Riset Ungkap Industri Hotel Kini Target Baru Serangan Hacker di Indonesia

Dicky Prastya

Rabu, 23 Juli 2025 | 22:17 WIB
Riset Ungkap Industri Hotel Kini Target Baru Serangan Hacker di Indonesia
ilustrasi hacker. (Standert on Freepik)

Suara.com - Ensign InfoSecurity menerbitkan riset terbarunya bertajuk Laporan Lanskap Ancaman Siber (Cyber Threat Landscape Report) 2025. Temuan ini mengungkap soal fenomena serangan siber di kawasan Asia Pasifik sepanjang tahun 2024, termasuk Indonesia.

Laporan itu mengungkapkan kalau industri yang paling ditarget serangan siber di Indonesia masih relatif sama dengan tahun sebelumnya.

Mereka adalah sektor teknologi, media dan telekomunikasi (TMT), keuangan, perbankan dan asuransi, serta layanan publik. Namun temuan barunya adalah sektor perhotelan (hospitality) yang kini menjadi sasaran baru bagi para pelaku serangan siber atau hacker.

Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia, Adithya Nugraputra mengungkapkan bentuk serangan siber yang terjadi selama periode tersebut hampir setengahnya berupa Distributed Denial-of-Service (DDoS).

DDoS adalah serangan siber di mana penyerang mengganggu operasi normal dengan membanjiri server, sistem, atau jaringan.

Selain itu jenis serangan siber lainnya berupa kebocoran data yang berkontribusi sekitar 25 persen dari jenis serangan. Data tersebut meliputi Informasi Pribadi yang Dapat Diidentifikasi (PII), kredensial pribadi, kekayaan intelektual, dan informasi rahasia lainnya.

Hacker 'berkomplot' jadi ancaman baru

Selain itu ia juga menemukan kalau kelompok hacker kini mulai berevolusi, baik dari segi skala maupun kemampuan. Menurutnya, perubahan ini dipicu oleh meningkatnya kolaborasi antar pelaku di gerakan ekonomi siber bawah tanah.

Aditya menerangkan kalau penyerang ini nyatanya mulai berkomplot bersama kelompok hacktivist dan pelaku kejahatan terorganisir guna meningkatkan kemampuan mereka dalam mendanani kampanye serangan siber yang berbasis ideologi.

baca juga

“Perubahan bentuk gerakan hacktivisme menandai pergeseran serangan siber yang awalnya murni didorong oleh ideologi, menjadi sebuah kejahatan yang termotivasi oleh keinginan untuk memperoleh imbalan finansial," ungkapnya, dikutip dari siaran pers, Rabu (23/7/2025).

Menurut dia, gerakan siber bawah tanah kini semakin memicu adanya persaingan sekaligus kolaborasi antar pelaku, sehingga meningkatkan efektivitas serta tingkat keberhasilan serangan mereka.

“Kelompok-kelompok gabungan ini, ditambah dengan meluasnya tingkat kerentanan dalam rantai pasok sistem keamanan siber, menjadikan para pelaku kejahatan siber, seperti hacktivist, menjadi lebih kuat, gigih, dan sulit untuk dilumpuhkan," papar Aditya.

Ekonomi siber bawah tanah ini berkembang menjadi ekosistem yang matang dan saling terintegrasi. Para pelaku kejahatan siber, termasuk kelompok ransomware, Initial Access Brokers (IABs), dan kelompok hacktivist, bekerja sama untuk menjalankan serangan.

Ditemukan kalau setiap kelompok memiliki spesialisasi peran dalam serangan, dengan motif untuk mendapatkan keuntungan dari berbagai sumber.

Misalnya, IABs mengadopsi model satu serangan yang dijual ke banyak pihak, yaitu ketika mereka memperjualbelikan akses masuk (seperti password) kepada berbagai pihak.

Sementara itu, pelaku serangan siber yang didukung negara (state-sponsored group) kerap menggunakan kelompok kejahatan siber lain untuk menjalankan serangan mereka, sehingga mereka sulit terdeteksi sebagai dalang di balik serangan tersebut.

Keterlibatan beberapa kelompok kejahatan siber dalam sebuah serangan ini tentunya mempersulit upaya penelusuran untuk mengetahui dalang utama di balik serangan tersebut.

Tingkat kecanggihan serangan siber terhadap rantai pasok sistem keamanan siber terus meningkat, dengan sasaran utamanya adalah perusahaan penyedia perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan yang kemudian disusupi secara organisasi.

Perusahaan yang bergerak di jasa bisnis dan profesional seperti firma hukum, akuntansi, dan konsultasi, menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan ini karena tingkat kepercayaaan yang tinggi dari klien yang memungkinkan mereka menyimpan data sensitif dalam jumlah besar.

Secara umum, beber Aditya, perusahaan yang bergerak di industri tersebut memiliki kemampuan pertahanan siber yang relatif rendah, menjadikan mereka jalur masuk yang menarik untuk penetrasi serangan siber sebelum mengakses jaringan yang lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Terbaru Video Andini Permata hingga Serangan Siber Mengintai

Update Terbaru Video Andini Permata hingga Serangan Siber Mengintai

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 15:30 WIB

Panglima Militer Singapura Temui Menhan, Bahas Latihan Besar-besaran dan Kerja Sama Siber

Panglima Militer Singapura Temui Menhan, Bahas Latihan Besar-besaran dan Kerja Sama Siber

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 16:15 WIB

Lecehkan Keponakan Laki-laki dan Jual Foto Kemaluan, Paman Paruh Baya Ditangkap di Karawaci

Lecehkan Keponakan Laki-laki dan Jual Foto Kemaluan, Paman Paruh Baya Ditangkap di Karawaci

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 23:13 WIB

Serangan Malware di HP Android Tercatat Melonjak di Awal 2025

Serangan Malware di HP Android Tercatat Melonjak di Awal 2025

Tekno | Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:55 WIB

Telkomsel Keok! Ini Dia Operator dengan Internet Terbaik di Indonesia Tahun 2025

Telkomsel Keok! Ini Dia Operator dengan Internet Terbaik di Indonesia Tahun 2025

Tekno | Jum'at, 18 Juli 2025 | 17:45 WIB

Google Cloud Meluncurkan Data Region Operasi Keamanan demi Perkuat Keamanan Siber Indonesia

Google Cloud Meluncurkan Data Region Operasi Keamanan demi Perkuat Keamanan Siber Indonesia

Tekno | Jum'at, 18 Juli 2025 | 15:38 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×