- CapCut menggelar AI Content Fest 2026 di CGV Grand Indonesia pada Kamis, 17 September 2026.
- Sepuluh film pendek karya kreator lokal diputar di layar lebar melalui kampanye #CapCutFilmNaikLayar.
- Kreator memanfaatkan fitur kecerdasan buatan CapCut untuk mengembangkan ide, visual, hingga penyuntingan film.
Suara.com - Membuat film kini tidak selalu harus dimulai dengan produksi besar. Teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai membuka ruang bagi kreator digital untuk mengembangkan ide, mencoba visual, hingga menyempurnakan cerita sebelum akhirnya dibawa ke layar lebar.
Gambaran itu terlihat dalam AI Content Fest 2026 yang digelar CapCut. Sebanyak 10 karya kreator dari berbagai daerah di Indonesia diputar di layar lebar CGV Grand Indonesia, Jakarta, melalui kampanye #CapCutFilmNaikLayar.
Festival tersebut mengangkat tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”. Cerita yang dibawa para kreator cukup beragam, mulai dari identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, pengalaman personal, hingga harapan tentang Indonesia.
Para kreator memanfaatkan CapCut Video Studio dan sejumlah fitur berbasis AI dalam proses pengembangan ide dan visual hingga penyuntingan film pendek.
AI Buka Ruang Eksperimen
Masuknya AI ke proses kreatif tidak berarti teknologi mengambil alih peran manusia. Justru, teknologi digunakan untuk mempercepat proses ketika kreator ingin mencoba lebih banyak kemungkinan.
Head of Content Operations CapCut Indonesia, Jessica Wowor mengatakan, CapCut ingin memberikan ruang yang lebih besar bagi kreator untuk membawa perspektif mereka ke audiens yang lebih luas.
“Indonesia punya begitu banyak cerita dan talenta kreatif yang layak mendapatkan panggung lebih besar. Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” jelas Jessica dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2026).
Hal tersebut membuat AI tidak hanya ditempatkan sebagai fitur untuk menghasilkan visual. Dalam festival ini, teknologi digunakan sebagai bagian dari proses ketika kreator mengembangkan ide hingga membentuknya menjadi sebuah film pendek.
Kreator Gustav Anandhita melihat AI sebagai alat untuk memperluas ruang eksperimen.
“AI memberi kreator lebih banyak ruang untuk bereksperimen, mulai dari mengembangkan ide, mencoba berbagai pendekatan visual, hingga melakukan iterasi dengan lebih cepat," ujarnya.
Menurut dia, efisiensi ini memungkinkan kita untuk mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan dan membawa sebuah ide lebih jauh, tanpa kehilangan arah kreatif yang ingin kita bangun.
Ketika Kreator Digital Mulai Mendekati Industri Film
Perubahan lainnya terlihat dari kesempatan yang diberikan kepada para finalis. Sepuluh film yang diputar di layar lebar tidak berhenti pada penayangan, tetapi juga mendapat tanggapan langsung dari pelaku industri kreatif seperti Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.
Masukan tersebut mencakup ide, visual, hingga cara cerita disampaikan. Dengan begitu, kreator digital mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan proses evaluasi karya di industri film.
Sutradara Mouly Surya, mengatakan teknologi dapat membantu proses kreatif sejak tahap awal, termasuk mengeksplorasi ide, mencari referensi, dan memvisualisasikan konsep sebelum produksi.
![Head of Content Operations, CapCut Indonesia, Jessica Wowor, di hadapan komunitas kreator dan tamu undangan pada puncak CapCut AI Content Fest 2026. [CapCut]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/17/49988-jessica-wowor-head-of-content-operations-capcut-indonesia.jpg)
“Teknologi bisa membantu kita mengeksplorasi ide lebih awal, mencari referensi, memvisualisasikan sebuah konsep, hingga mencoba berbagai arah kreatif sebelum masuk ke produksi,” kata Mouly.
Menurutnya, ketika sejumlah proses dapat dilakukan dengan lebih efisien, tim punya lebih banyak waktu untuk fokus pada visi besar karya dan keputusan-keputusan kreatif yang menentukan hasil akhirnya.
Artinya, kemampuan AI bukan hanya soal membuat sesuatu menjadi lebih cepat. Bagi kreator, nilai lainnya ada pada kesempatan untuk mencoba lebih banyak ide tanpa harus langsung masuk ke tahap produksi penuh.
AI Tetap Jadi Alat, Bukan Pengganti Kreator
Pandangan serupa disampaikan aktor Lukman Sardi. Menurutnya, teknologi dapat membantu proses persiapan dan eksplorasi karakter sehingga aktor memiliki lebih banyak ruang untuk mendalami interpretasi perannya.
Sementara itu, Gustav menilai efisiensi yang diberikan AI justru dapat memberi kreator lebih banyak kesempatan untuk bereksperimen.
Benang merah dari diskusi tersebut cukup jelas: AI membantu memperluas kemungkinan, tetapi arah kreatif tetap berada di tangan manusia.
Hal itu juga tercermin dari kolaborasi CapCut dengan musisi Raim Laode. CapCut bersama Raim membuat video musik berbasis AI untuk single “Dunia Yang Nanti”, yang ditayangkan perdana dalam AI Content Fest 2026.
Dari Aplikasi Edit Video ke Ruang Eksplorasi
Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana aplikasi penyuntingan video mulai memperluas perannya.
![Logo CapCut. [CapCut]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/09/22/84859-logo-capcut.jpg)
CapCut tidak hanya menawarkan fungsi dasar seperti trimming, transitions, keyframes, filters and effects, atau auto captions.
Platform ini juga membawa fitur berbasis AI untuk membantu pengembangan ide, storyboard, eksplorasi visual, hingga penyempurnaan hasil akhir.
CapCut juga menyebut menerapkan sejumlah langkah transparansi, termasuk invisible watermark dan Content Credentials dari C2PA, untuk mendukung proses kreasi yang lebih bertanggung jawab.
Bagi kreator, perubahan tersebut membuka kemungkinan baru. Ide yang sebelumnya mungkin berhenti sebagai konsep atau konten digital kini punya jalan untuk dikembangkan menjadi karya yang lebih sinematik.
AI Content Fest 2026 pada akhirnya bukan sekadar soal 10 film yang berhasil masuk ke layar lebar.
Festival ini menunjukkan satu perubahan yang lebih besar, yakni jarak antara kreator digital dan produksi film mulai semakin pendek ketika teknologi membuat proses eksplorasi menjadi lebih mudah.