Djohar Arifin Husein: Jangan Liga Super yang Dihukum!

Doddy Rosadi

Senin, 30 Maret 2015 | 06:00 WIB
Djohar Arifin Husein: Jangan Liga Super yang Dihukum!
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husain. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Sampai batas waktu penundaan Indonesia Super League (ISL) 4 April mendatang, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menyatakan ada enam tim yang terkendala masalah administratif untuk syarat ikut ISL.

Akibatnya, ISL terancam kembali ditunda. Sebab enam tim ini tidak diperkenankan ikut dalam ISL.

Keenam tim itu adalah Mitra Kukar, Persela Lamongan, Gresik United, Perseru Serui, Pelita Bandung Raya (PBR), dan Arema Indonesia. Keenam ini bermasalah lantaran ketaatan bayar pajak. Seharusnya ISL sudah mulai kick off 20 Febuari 2015 lalu.

Masalah itu mengundang Komisi Olahraga DPR untuk ikut bicara. Mereka ingin BOPI memberikan keringanan kepada keenam klub itu. Keinginan itu senada dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin. Dia juga minta keringanan itu.

Kata Djohar, dampak penundaan itu terlalu besar. Apa saja? Berikut petikan wawancara suara.com dengan Djohar akhir pekan lalu:

Bagaimana perkembangan terakhir pelaksaan ISL?

Kita berharap Liga tidak berhenti, karena ini akibatnya kerusakan dari penundaan kompetisi ini sangat besar. Klub satu hari saja harus menanggung kerugian yang dahsyat. Karena 1 hari saja berapa yang ditanggung. Makan, minum, dan para pekerja.

Yang lebih parah merusak program kerja pelatih. Ini semua tidak bagus. Jadwal kita untuk timnas yang saya lihat akhir tahun ada event-event resmi FIFA, terkendala. Karena waktu kita tersita untuk menyelesaikan kompetisi yang sehrusnya selesai di bulan 10, jadi tertunda

Sampai berapa kerugian materinya?

Masing-masing klub kan punya tanggungan terhadap tim. Saya belum mencatat, tanya BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) saja. Jadi tidak pernah terbayangkan yah, semua klub yang mengikuti kompetisi liga ini banyak kerugiannya akibat penundaan.

Satu hari mundur, berapa yang mereka keluarkan. Sampai jutaan. Kalau digabung, miliaran. Biaya penginapan, akomodasi. Biasanya mereka itu biaya semusim 10 bulan, ini bisa sampai 12 bulan. Kemudian lagi, masalah kontrak dengan tim. Biasanya sudah mulai, kan dapat uang masuk dari sponsor. Nah ini kan tertunda, mereka kering.

Karena 'pabriknya' nggak jalan. Karena nggak ada produksi kan. Program pelatih yang sudah membuat kegiatan periode, hancur. Dia mulai dari nol lagi. Membuat program pertandingan. Banyak sekali kerusakan.

Sebenernya bisa diselesiakan kalau ada masalah. Jadi kompetisi ini ruhnya pembinaan. Ini kompetisi seperti industri, pabrik. pekerjanya adalah pemain dan orang-orang. pabrik di suruh tutup, tidak ada produksi. Tidak ada produksi, tidak ada duit. Ini terjadii sekarang.

Jadi jangan ini (liganya) ditutup, ininya (klub) aja dihukum. Itu si anu pajaknya nggak beres, pengurusnya. Pabrik jangan ditutup, kan punya uang dari sponsor, dari penonton. Kita ini masih belajar profesional. Karena klub belum mampu bermain. Yang mendekati itu Persib Bandung. Yang lainnya (sumber pembiayaan) masih dari kantong pengurus.

Selain itu organisasi klub kita ini bukan seperti kedinasan, punya pegawai dan bagan-bagan ini itu. Nggak! Banyak relawan, kalau dapat uang jalan, kalau nggak ada uang nggak. Ini lah yang bekerja, uangnya masih uang pengurus. biaya ini itu. Jadi belum profesional benar.

Jadwal ISL ini nggak mundur?

kita berharap tanggal 4 April 2015 ini tetap. Model berpikir lebih Indonesia lah. Itu bisa lengkapi sambil jalan. AFC aja memberi kita waktu 3 tahun. AFC datang ke Papua, Bandung, berhari-hari. Mereka dibantu. Kalau ini kan terlau cepat. Ini yang perlu dikomunikasikan.

Sekarang kan nggak ada alasan untuk tidak dilanjutkan. Kita yakin lah tidak ada penundaan. Karena dampaknya sangat terasa.

Klub mana yang menanggung beban berat akibat ancaman penundaan ini?

Semua klub, cek saja. Bahkan informasinya sudah ada yang beli tiket. Tiket kan murah. Untuk menghemt dua bulan, sebelumnya beli. Beli 30 tiket. Untuk penghematan. Kan rombongan, beli di awal lebih murah. Tapi bagaimana kalau tahunya dibatalin. (Pebriansyah Ariefana/Syaiful Rahman)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Begini Kondisi Jasad Olga Setelah 10 Jam Meninggal

Eks Astronot NASA Klaim Pernah Didatangi Alien Setinggi 2,7 Meter

Ini Penampakan Pabrik Es Balok Air Kalimalang yang Digerebek

Akhirnya Identitas Polantas Ketahuan, Polda Metro Pun Minta Maaf

Setelah 20 Tahun, Binatang Langka Mirip Teddy Bear Muncul Lagi

Ini Dia Guru Matematika Paling Seksi di Muka Bumi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agar Netral, Ketua Jakmania Usul Tempat Kongres PSSI Dipindah

Agar Netral, Ketua Jakmania Usul Tempat Kongres PSSI Dipindah

Bola | Minggu, 29 Maret 2015 | 13:01 WIB

Ketua Jakmania Usul Lokasi Kongres PSSI Dipindah

Ketua Jakmania Usul Lokasi Kongres PSSI Dipindah

Bola | Minggu, 29 Maret 2015 | 11:28 WIB

Soal Penyerahan Persyaratan, Menpora Ingatkan PT Liga

Soal Penyerahan Persyaratan, Menpora Ingatkan PT Liga

Bola | Sabtu, 14 Maret 2015 | 19:28 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×