Dampak Positif-Negatif Teknologi AI di Dunia Kesehatan

Dicky Prastya

Minggu, 17 Desember 2023 | 11:50 WIB
Dampak Positif-Negatif Teknologi AI di Dunia Kesehatan
Menkominfo Budi Arie Setiadi saat ditemui di sela-sela acara Anugerah Jurnalistik Kominfo 2023 (AJK) di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/11/2023) malam. [Suara.com/Dicky Prastya]

Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan sejumlah dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk dunia kesehatan.

Menurutnya, perkembangan teknologi di sektor patologi anatomi telah memberikan dampak besar. Proses diagnosis penyakit, penelitian medis, perawatan pasien, serta inovasi pun telah berkembang pesat.

“Inovasi teknologi seperti AI dan data analytics mampu meningkatkan efisiensi diagnosis dan rekomendasi medis kepada pasien dengan cepat dan aksesibel, membantu tenaga kesehatan melakukan tindakan medis hingga meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” kata Menkominfo, dikutip dari siaran pers Kominfo, Minggu (17/12/2023).

Budi Arie menjabarkan, adopsi teknologi digital dalam patologi anatomi telah mentransformasi proses histopatologi. Dulu itu memerlukan penggunaan mikroskop secara manual, kini menjadi sistem patologi digital.

Menurutnya sistem patologi digital seperti pencitraan digital, mikroskop virtual, hingga Whole Slide Imaging  (WSI) juga telah memungkinkan para patolog bekerja dengan gambar resolusi tinggi dari sampel jaringan secara elektronik.

“Sistem patologi digital turut memberikan kemudahan dalam memfasilitasi konsultasi jarak jauh, kolaborasi antara ahli dan penyimpanan data yang lebih efisien,” tuturnya.

Ditambahkan dia, pandemi Covid-19 juga telah membuka luas adopsi teknologi digital di bidang kesehatan. Budi Arie menilai hal itu dapat dilihat dari kebutuhan layanan kesehatan yang cepat dan akurat telah mendorong berbagai inovasi teknologi.

5 Efek negatif AI di dunia kesehatan
Kendati begitu, Budi Arie tak menampik kalau teknologi AI juga memiliki efek buruk untuk dunia kesehatan.

Pertama, munculnya potensi pelanggaran prinsip perlindungan data pribadi pasien akibat ketidaksiapan infrastruktur dan tata kelola data. Kedua, biaya yang relatif tinggi dalam proses adopsi AI.

baca juga

Ketiga, mengakibatkan adanya potensi miskonsepsi penggunaan kecerdasan buatan dengan anggapan AI lebih kredibel dan efisien konsultasi medis tanpa penegakan diagnosis dari tenaga kesehatan.

Keempat, terdapat bias dalam sistem AI apabila data yang digunakan untuk machine learning tidak representatif terhadap semua populasi, sehingga bisa merugikan kelompok marginal.

"Terakhir, belum adanya regulasi dan aturan hukum tentang pemanfaatan teknologi AI di bidang kesehatan,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MSI Memperkenalkan Laptop Prestige 13 dan Prestige 16 AI Evo dengan Prosesor Core Ultra

MSI Memperkenalkan Laptop Prestige 13 dan Prestige 16 AI Evo dengan Prosesor Core Ultra

Tekno | Minggu, 17 Desember 2023 | 11:00 WIB

Berbeda dari AI, Ini Pengertian Artificial General Intelligence

Berbeda dari AI, Ini Pengertian Artificial General Intelligence

Tekno | Sabtu, 16 Desember 2023 | 07:46 WIB

Proyek Satelit Satria 2 Dimulai 2024, Nilai Investasi Rp 13,7 Triliun

Proyek Satelit Satria 2 Dimulai 2024, Nilai Investasi Rp 13,7 Triliun

Tekno | Sabtu, 16 Desember 2023 | 00:02 WIB

Uji Coba Sukses, Satelit Satria 1 Resmi Beroperasi di Indonesia Januari 2024

Uji Coba Sukses, Satelit Satria 1 Resmi Beroperasi di Indonesia Januari 2024

Tekno | Jum'at, 15 Desember 2023 | 23:17 WIB

Terlibat Kasus Korupsi BTS 4G, Bersih-bersih BAKTI Kominfo Dimulai Tahun Depan

Terlibat Kasus Korupsi BTS 4G, Bersih-bersih BAKTI Kominfo Dimulai Tahun Depan

Tekno | Jum'at, 15 Desember 2023 | 19:51 WIB

Mudah Diperoleh, Berikut 3 Bahan Alami untuk Menyehatkan Paru-paru

Mudah Diperoleh, Berikut 3 Bahan Alami untuk Menyehatkan Paru-paru

Your Say | Jum'at, 15 Desember 2023 | 19:30 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×