Cara Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Beda Penyebut yang Wajib Dikuasai

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 10 September 2026 | 17:24 WIB
Cara Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Beda Penyebut yang Wajib Dikuasai
Penjumlahan dan pengurangan pecahan beda penyebut. (Suara.com/AI)
baca 10 detik
  • Tutor akademis David Jia menjelaskan cara menyamakan penyebut pecahan melalui perkalian langsung atau metode KPK.
  • Made dan Lulu menggunakan KPK untuk menyamakan penyebut saat menghitung sisa piza pada portal Ruangguru.
  • Hasil akhir perhitungan pecahan dapat disederhanakan menjadi bentuk pecahan campuran dengan pembagi yang sama.

Suara.com - Pernahkah Anda membagi potongan piza atau kue bersama teman dan bingung menghitung total bagian yang tersisa?

Dalam pelajaran matematika, persoalan ini kerap muncul saat kita berhadapan dengan operasi penjumlahan atau pengurangan pecahan biasa yang memiliki angka bawah berbeda.

Sebelum melangkah ke cara pengerjaannya, mari kita kenali dulu dua istilah penting dalam pecahan.

Fakta Penting Pecahan

Apa Itu Pembilang dan Penyebut?

Angka yang berada di bagian atas disebut pembilang, sedangkan angka yang berada di bagian bawah dinamakan penyebut.

Ketika dua pecahan memiliki angka penyebut yang berbeda, kita tidak bisa langsung menjumlahkan atau mengurangkan angka pembilangnya begitu saja.

Kita wajib menyamakan penyebutnya terlebih dahulu agar mendapatkan apa yang disebut sebagai pecahan setara yaitu pecahan yang nilainya sama meskipun angka pembilang dan penyebutnya telah disesuaikan.

Cara Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Beda Penyebut

Penjumlahan dan pengurangan pecahan beda penyebut. (Suara.com/AI)
Penjumlahan dan pengurangan pecahan beda penyebut. (Suara.com/AI)

Langkah awal yang paling krusial adalah menentukan penyebut baru yang dapat dibagi habis oleh kedua penyebut awal. Tutor akademis David Jia memaparkan dua cara sederhana untuk menemukan angka penyebut yang sama ini.

Cara pertama yang paling cepat adalah dengan mengalikan kedua angka penyebut secara langsung.

Sebagai contoh, jika kita memiliki pecahan 9/11 dan 2/4, kita cukup mengalikan penyebut 11 dengan 4 sehingga diperoleh penyebut baru sebesar 44.

baca juga

Cara kedua adalah dengan mencari angka kelipatan terkecil yang sama atau dikenal dengan istilah Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).

Metode KPK ini sangat membantu jika kita ingin bekerja dengan angka yang lebih kecil.

Contohnya pada penjumlahan 5/6 dan 2/9, kita dapat mendaftar kelipatan dari 6 (6, 12, 18, 24) dan kelipatan dari 9 (9, 18, 27, 36).

Angka terkecil yang muncul pada kedua daftar tersebut adalah 18, sehingga angka 18 inilah yang dijadikan sebagai penyebut yang sama.

Setelah menemukan penyebut baru, langkah berikutnya adalah mengubah angka pembilang pada masing-masing pecahan agar menjadi pecahan setara.

Caranya adalah dengan membagi penyebut baru dengan penyebut lama, lalu mengalikan hasilnya dengan angka pembilang awal.

Contoh Soal dan Pengaplikasiannya

Proses ini dapat kita lihat pada kisah Made dan Lulu di portal edukasi Ruangguru saat menghitung sisa piza.

Penjumlahan

Ketika menjumlahkan 5/7 dan 1/3, mereka menentukan KPK dari penyebut 7 dan 3 yaitu 21. Untuk pecahan 5/7, angka 21 dibagi 7 menghasilkan 3, lalu 3 dikali pembilang 5 sehingga menjadi 15/21.

Sedangkan untuk pecahan 1/3, angka 21 dibagi 3 menghasilkan 7, lalu 7 dikali pembilang 1 menjadi 7/21.

Jika seluruh penyebut sudah bernilai sama, kita tinggal menjumlahkan atau mengurangkan angka pembilangnya. Pada kasus piza Made dan Lulu, penjumlahan 15/21 + 7/21 menghasilkan 22/21.

Pengurangan

Prinsip yang sama berlaku sepenuhnya untuk operasi pengurangan. Pada contoh pecahan 9/11 dan 2/4 yang telah diubah dengan penyebut 44, bentuk pecahannya masing-masing menjadi 36/44 dan 22/44.

Jika kita ingin melakukan operasi penjumlahan, hasilnya adalah 36/44 + 22/44 = 58/44. Sebaliknya, jika kita ingin melakukan pengurangan, kita cukup mengurangkan pembilangnya saja: 36/44 - 22/44 = 14/44.

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah merapikan hasil akhir perhitungan. Apabila angka pembilang lebih besar daripada angka penyebutnya yang sering disebut pecahan biasa kita dapat mengubahnya menjadi pecahan campuran.

Caranya adalah dengan membagi angka pembilang dengan penyebutnya, lalu menuliskan sisa pembagian tersebut sebagai pecahan baru. Pada contoh 58/44, hasil pembagian 58 dengan 44 adalah 1 dengan sisa 14, sehingga dapat ditulis menjadi 1 14/44.

Terakhir, pastikan untuk menyederhanakan pecahan ke bentuk paling kecil. Caranya dengan membagi pembilang dan penyebut menggunakan angka pembagi yang sama.

Bagian pecahan 14/44 dapat dibagi 2 pada bagian atas dan bawahnya sehingga menghasilkan 7/22. Dengan demikian, bentuk pecahan campuran paling sederhana dari 58/44 adalah 1 7/22.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumus Volume dan Luas Permukaan Limas Segi Empat, Lengkap dengan Contoh Soalnya

Rumus Volume dan Luas Permukaan Limas Segi Empat, Lengkap dengan Contoh Soalnya

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 09:15 WIB

Mengenal Perbedaan Simetri Lipat dan Simetri Putar, Lengkap dengan Contohnya

Mengenal Perbedaan Simetri Lipat dan Simetri Putar, Lengkap dengan Contohnya

Tekno | Rabu, 09 September 2026 | 11:15 WIB

Mengenal Bangun Datar yang Tidak Memiliki Simetri Lipat dan Contohnya

Mengenal Bangun Datar yang Tidak Memiliki Simetri Lipat dan Contohnya

Tekno | Jum'at, 04 September 2026 | 14:51 WIB

Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran dan Sebaliknya, Lengkap dengan Contoh

Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran dan Sebaliknya, Lengkap dengan Contoh

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 15:01 WIB

Rumus Pythagoras Segitiga Siku-Siku: Penjelasan Lengkap, Sejarah, dan Contoh Soalnya

Rumus Pythagoras Segitiga Siku-Siku: Penjelasan Lengkap, Sejarah, dan Contoh Soalnya

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 14:43 WIB

Terkini

Muncul Isu Aksi Massa Black September, Analis Yakin Polri Mampu Tangani

Muncul Isu Aksi Massa Black September, Analis Yakin Polri Mampu Tangani

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:20 WIB

Film "Istimewa" Segera Tayang, Mathias Muchus Sampaikan Pesan Menyentuh dan Berbagi Kisah Syuting

Film "Istimewa" Segera Tayang, Mathias Muchus Sampaikan Pesan Menyentuh dan Berbagi Kisah Syuting

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 17:18 WIB

Eks Menpora Dito Sebut Yaqut Tak Terlibat dalam Pembahasan Kuota Haji Jokowi dan Arab Saudi

Eks Menpora Dito Sebut Yaqut Tak Terlibat dalam Pembahasan Kuota Haji Jokowi dan Arab Saudi

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:16 WIB

6 Cara Membedakan Flek Hitam Biasa dengan Nevus of Hori

6 Cara Membedakan Flek Hitam Biasa dengan Nevus of Hori

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 17:15 WIB

AI Digunakan Sehari-hari, Sleman Dorong Kampus dan UMKM Bertransformasi Digital

AI Digunakan Sehari-hari, Sleman Dorong Kampus dan UMKM Bertransformasi Digital

Jogja | Kamis, 10 September 2026 | 17:13 WIB

IHSG Merosot Tajam Balik ke Level 6.500, Ini Biang Keroknya

IHSG Merosot Tajam Balik ke Level 6.500, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:10 WIB

Keracunan MBG Tak Cuma soal Diare, Pakar Ungkap Risiko Gangguan Fungsi Otak

Keracunan MBG Tak Cuma soal Diare, Pakar Ungkap Risiko Gangguan Fungsi Otak

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:08 WIB

Berapa Jarak Duduk Ideal yang Aman dari Mata untuk Smart TV 50 Inci 4K?

Berapa Jarak Duduk Ideal yang Aman dari Mata untuk Smart TV 50 Inci 4K?

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 17:05 WIB

Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos

Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:04 WIB

Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana

Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:02 WIB

×