Ilmuwan Temukan Mikroplastik dan Serat Sintetis di Perut Hiu Dasar Laut

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 23 Juli 2020 | 10:37 WIB
Ilmuwan Temukan Mikroplastik dan Serat Sintetis di Perut Hiu Dasar Laut
Ilustrasi ikan-ikan hiu (Shutterstock).

Suara.com - Penelitian baru yang diterbitkan dalam Scientific Reports telah menemukan bahwa mikroplastik dan serat sintetis yang biasa ditemukan dalam pakaian, telah memenuhi perut hiu yang hidup di dasar laut di lepas pantai Inggris.

Dampak pasti dari plastik pada kesehatan hiu belum diketahui, tetapi para ilmuwan khawatir gaya hidup orang-orang yang tinggal di pantai membuat hiu lebih berisiko menelan bahan sintetis.

Para ilmuwan dari University of Exeter, Inggris, menganalisis empat spesies hiu demersal yang tinggal di dasar laut untuk melihat apakah hewan itu telah terkontaminasi oleh bahan sintetis yang bocor ke laut. Para ahli menemukan bahwa 67 persen hewan mengandung mikroplastik dan serat buatan lainnya, seperti selulosa sintetis, yang merupakan unsur umum dari pakaian.

Para ilmuwan mengatakan, temuan ini menyoroti sifat meresap pencemaran plastik karena karena ditemukannya serat sintetis dari pakaian mulai mencemari hewan liar.

"Ketika pakaian dicuci atau barang-barang dibuang sebagai sampak, serat kecil dilepaskan dan ini sering mengalir ke sumber air dan menuju laut. Begitu berada di laut, serat mikro dapat mengapung atau tenggelam ke dasar, yang merupakan tempat hiu ini hidup," kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (23/7/2020).

Serat dapat dicerna melalui makanan hiu, dia menambahkan, yang sebagian besar adalah krustasea atau langsung menjadi sedimen di dasar laut.

"Dalam hal jenis mikroplastik lain yang kami temukan, banyak diantaranya mungkin berasal dari pancing atau jaring," ujarnya.

Ilustrasi Mikroplastik. [Shutterstock]
Ilustrasi Mikroplastik. [Shutterstock]

Spesies yang diteliti adalah catshark berbintik kecil, starry smooth-hound, spiny dogfish, dan bull huss, yang hidup di kedalaman bervariasi mulai dari 5 hingga 900 meter di bawah permukaan laut dan biasanya memakan makanan di dasar laut.

Semua spesimen yang diperiksa adalah ikan yang kebetulan ditemukan dari perikanan ikan demersal yang beroperasi di sekitar Atlantik Timur Laut dan Laut Celtic. Ukuran spesimen tersebut kecil, tetapi para ilmuwan percaya temuan awal ini menunjukkan bahwa mikroplastik dan serat sintetis kemungkinan berhasil masuk ke dalam tubuh hiu yang lebih besar.

baca juga

Menurut Profesor Tamara Galloway, rekan penulis studi, mengatakan bahwa penelitian ini juga menyoroti betapa pentingnya berpikir sebelum membuang sesuatu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Andreas: Feses Manusia di Kali Brantas Mengandung Mikroplastik!

Penelitian Andreas: Feses Manusia di Kali Brantas Mengandung Mikroplastik!

wawancara | Rabu, 22 Juli 2020 | 21:11 WIB

Unik, Analisis Penyebaran Covid-19 Lewat Konser

Unik, Analisis Penyebaran Covid-19 Lewat Konser

Tekno | Rabu, 22 Juli 2020 | 16:00 WIB

Hasil Uji Coba Menjanjikan, Vaksin Covid-19 Diprediksi Tersedia Desember

Hasil Uji Coba Menjanjikan, Vaksin Covid-19 Diprediksi Tersedia Desember

Tekno | Rabu, 22 Juli 2020 | 10:00 WIB

Oxford Belum Pede Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Akhir 2020

Oxford Belum Pede Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Akhir 2020

Tekno | Rabu, 22 Juli 2020 | 06:00 WIB

Rahasia Mumi dengan Ekspresi Berteriak Ini Akhirnya Terungkap

Rahasia Mumi dengan Ekspresi Berteriak Ini Akhirnya Terungkap

Tekno | Rabu, 22 Juli 2020 | 08:00 WIB

Makhluk Ini Dikira Bisa Hidup di Dekat Matahari, Ilmuwan Menyangkalnya

Makhluk Ini Dikira Bisa Hidup di Dekat Matahari, Ilmuwan Menyangkalnya

Tekno | Selasa, 21 Juli 2020 | 16:15 WIB

Terkini

No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!

No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:25 WIB

Tambang Batubara Meledak! 32 Pekerja Tewas di Balochistan Pakistan

Tambang Batubara Meledak! 32 Pekerja Tewas di Balochistan Pakistan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:22 WIB

Tekanan Mereda, Kepercayaan Industri RI Kembali Menguat pada Juli 2026

Tekanan Mereda, Kepercayaan Industri RI Kembali Menguat pada Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:17 WIB

Dipercaya BI Jadi Pengelola Utama SKM, Ini Strategi BRI Jangkau Pelosok Karo

Dipercaya BI Jadi Pengelola Utama SKM, Ini Strategi BRI Jangkau Pelosok Karo

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:16 WIB

Gerindra Tegaskan Survei Cuma Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Kebijakan Pemerintah

Gerindra Tegaskan Survei Cuma Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Kebijakan Pemerintah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:16 WIB

Misteri Tewasnya Satpam di Waduk Jatiluhur, Polda Jabar Turunkan Tim Gabungan

Misteri Tewasnya Satpam di Waduk Jatiluhur, Polda Jabar Turunkan Tim Gabungan

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:15 WIB

5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor

5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:15 WIB

Ngeri! Aksi Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jalan di Atas Api Viral di Medsos

Ngeri! Aksi Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jalan di Atas Api Viral di Medsos

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:13 WIB

Kasus Bocah Tersiram Air Panas, Puskesmas Waluran Perketat Pengawasan Pasien ODGJ

Kasus Bocah Tersiram Air Panas, Puskesmas Waluran Perketat Pengawasan Pasien ODGJ

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:07 WIB

Amerika Gagah di Perang Iran Tapi Lagi Rapuh di Dalam Negeri, Kenapa Bisa Begitu?

Amerika Gagah di Perang Iran Tapi Lagi Rapuh di Dalam Negeri, Kenapa Bisa Begitu?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:07 WIB

×