebih Dingin

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:00 WIB

Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan

Penelitian Terbaru: Tes Antibodi Covid-19 Tidak Disarankan

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 14:30 WIB

Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona, Lebih Berbahaya?

Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona, Lebih Berbahaya?

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2020 | 12:30 WIB

Ilmuwan Sebut Covid-19 Bisa Menginfeksi Sel Jantung

Ilmuwan Sebut Covid-19 Bisa Menginfeksi Sel Jantung

Tekno | Kamis, 02 Juli 2020 | 15:05 WIB

Penelitian Terbaru: Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Corona dalam 34 Menit

Penelitian Terbaru: Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Corona dalam 34 Menit

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 15:57 WIB

Terkini

Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Penembakan KKB

Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Penembakan KKB

Foto | Jum'at, 11 September 2026 | 15:00 WIB

7 Tahun Kegelapan: Ketika Rahasia Masa Lalu Menghantui Anak yang Tak Bersalah

7 Tahun Kegelapan: Ketika Rahasia Masa Lalu Menghantui Anak yang Tak Bersalah

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 15:00 WIB

Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Tercekik, 14 Wilayah Diselimuti Udara Tak Sehat

Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Tercekik, 14 Wilayah Diselimuti Udara Tak Sehat

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:00 WIB

Trik Praktis Cara Menghitung Luas Setengah dan Seperempat Lingkaran

Trik Praktis Cara Menghitung Luas Setengah dan Seperempat Lingkaran

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 14:59 WIB

Geledah Rumah Pegawai PUPR di Muara Enim, KPK Sita Barang Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi!

Geledah Rumah Pegawai PUPR di Muara Enim, KPK Sita Barang Bukti Elektronik Terkait Kasus Korupsi!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 14:55 WIB

Cara Makeup Simpel Tanpa Foundation ala MUA, Hasilnya Flawless dan Tahan Lama

Cara Makeup Simpel Tanpa Foundation ala MUA, Hasilnya Flawless dan Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 14:50 WIB

Men Support Men: Ketika Laki-Laki Juga Butuh Ruang untuk Cerita

Men Support Men: Ketika Laki-Laki Juga Butuh Ruang untuk Cerita

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 14:50 WIB

Karhutla Bakar 2.300 Hektare Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Karhutla Bakar 2.300 Hektare Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Foto | Jum'at, 11 September 2026 | 14:47 WIB

Perluas Jangkauan Wi-Fi 7 di Rumah, TP-Link Hadirkan RE225BE

Perluas Jangkauan Wi-Fi 7 di Rumah, TP-Link Hadirkan RE225BE

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 14:44 WIB

Sering Tertukar? Ini Perbedaan Juring dan Tembereng pada Lingkaran Beserta Rumusnya

Sering Tertukar? Ini Perbedaan Juring dan Tembereng pada Lingkaran Beserta Rumusnya

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 14:39 WIB

×