SUARA BANDUNG - Mazhab adalah pandangan atau doktrin yang berkaitan dengan ajaran atau prinsip-prinsip keagamaan yang dipegang oleh suatu kelompok atau komunitas dalam sebuah agama.
Mazhab juga dapat merujuk pada salah satu dari beberapa aliran atau cabang yang berbeda dalam agama yang sama. Dalam Islam, misalnya, terdapat beberapa mazhab seperti Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafii, dan Mazhab Hambali.
Setiap mazhab memiliki interpretasi dan pandangan yang berbeda terhadap hukum dan praktek keagamaan. Mazhab memungkinkan umat beragama untuk memilih jalur kepercayaan dan praktek yang sesuai dengan keyakinan mereka.
Dalam unggahan YouTube Tanya UAS (19/2/2023), Ustadz Abdul Somad berpesan “konsistenlah dalam satu mazhab, supaya kita tidak kacau dalam beribadah,”.
Sebab mazhab memberikan pedoman dan panduan dalam beragama, termasuk dalam pelaksanaan ibadah dan menjelaskan hukum-hukum dalam agama.
Bermazhab dapat menjaga kontinuitas tradisi keagamaan dari generasi ke generasi, sehingga memungkinkan pengajaran agama dan adat istiadat terus dilanjutkan.
Seperti halnya di Indonesia, menurut Ustadz Abdul Somad mayoritas muslim di Indonesia bermazhab Syafi’i, berakidah Asy’ari, bertasauf Sunni imamnya Al Gazali.
Namun, penting untuk diingat bahwa bermazhab tidak harus menjadi batasan dalam beragama dan harus tetap terbuka untuk mempelajari sudut pandang dan keyakinan yang berbeda dari yang lainnya.
“Saya dalam menjelaskan memang suka dari beberapa mazhab, tapi dalam mengamalkan saya anjurkan satu mazhab,” tambahnya.
Baca Juga: Bacaan diantara Takbir Sholat Idul Fitri Sesuai Sunah, Lengkap dengan Maknanya!
Hanya saja yang harus diperhatikan, jangan dicampur-campur dan jangan pindah-pindah. “Kalau kita pindah-pindah mazhab, kata ulama fiqih khawatir kita terjerumus kedalam golongan yang ambil enak-enaknya aja,” pungkasnya. (*)
YouTube: Tanya UAS