Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Agung Pratnyawan

Senin, 06 Oktober 2025 | 18:48 WIB
Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun
Luas es laut di Antartika selama musim dingin tahun ini mencapai titik terendah ketiga sejak pemantauan satelit dimulai hampir setengah abad lalu - Ilustrasi es laut di Antartika [Pixabay]

Suara.com - Kawasan Kutub Selatan kembali mencatat rekor mencemaskan. Luas es laut di Antartika selama musim dingin tahun ini mencapai titik terendah ketiga sejak pemantauan satelit dimulai hampir setengah abad lalu.

Para ilmuwan menilai fenomena ini sebagai tanda kuat bahwa dampak perubahan iklim kini makin terasa di ujung selatan Bumi.

Menurut data sementara dari Pusat Data Salju dan Es Nasional Amerika Serikat (NSIDC) yang berbasis di Universitas Colorado Boulder, es laut Antartika mencapai puncak musim dingin pada 17 September 2025 dengan luas 17,81 juta kilometer persegi.

Mengutip dari Carbon Brief (1/10/2025), angka ini berada 900.000 kilometer persegi di bawah rata-rata historis periode 1981–2010.

Dr. Ted Scambos selaku peneliti senior dari NSIDC menjelaskan bahwa penurunan ini menjadi bagian dari tren panjang berkurangnya tutupan es laut Antartika dalam beberapa tahun terakhir.

Kecenderungan penurunan yang terus terjadi menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas dan potensi pencairan lapisan es di wilayah ini,” ujarnya dikutip dari Carbon Brief (1/10/2025).

Hingga beberapa tahun lalu, para ilmuwan masih mencatat fluktuasi es laut Antartika yang cenderung stabil, bahkan sempat meningkat sedikit.

Namun, sejak 2016, tren tersebut berbalik arah. Scambos mengatakan bahwa perairan sekitar Antartika kini makin hangat karena suhu lautan global terus naik.

Tampaknya panas dari samudra dunia mulai meresap ke perairan dekat Antarktika. Perubahan iklim akhirnya benar-benar berpengaruh pada wilayah ini,” tambahnya.

baca juga

Meski mencairnya es laut tidak langsung meningkatkan permukaan air laut karena sifatnya yang mengapung, hilangnya lapisan putih reflektif membuat sinar matahari yang biasanya dipantulkan justru diserap oleh laut.

Pemandangan di Antartika. [Shutterstock]
Pemandangan di Antartika. [Shutterstock]

Hal ini mempercepat pemanasan kawasan dan mengganggu keseimbangan iklim global.

Selain itu, es laut berfungsi sebagai pelindung alami lapisan es daratan Antarktika. Saat es laut berkurang, ombak dan angin laut bisa lebih mudah menghantam pantai, mempercepat aliran gletser ke laut, dan pada akhirnya memicu kenaikan permukaan air laut.

Di sisi lain, perubahan ini juga bisa memunculkan efek yang berlawanan. Scambos menyebut, meningkatnya kelembaban udara akibat laut yang lebih hangat berpotensi menyebabkan peningkatan curah salju di Antartika.

Udara lembab yang membawa badai bisa menghasilkan lebih banyak salju di benua tersebut, yang sedikit banyak bisa menunda kenaikan permukaan laut,” katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa efek penyeimbang ini hanya bersifat sementara. Dalam jangka panjang, pemanasan global yang terus berlanjut justru akan membuat lapisan es di daratan Antartika semakin menipis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Serangga Asli Antartika Melawan Dingin

Bagaimana Serangga Asli Antartika Melawan Dingin

Tekno | Sabtu, 15 Februari 2025 | 21:00 WIB

90 Juta Tahun Lalu, Antartika Hutan Lebat dan Tempat Tinggal Dinosaurus

90 Juta Tahun Lalu, Antartika Hutan Lebat dan Tempat Tinggal Dinosaurus

Tekno | Selasa, 28 Januari 2025 | 18:00 WIB

10 Ekspedisi Paling Menyeramkan ke Antartika

10 Ekspedisi Paling Menyeramkan ke Antartika

Tekno | Rabu, 22 Januari 2025 | 20:05 WIB

Gambar NASA Menunjukkan Antartika Menjadi Lebih Hijau Saat Es Mencair

Gambar NASA Menunjukkan Antartika Menjadi Lebih Hijau Saat Es Mencair

Tekno | Selasa, 10 Desember 2024 | 09:56 WIB

Mengapa Bumi Terus Berputar?

Mengapa Bumi Terus Berputar?

Tekno | Senin, 09 Desember 2024 | 12:43 WIB

Apa Pekerjaan Apris Devita? Istri Aktor Guntur Triyoga yang Liburan ke Antartika dengan Biaya Super Mahal

Apa Pekerjaan Apris Devita? Istri Aktor Guntur Triyoga yang Liburan ke Antartika dengan Biaya Super Mahal

Lifestyle | Kamis, 05 Desember 2024 | 12:54 WIB

Terkini

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:45 WIB

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Sumut | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:38 WIB

Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi

Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:36 WIB

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:35 WIB

Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Bau Sampah Berkurang

Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Bau Sampah Berkurang

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:24 WIB

Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit

Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:23 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Ada Alasan Lanjutkan Program MBG

Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Ada Alasan Lanjutkan Program MBG

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:22 WIB

×