Tak Akan Meledak, Ilmuwan Ungkap Penyebab Bintang Raksasa Meredup

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 18 Juni 2021 | 08:18 WIB
Tak Akan Meledak, Ilmuwan Ungkap Penyebab Bintang Raksasa Meredup
Bintang raksasa Betelgeuse yang sempat meredup. [European Southern Observatory/AFP]

Suara.com - Bintang raksasa Betelgeuse, yang dikenal sebagai salah satu bintang paling terang di langit malam, sempat meredup selama hampir dua tahun lalu.

Para astronom dibuat bingung ketika melihat bintang yang terletak di konstelasi Orion itu kehilangan lebih dari dua pertiga kecerahannya pada akhir 2019.

Banyak ahli mulai berspekulasi bahwa bintang itu mungkin akan meledak.

Sebuah tim peneliti internasional mencoba menyelidiki penyebab peredupan besar Betelgeuse yang misterius.

Menggunakan Very Large Telescope (VLT) European Southern Observatory (ESO) di Chili, untuk menganalisis gambar bintang tersebut yang diambil selama bertahun-tahun.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature, para ilmuwan mengungkapkan bahwa peredupan itu disebabkan pembentukan debu bintang yang mengaburkan sebagian cahaya bintang.

Bintang raksasa Betelgeuse yang sempat meredup. [European Southern Observatory/AFP]
Bintang raksasa Betelgeuse yang sempat meredup. [European Southern Observatory/AFP]

"Sesekali, kami melihat penampakan bintang berubah secara real time dalam skala minggu. Kami telah menyaksikan secara langsung pembentukan apa yang disebut debu bintang.

Dilansir dari Metro.uk, Jumat (18/6/2021), Betelgeuse yang berjarak sekitar 500 tahun cahaya dari Bumi, telah mendekati akhir hidupnya dan berkembang menjadi bintang super raksasa berwarna merah.

Ketika mulai meredup, beberapa ahli mulai berspekulasi bahwa penurunan kecerahan menandakan kematiannya yang akan segera terjadi dalam ledakan supernova yang spektakuler.

baca juga

Namun, anehnya peredupan hanya berlangsung selama beberapa bulan dan Betelgeuse kembali ke tingkat kecerahan aslinya pada April 2020.

Para ilmuwan mengatakan bahwa permukaan Betelgeuse secara teratur berubah ketika gelembung gas bergerak, menyusut, dan membengkak di dalam bintang. Ini merupakan fenomena yang disebut pulsasi.

Ilmuwan percaya bahwa beberapa waktu selama peredupan besar terjadi, bintang mengeluarkan gelembung gas raksasa yang menjauh darinya.

Ketika sebagian permukaan mendingin, penurunan suhu itu membuat gas mengembun menjadi debu padat.

Very Large Telescope (VLT) European Southern Observatory (ESO) di Chili. [L.Calcada/European Southern Observatory/AFP]
Very Large Telescope (VLT) European Southern Observatory (ESO) di Chili. [L.Calcada/European Southern Observatory/AFP]

Para peneliti akan terus mengawasi bintang yang kira-kira berukuran 1.000 lebih besar dari Matahari itu, dengan harapan dapat melihatnya mengeluarkan gelembung gas lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astronom Ungkap Kandidat Eksoplanet Layak Huni Ada di Belakang Bumi

Astronom Ungkap Kandidat Eksoplanet Layak Huni Ada di Belakang Bumi

Tekno | Kamis, 11 Februari 2021 | 13:24 WIB

Bisa Makan Sayur di Luar Angkasa, Perdana Astronom Transplantasi Tanaman

Bisa Makan Sayur di Luar Angkasa, Perdana Astronom Transplantasi Tanaman

Tekno | Kamis, 04 Februari 2021 | 07:43 WIB

Astronom Deteksi 2 Galaksi Radio 62 Kali Lebih Besar dari Bimasakti

Astronom Deteksi 2 Galaksi Radio 62 Kali Lebih Besar dari Bimasakti

Tekno | Selasa, 26 Januari 2021 | 13:00 WIB

Astronom Temukan Lubang Hitam Supermasif Tertua

Astronom Temukan Lubang Hitam Supermasif Tertua

Tekno | Rabu, 20 Januari 2021 | 08:00 WIB

Gunakan AI, Astronom Temukan 1.200 Lensa Gravitasi Baru

Gunakan AI, Astronom Temukan 1.200 Lensa Gravitasi Baru

Tekno | Senin, 18 Januari 2021 | 13:30 WIB

Astronom Dibuat Bingung, Lubang Hitam Raksasa Ini Hindari Sinyal Deteksi

Astronom Dibuat Bingung, Lubang Hitam Raksasa Ini Hindari Sinyal Deteksi

Tekno | Senin, 04 Januari 2021 | 13:00 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×