-
BMKG menyatakan narasi kemarau terparah dalam 30 tahun adalah disinformasi.
-
Kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan panjang, tetapi bukan yang terparah.
-
Puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
BMKG Peringatkan Potensi El Niño 2026
Indonesia diprediksi akan menghadapi musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih lama pada 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa perubahan iklim ini menuntut kewaspadaan dan langkah antisipasi dari semua pihak.
Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, awal musim kemarau sudah di depan mata. "Secara umum hampir 50 persen dari zona musim di Indonesia itu memasuki kemarau lebih cepat ya, lebih cepat di bulan April kira-kira," ujarnya.
Puncak dari musim kemarau ini diprediksi terjadi pada Agustus, di mana sebagian besar wilayah Indonesia akan merasakan kondisi lebih kering dibanding biasanya.
Faktor yang memperkuat prediksi ini adalah potensi berkembangnya fenomena El Niño pada semester kedua 2026.
Meskipun saat ini El Niño diprediksi berada pada kategori lemah hingga moderat, kombinasinya dengan musim kemarau patut diwaspadai.
“Musim Kemarau dan El Nino itu dua fenomena yang terpisah. Yang kita khawatirkan adalah ketika musim kemarau, fase El Nino-nya sedang aktif. Kondisi inilah yang terjadi pada tahun 2015, 2019, 2023, serta diprediksi mulai tahun 2026 ini. BMKG akan terus memantau agar prediksi ke depannya lebih akurat,” jelas Faisal.
Menghadapi tantangan ini, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di daerah-daerah yang masih memiliki potensi awan.