Anang: Jangan Tanya Saya Mampu atau Tidak Jadi Gubernur

Pebriansyah Ariefana
Anang: Jangan Tanya Saya Mampu atau Tidak Jadi Gubernur
Musisi yang juga anggota DPR RI Anang Hermansyah berkunjung ke kantor redaksi suara.com di Jakarta, Rabu (4/10).

Jabatan sebagai wakil rakyat, sangat berat.

Apakah semua Anggota DPR memanfaatkan media sosial?

Semua orang harus menggunakan sesuatu yang positif. Karena ini efisiensi, mempercepat dan kita mau cepat. Bayangkan saja kalau kita mau bikin film, tidak perlu lagi siapkan alat-alat lagi, tinggal pakai ponsel.

Inilah perkembangan efisiensi, ini harus dimanfaatkan.

Masalahnya, ada juga anggota DPR yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi atau juga berkomentar yang menimbulkan kontroversi di publik…

Setuju. Kembali lagi pada analoginya, kita kalau dikasih pistol, terserah orang itu mau nembak siapa.

Bagaimana kita melawan negatif ini, dengan kita perbesar positifnya.

Soal tahun politik masuk ke Pemilihan Umum Kepala Daerah Jawa Timur, Anda salah satu yang dijagokan, bahkan diklaim masuk 4 besar di survei calon gubernur Jatim. Bagaimana Anda menyikapi ini?

Aku cuma bisa bilang Alhmdulillah, terimakasih pada masyarakat Jatim. Tapi apakah itu refleksi yang bisa aku pegang? Perjalanan 2017 ini masih panjang.

Konstalasi politik ini masih berjalan. Aku perlu ujian dan ikhtiar luar biasa. Aku harus bagaimana? Banyak hal yang harus dipikirkan.

Bagaimana partai Anda menyikapi hasil survei itu?

PAN sama. PAN mempunyai tidak sedikit orang yang hebat, banyak sekali. Anang belum ada rekam jejak membangun Jawa Timur.

Perlu ujian panjang, tapi jangan tanya Anang mampu atau tidak, itu urusan waktu. Pertanyaan yang harus dijawab nanti, aku berterimakasih pada masyarakat Jatim yang sudah mempercayakan.

Tapi butuh perjalann panjang yang tidak mudah.

Jadi, Anda belum siap memimpin Jawa Timur…

Aku bilang, masyarakat yang memiliki aura, memiliki insting, memiliki keinginan kolektif memilih pemimpin. Kadang pubilitas dapat diukur dengan itu. Karena masyarakat sangat majemuk untuk dapat dirangkul. Jadi aku bilang, aku mengalir.

Dari sisi kultur kedaerahan yang kebanyakan agamis, basis massa PAN cukup kuat di Jawa Timur. Apakah sudah ada penjajakan koalisi dengan partai lain?

Sampai saat ini, dalam partai yang akan merencanakan lah. Karena tidak elok juga aku memaksakan diri, aku tidak mau. Tapi partai juga tidak bisa melakukan kuasa jika masyarakat menghendaki.

Jadi aku bilang bahwa, aku ingin mengalir, karena aku tujuannya tidak mau mencederai apapun. Tapi aku ingin berbuat yang luar biasa pada siapa pun. Itu saja.

Karena ini politik. Aku tidak bsa menjelaskan lebih jauh. Tapi hakikihnya politik itu adalah kemasyarakatan.

Nama yang paling dibicarakan di publik dan politisi adalah Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa. Anda sebagai pihak yang ada di dalam zona internal politik, apakah hanya dua orang itu yang dijagokan?

Mas ipul dan Mbak Khofifah ini adalah sejarah di Jatim. Jadi pakem mereka masuk ke lini-lini terdalam di Jawa Timur, sudah dikenal. Tapi, dalam kontes kali ini dengan pertumbuhan masyarakat Jatim, banyak masyarakat yang butuh alternatif baru di dalam wacana masa depan Jawa Timur di masa digitalisasi saat ini.

Dibutuhkan pikiran-pikiran yang terfokus, keluar dari pakem. Tapi tidak keluar dari hukum. Itu yang dibutuhkan. Tidak bisa dibilang juga Mas Ipul dan Mbak khofifah itu kuat, di dalam konspirasi hari ini butuh perjuangan lanjutan.

Ikhtiar masyarakat Jawa Timur, buruh dari orang-orng baru yang masuk. Tapi ini bukan berarti aku mememojok-mojokan diriku. Karena aku punya hal yang cukup signifikan yang harus aku selesaikan di DPR.

Tapi kan kembali lagi dengan masyarakat Jatim, untuk menentukan pemimpin baru, wacana baru, untuk menjadikan Jawa Timur kawasan yang kuat. Ini tidak bisa digerakkan pada alam saja, tidak hanya dengan masyarakat yang banyak saja, tapi bagaimana hal-hal lain dibuka dan ditambah.

Jikalau Anda memang dijagokan untuk jadi gubernur Jawa Timur, apa yang perlu dibenahi dari daerah itu?

Pemerintahan yang lama sudah meletakan hal-hal positif. Pasti hal yang baik akan aku kuatkan dan yang jelek akan dibuang. Tapi penambahan hal-hal baru pasti akan aku lakukan dengan cepat.

Apa usulan kongkret Anda?

Industri kreatif. Bagaimana parawisata Jawa Timur menjadi tulang punggung baru di pendapatan Jawa Timur. Aku rasa bukan hanya infatruktur yang keliatan itu, tetapi bagaimana membangun infrastruktur keramahan masyarakat Jatim mendatang.

Itu bentuk baru, aku tdak mau hanya mengandalkan uang. Tidak segalanya, tidak.

Keramahtamahan adalah kuncinya.

Anda berharap, ada orang baru yang membawa ide dan gagasan segar untuk memimpin Jawa Timur…

Saya mengharapkan, iya.

Karena saya ingin lihat masyarakat Jatim yang kuat. Aku yang sedikit mempelajari, Jatim dengan penduduk yang maju-maju, hari ini kita soal ekspor industri kreatif hanya 20 persen atau nomor 2. Ketinggalan dengan Jawa Barat.

Lebih kongkretnya lagi, apakan PAN sudah mendorong Anda untuk maju?

Diskusi selalu terjadi.

Karena bagaimana pun juga bagian dari masyrakat Jawa Timur yang harus memikirkan, bagaimana caranya untuk mendapatkan pemimpin baru yang dapat membangkitkan Jawa Timur. Aku ikut untuk diskusi.

Seberapa besar dukungan yang Anda dapatkan?

Ya kalau dukungan, saya belum berani bicara. Karena masih cair.

Mungkin sinyalemen dukungan…

Aku bilang. Pak Masfuk (Bupati Lamongan 2000-2010) bagus bangun Kabupaten Lamongan. Itu wow, kalau bukan ilmunya bagus dan nyawanya banyak, nggak bisa.

Anda ingin mengatakan jika Masfuk cocok menjadi pendamping Anda Pilgub Jatim?

Kan dia dari PAN, satu partai.

 

Biografi singkat Anang Hermansyah

Anang Hermansyah lahir di Jember, Jawa Timur, 18 September 1971. Saat ini Anang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Anang duduk di Komisi 10 membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, dan Perpustakaan. Dia menjadi anggota DPR sejak 2 Oktober 2014.

Karier politik Anang masih sangat muda. Dia lama berkarir sebagai penyanyi, musisi, dan produser musik. Anang merupakan lulusan SMA Negeri 4 Surabaya dan sempat mengenyam pendidikan ilmu ekonomi di Universitas Islam Bandung.

(Pebriansyah Ariefana/Suwarjono/Siswanto/Maidian Reviani/Yazir Farouk/Ruben Setiawan/Dendi Afriyan)

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS