Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Harga Minyak Dunia Turun Dipicu Peningkatan Stok Minyak AS

admin | Suara.com

Kamis, 06 Maret 2014 | 10:12 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Dipicu Peningkatan Stok Minyak AS
Ilustrasi (FreeDigitalPhotos/Sujin Jetkasettakorn)

Suara.com - Harga minyak dunia turun pada Rabu atau Kamis (6/3/2014) pagi WIB, karena para investor mempertimbangkan kabar peningkatan persediaan minyak AS dan terus mewaspadai krisis di Ukraina.

Harga per barel minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, kontrak berjangka acuan AS, berakhir pada 101,45 dolar AS, turun 1,88 dolar AS dari penutupan Selasa di New York Mercantile Exchange.

Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April merosot 1,54 dolar AS menjadi menetap di 107,76 dolar AS per barel.

Departemen Energi AS (DoE) mengatakan persediaan minyak mentah komersial negara itu naik 1,4 juta barel dalam pekan yang berakhir 28 Februari.

Itu lebih besar daripada konsensus perkiraan para analis naik 1,0 juta barel, menunjukkan permintaan lemah dari yang diharapkan untuk konsumen minyak mentah terbesar dunia tersebut.

"Penumpukan stok 1,4 juta barel mencerminkan dampak gabungan dari impor yang lebih besar dan permintaan yang lebih rendah," kata analis BNP Paribas.

Minyak mentah berjangka juga mundur karena kekhawatiran konflik bersenjata langsung antara Rusia dan Ukraina mendingin, tetapi analis mengatakan kehadiran pasukan yang didukung Rusia di Krimea di negara itu masih memberikan dukungan harga.

"Aliran (pengiriman minyak dan gas) normal yang sedang berlangsung melalui Ukraina dan prospek pemulihan produksi minyak di Libya pada minggu depan mendorong aksi jual di pasar Brent, dengan tekanan penurunan tidak langsung juga pada pasar AS," kata Tim Evans dari Citi Futures.

Pasar minyak telah melonjak pada Senin (3/3) ke tingkat tertinggi tahun ini, ketika krisis Ukraina menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan energi.

Pasar juga terpukul pada Rabu oleh kekhawatiran baru atas pertumbuhan ekonomi di China.

Kongres Rakyat Nasional China memulai pertemuan tahunan pada Rabu, dengan Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan 7,5 pada 2014, dibandingkan dengan pertumbuhan 7,7 persen yang tercatat pada 2013 dan 2012.(Antara/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ukraina  Bergejolak, Harga Minyak Dunia Melambung

Ukraina Bergejolak, Harga Minyak Dunia Melambung

Bisnis | Selasa, 25 Februari 2014 | 12:52 WIB

Terkini

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB