BRIN dan Lembaga Riset Thailand Studi Pengolahan Porang

Liberty Jemadu

Selasa, 15 Februari 2022 | 00:27 WIB
BRIN dan Lembaga Riset Thailand Studi Pengolahan Porang
BRIN dan peneliti Thailand gelar riset pengolahan porang menjadi bahan pangan sehat. Foto: Umbi dari tanaman porang yang dapat diolah menjadi shirataki (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Thailand Institute of Scientific and Technologcal Research (TISTR) sedang melakukan riset pengolahan umbi porang sebagai bahan pangan dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Asia Tenggara.

"Kami berharap hasil penelitian ini dapat memproduksi pangan pokok yang sehat, seperti mi, beras, dan camilan yang sehat. Produk ini nantinya cocok dikonsumsi untuk program diet sehat dengan rasa yang enak," kata peneliti Pusat Riset dan Teknologi Tepat Guna (PRTTG) BRIN, Achmat Sarifudin dalam keterangannya di Jakarta, Senin. (14/2/2022).

Dalam penelitian bersama tersebut, BRIN melakukan riset teknologi pengolahan tepung porang dengan metode produksi hijau, yakni mengupayakan penggunaan bahan kimia yang tidak berbahaya atau basisnya air.

Bahan pelarut yang digunakan untuk mengekstrak glukomanan tidak dibuang ke lingkungan, sehingga bahan kimia tersebut bisa digunakan kembali untuk ekstraksi selanjutnya.

Achmat dan timnya mengembangkan teknologi peralatan sistem untuk mengekstraksi glukomanan dan menghilangkan asam oksalat. Jika asam oksalat dikonsumsi, akan menimbulkan rasa gatal serta gangguan pada ginjal jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

"Karena itu, fokus kami adalah bagaimana mendeteksi kandungan asam oksalat pada porang, karena ini menjadi titik kunci bahan pangan porang agar aman untuk dikonsumsi," ujar Achmat.

Sementara itu, tim TISTR melakukan riset pengembangan produk dengan memanfaatkan tiga bahan, yakni porang, daun kelor, dan lidah buaya.

Serangkaian tes yang akan dilakukan adalah karakteristik kimia, fisik, sensorik, kandungan gizi, masa simpan, dan efek glikemic index, serta respons enzim yang bereaksi terhadap penderita diabetes.

Penambahan bahan dari ekstrak daun kelor dan lidah buaya pada pengolahan umbi porang sebagai bahan pangan bertujuan untuk melengkapi kandungan gizi.

baca juga

Daun kelor sebagai superfood mengandung asam amino esensial, mineral kalsium, ferrum, magnesium, dan zinc, serta antioksidan. Sedangkan lidah buaya mengandung antioksidan tinggi.

"Kami ingin menghasilkan produk pangan pokok dan camilan yang kandungan glikemiknya rendah, kalori rendah, tinggi serat, dan mengandung prebiotik," kata Achmat.

PRTTG BRIN menargetkan pengembangan teknologi pengolahan porang hingga teknologi produk turunannya secara keseluruhan dapat rampung pada 2024.

"Saat ini skala penelitian masih skala laboratorium. Target terdekat kami, di tahun 2022, kami mengembangkan teknologi pengolahan tepung porang sampai skala pilot," ujar Achmat.

Riset bersama itu membawa tim kolaboratif BRIN dan TISTR memenangkan WAITRO Innovation Award (WIA) 2021. WIA 2021 berfokus pada ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan.

The World Association of Industrial and Tecnological Research Organization (WAITRO) adalah suatu asosiasi independen, non-pemerintah dan nirlaba yang didirikan pada 1970 di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebutuhan Kayu Sengon Tinggi, Tanaman Tahan Iklim Ekstrem Mulai Dikembangkan

Kebutuhan Kayu Sengon Tinggi, Tanaman Tahan Iklim Ekstrem Mulai Dikembangkan

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:05 WIB

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:55 WIB

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

News | Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB

Lawan Abrasi, Bagaimana Limbah Plastik Disulap Jadi Alat Penahan Ombak?

Lawan Abrasi, Bagaimana Limbah Plastik Disulap Jadi Alat Penahan Ombak?

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 14:55 WIB

Kurangi Ketergantungan Fosil, Bagaimana BRIN Ubah Minyak Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat?

Kurangi Ketergantungan Fosil, Bagaimana BRIN Ubah Minyak Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat?

News | Senin, 07 September 2026 | 10:58 WIB

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

News | Minggu, 06 September 2026 | 12:05 WIB

Memanen Panas yang Terbuang, Bagaimana BRIN Kembangkan Teknologi Termoelektrik?

Memanen Panas yang Terbuang, Bagaimana BRIN Kembangkan Teknologi Termoelektrik?

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:52 WIB

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:03 WIB

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Dinilai Sangat Memungkinkan

Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Dinilai Sangat Memungkinkan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Hujan Guyur Pekanbaru yang Tengah Dikepung Kabut Asap

Hujan Guyur Pekanbaru yang Tengah Dikepung Kabut Asap

Riau | Senin, 21 September 2026 | 14:33 WIB

Hasil Ekshumasi Sutrimo Diumumkan Pekan Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Diumumkan Pekan Ini!

News | Senin, 21 September 2026 | 14:32 WIB

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Saat Pakar Disebut 'Goblok': Mengapa Pemimpin Negara Harus Berbicara Berbasis Data?

Saat Pakar Disebut 'Goblok': Mengapa Pemimpin Negara Harus Berbicara Berbasis Data?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Merangkul Keragaman dengan Komedi di Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan

Merangkul Keragaman dengan Komedi di Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:30 WIB

Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 14:29 WIB

AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 14:28 WIB

Antara Fiksi dan Sejarah, Problematika Netflix di Serial Monster: The Lizzie Borden Story

Antara Fiksi dan Sejarah, Problematika Netflix di Serial Monster: The Lizzie Borden Story

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:24 WIB

5 Eye Cream Berbahan Kafein untuk Atasi Mata Panda, Kulit Segar Seketika

5 Eye Cream Berbahan Kafein untuk Atasi Mata Panda, Kulit Segar Seketika

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 14:24 WIB

×