SuaraBandung.id - Setiap orang tentunya memiliki keinginan, baik itu keinginan yang besar ataupun keinginan yang sederhana.
Selanjutnya, orang yang memiliki keinginan tersebut mengucapkan doa kepada Allah agar keinginannya tercapai.
Namun, pada saat-saat tertentu mungkin saja Allah belum ataupun tidak mengabulkan doa kita atas suatu keinginan.
Menyikapi doa yang belum dikabulkan tersebut, hendaknya kita tidak perlu pusing dan berpikir terlalu berat. Hal itu sebagaimana disampaikan Gus Baha dalam satu ceramahnya.
Gus Baha pun mengungkapkan keilmuan ulama terdahulu yang menyikapi sesuatu hal dengan ringan.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Al Ghifari yang diunggah pada 14 November 2022, berikut ulasannya.
"Saya itu ingin, keilmuan ulama dulu itu ya kaya Al Hikam, Al Hikam itu tidak ada yang tidak baik, ringan saja," ungkap Gus Baha.
Gus Baha kemudian menjelaskan bahwa apabila Allah sedang mengabulkan doa kita, maka itu berarti Allah sedang memperlihatkan bahwa Allah adalah Dzat yang baik.
"Mata a'thaaka asyhadaka birrahu wa mata mana'aka asyhadaka qahranu. Kalau Allah sedang memberi kamu, anggap saja Allah ingin memperlihatkan kalau Allah itu Dzat yang baik," jelas Gus Baha.
Baca Juga: Mediasi Buntu! Dedi Mulyadi Sebut Ada Sosok Lain di Hati dan Pikiran Anne Ratna Mustika
Tetapi, apabila Allah belum mengabulkan keinginan kita, maka itu berarti Allah menunjukkan Dzat Nya yang tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun.
"Wa mata mana'aka asyhadaka qahrahu. Kalau Allah tidak mengasih keinginan kamu (maka itu) untuk menunjukkan kalau Allah itu Dzat yang tidak bisa diintervensi," kata Gus Baha.
Gus Baha pun mengingatkan agar kita lebih mudah dalam menyikapi terkabulnya doa ataupun tidak terkabulnya doa.
"Wa mata mana'aka asyhadaka qahrahu. Jadi (dibuat) enak saja, pas dikasih Allah, Allah itu Dzat yang baik," pungkas Gus Baha.