Penelitian Terbaru Ungkap Rahasia Perhiasan Yunani Kuno, Ternyata Terbuat dari Besi Meteorit Langka

Agung Pratnyawan

Selasa, 08 September 2026 | 16:22 WIB
Penelitian Terbaru Ungkap Rahasia Perhiasan Yunani Kuno, Ternyata Terbuat dari Besi Meteorit Langka
Tiga cincin yang dibuat pada masa Yunani Kuno ini dipercaya dibuat dari campuran material luar angkasa. [M. Gounelle, E. Mantzourani/J. Archaeological Science]
baca 10 detik
  • Peneliti menemukan perhiasan Yunani kuno terbuat dari besi meteorit.
  • Besi meteorit perhiasan Yunani kuno diduga diimpor dari Mesir.
  • Tren perhiasan Yunani kuno berbahan meteorit lenyap di Zaman Perunggu.

Suara.com - Para bangsawan Yunani Kuno pada Zaman Perunggu tampaknya memiliki selera perhiasan yang cukup unik mengenakan cincin yang dibuat dari material luar angkasa.

Berdasarkan analisis kimia terhadap 91 senjata dan perhiasan besi kuno, para peneliti menemukan jejak nikel pada sekitar satu lusin cincin stempel.

Keberadaan nikel dalam jumlah tinggi bahkan hingga 50 persen merupakan indikator kuat bahwa besi tersebut berasal dari meteorit, sebagaimana dilaporkan dalam Journal of Archaeological Science edisi Agustus 2026.

Cincin-cincin ini ditemukan di reruntuhan makam elit, permukiman, hingga kuil di Yunani selatan dan Kreta, dengan lapisan emas dan perak yang menambah kesan mewahnya.

Status Tinggi dan Jalur Perdagangan Kuno

Menurut Eleni Mantzourani, arkeolog prasejarah dari Universitas Athena, temuan ini menunjukkan bahwa besi meteorit dipandang sebagai logam yang sangat bernilai tinggi.

Logam langka ini sengaja dipilih untuk membuat benda-benda istimewa bagi kelompok elit bangsawan Mykenai dan Minoan.

Besi meteorit memang sangat dihargai di dunia kuno, terutama di Mesir yang iklim gurunnya membantu menjaga kelestarian batuan luar angkasa tersebut.

Salah satu contoh terkenal adalah belati besi meteorit di makam Raja Tutankhamun. Namun, penggunaannya di Yunani Kuno cukup mengejutkan karena wilayah pesisirnya membuat meteorit sulit ditemukan akibat sebagian besar jatuh ke laut.

baca juga

Oleh karena itu, para peneliti menduga logam tersebut diimpor dari Mesir, yang menjadi bukti adanya jaringan perdagangan antar wilayah pada masa itu.

Metode Penelitian dan Hilangnya Tren

Dikutip dari Science News, penelitian yang dipimpin oleh Mantzourani dan Matthieu Gounelle, astrofisikawan sekaligus ahli kimia dari Museum Sejarah Alam Prancis di Paris menggunakan metode fluoresensi sinar-X untuk menguji benda besi dari 33 situs arkeologi berusia 3.000 hingga 4.000 tahun.

Hasil analisis yang dilakukan, sebagian besar objek besi yang diuji ternyata tidak mengandung nikel sama sekali.

Hal ini menandakan bahwa besi tersebut dilebur dari bijih biasa menggunakan teknologi peleburan sederhana yang mendahului Zaman Besi. 

Menariknya, terdapat 13 benda yang seluruhnya berupa cincin stempel atau serpihannya yang terdeteksi memiliki jejak nikel.

Para peneliti memperkirakan setidaknya 10 dari cincin tersebut terbuat dari besi meteorit, sedangkan 3 sisanya masih membutuhkan penelitian dan analisis lebih lanjut. 

Uniknya, cincin berbahan besi meteorit yang berasal dari era setelah abad ke-12 SM tidak lagi ditemukan di wilayah tersebut.

Hilangnya tren perhiasan mewah ini bertepatan dengan periode runtuhnya Zaman Perunggu Akhir momen yang mengakhiri peradaban Mykenai di Yunani selatan serta peradaban Minoan di Kreta.

Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arkeolog Temukan Ribuan Struktur Misterius Suku Aquiry yang di Hutan Amazon

Arkeolog Temukan Ribuan Struktur Misterius Suku Aquiry yang di Hutan Amazon

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 06:30 WIB

Arkeolog Kembali Temukan Kota Mesir Kuno Berusia 2.500 Tahun yang Hilang di Delta Nil

Arkeolog Kembali Temukan Kota Mesir Kuno Berusia 2.500 Tahun yang Hilang di Delta Nil

Tekno | Selasa, 09 Desember 2025 | 08:13 WIB

Misteri Abad ke-20 Terpecahkan: Lubang Aneh di Peru Diduga sebagai Pasar Kuno

Misteri Abad ke-20 Terpecahkan: Lubang Aneh di Peru Diduga sebagai Pasar Kuno

Tekno | Selasa, 11 November 2025 | 18:45 WIB

Terkini

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

×