Wamen Komdigi Soroti Bahaya AI Deepfake, Minta Konten Diberi Watermark agar Tak Menyesatkan

Dythia Novianty

Sabtu, 18 April 2026 | 10:21 WIB
Wamen Komdigi Soroti Bahaya AI Deepfake, Minta Konten Diberi Watermark agar Tak Menyesatkan
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Wamen Komdigi Nezar Patria menekankan pentingnya penggunaan watermark pada konten AI untuk mencegah penyebaran konten manipulatif seperti deepfake.
  • Pemberian tanda khusus pada konten AI bertujuan melindungi masyarakat rentan agar tidak mudah terpapar hoaks dan disinformasi digital.
  • Pemerintah tengah berkolaborasi dengan perusahaan teknologi global untuk mendukung implementasi kebijakan pemberian watermark pada konten buatan kecerdasan buatan.

Suara.com - Wakil Mentri (Wamen) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menegaskan pentingnya pemberian watermark pada konten yang dihasilkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), terutama di tengah maraknya konten manipulatif seperti deepfake di internet.

Dalam pernyataannya di Yogyakarta usai membuka Workshop AI Talent Factory di Universitas Gadjah Mada, Nezar mengingatkan bahwa teknologi generatif kini mampu menciptakan konten yang sangat realistis, mulai dari gambar hingga suara, yang sulit dibedakan dari aslinya.

“Generatif AI bisa menghasilkan foto yang sangat mirip, bahkan suara seseorang yang tidak pernah mengucapkan kata-kata tersebut dalam kenyataan, tapi muncul di ruang digital,” ujarnya dikutip dari laman Antara, Sabtu (18/4/2026).

Ia menekankan, kondisi ini membuat watermark menjadi krusial sebagai penanda bahwa sebuah konten merupakan hasil AI.

“Di sinilah pentingnya pengembang dan pengguna AI untuk memberikan tanda atau watermark bahwa ini adalah produk AI,” tegasnya.

Menurut Nezar, keberadaan watermark sangat membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti orang tua dan lansia yang belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi digital.

Ilustrasi Deepfake (pexels.com/Markus Winkler)
Ilustrasi Deepfake (pexels.com/Markus Winkler)

Tanpa penanda yang jelas, mereka berisiko lebih mudah terpapar hoaks dan disinformasi yang beredar di media sosial.

“Kita tahu banyak orang tua yang kesulitan membedakan apakah informasi di dunia digital itu benar atau tidak,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa regulasi pemerintah melalui PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas lebih difokuskan pada perlindungan anak di ruang digital, sehingga belum secara spesifik menyasar kelompok usia lanjut.

baca juga

“PP Tunas memang didedikasikan untuk menciptakan lanskap digital yang sehat bagi anak-anak, jadi tidak menyasar yang tua-tua,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kementerian Komunikasi dan Digital terus menjalin komunikasi dengan berbagai perusahaan teknologi global untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.

Sejumlah platform besar seperti Google, Meta, dan TikTok disebut menunjukkan respons positif.

“Dialog terus berjalan dengan sejumlah tech companies, dan kami mengapresiasi respons kolaboratif mereka dalam mengadopsi aturan, termasuk pembatasan usia dan solusi teknologi konkret,” kata Nezar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Robot Vacuum dan AI Jadi Tren, LG Bidik Lonjakan Permintaan Smart Cleaning di Indonesia

Robot Vacuum dan AI Jadi Tren, LG Bidik Lonjakan Permintaan Smart Cleaning di Indonesia

Tekno | Sabtu, 11 April 2026 | 16:08 WIB

Lintasarta Andalkan AI Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran 2026: Pemulihan Jaringan Lebih Cepat 60%

Lintasarta Andalkan AI Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran 2026: Pemulihan Jaringan Lebih Cepat 60%

Tekno | Sabtu, 11 April 2026 | 15:30 WIB

Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI

Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI

Tekno | Jum'at, 10 April 2026 | 15:49 WIB

LG Unjuk Inovasi AI di InnoFest 2026 APAC, Fokus pada Smart Home Masa Depan

LG Unjuk Inovasi AI di InnoFest 2026 APAC, Fokus pada Smart Home Masa Depan

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 19:47 WIB

Serangan Deepfake AI Diprediksi Bakal Merajalela di 2025

Serangan Deepfake AI Diprediksi Bakal Merajalela di 2025

Tekno | Rabu, 15 Januari 2025 | 06:07 WIB

Waspada! Penipuan 'Deepfake' Melonjak 1.550% di Indonesia, Anda Bisa Jadi Korban Berikutnya

Waspada! Penipuan 'Deepfake' Melonjak 1.550% di Indonesia, Anda Bisa Jadi Korban Berikutnya

Tekno | Sabtu, 02 November 2024 | 10:01 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×