- Peneliti menemukan perhiasan Yunani kuno terbuat dari besi meteorit.
- Besi meteorit perhiasan Yunani kuno diduga diimpor dari Mesir.
- Tren perhiasan Yunani kuno berbahan meteorit lenyap di Zaman Perunggu.
Suara.com - Para bangsawan Yunani Kuno pada Zaman Perunggu tampaknya memiliki selera perhiasan yang cukup unik mengenakan cincin yang dibuat dari material luar angkasa.
Berdasarkan analisis kimia terhadap 91 senjata dan perhiasan besi kuno, para peneliti menemukan jejak nikel pada sekitar satu lusin cincin stempel.
Keberadaan nikel dalam jumlah tinggi bahkan hingga 50 persen merupakan indikator kuat bahwa besi tersebut berasal dari meteorit, sebagaimana dilaporkan dalam Journal of Archaeological Science edisi Agustus 2026.
Cincin-cincin ini ditemukan di reruntuhan makam elit, permukiman, hingga kuil di Yunani selatan dan Kreta, dengan lapisan emas dan perak yang menambah kesan mewahnya.
Status Tinggi dan Jalur Perdagangan Kuno
Menurut Eleni Mantzourani, arkeolog prasejarah dari Universitas Athena, temuan ini menunjukkan bahwa besi meteorit dipandang sebagai logam yang sangat bernilai tinggi.
Logam langka ini sengaja dipilih untuk membuat benda-benda istimewa bagi kelompok elit bangsawan Mykenai dan Minoan.
Besi meteorit memang sangat dihargai di dunia kuno, terutama di Mesir yang iklim gurunnya membantu menjaga kelestarian batuan luar angkasa tersebut.
Salah satu contoh terkenal adalah belati besi meteorit di makam Raja Tutankhamun. Namun, penggunaannya di Yunani Kuno cukup mengejutkan karena wilayah pesisirnya membuat meteorit sulit ditemukan akibat sebagian besar jatuh ke laut.
Oleh karena itu, para peneliti menduga logam tersebut diimpor dari Mesir, yang menjadi bukti adanya jaringan perdagangan antar wilayah pada masa itu.
Metode Penelitian dan Hilangnya Tren
Dikutip dari Science News, penelitian yang dipimpin oleh Mantzourani dan Matthieu Gounelle, astrofisikawan sekaligus ahli kimia dari Museum Sejarah Alam Prancis di Paris menggunakan metode fluoresensi sinar-X untuk menguji benda besi dari 33 situs arkeologi berusia 3.000 hingga 4.000 tahun.
Hasil analisis yang dilakukan, sebagian besar objek besi yang diuji ternyata tidak mengandung nikel sama sekali.
Hal ini menandakan bahwa besi tersebut dilebur dari bijih biasa menggunakan teknologi peleburan sederhana yang mendahului Zaman Besi.
Menariknya, terdapat 13 benda yang seluruhnya berupa cincin stempel atau serpihannya yang terdeteksi memiliki jejak nikel.
Para peneliti memperkirakan setidaknya 10 dari cincin tersebut terbuat dari besi meteorit, sedangkan 3 sisanya masih membutuhkan penelitian dan analisis lebih lanjut.
Uniknya, cincin berbahan besi meteorit yang berasal dari era setelah abad ke-12 SM tidak lagi ditemukan di wilayah tersebut.
Hilangnya tren perhiasan mewah ini bertepatan dengan periode runtuhnya Zaman Perunggu Akhir momen yang mengakhiri peradaban Mykenai di Yunani selatan serta peradaban Minoan di Kreta.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah