Ketika Jokowi Effect Melawan Janet Yellen Effect

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 02 April 2014 | 18:32 WIB
Ketika Jokowi Effect Melawan Janet Yellen Effect
Joko Widodo. [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Indonesia mempunyai “senjata” yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. “Senjata” itu bukan hanya faktor fundamental tetapi juga sentimen dari pelaku pasar.  Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetiantono mengatakan, “senjata” tersebut pertama kali terjadi pada 14 Maret lalu.

Tanpa menyebutkan nama, Tony mengatakan, ketika itu pasar langsung merespon positif saat salah satu partai politik mengumumkan nama calon Presidennya. Pada tanggal itu, PDI Perjuangan resmi mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai Capres periode 2014-19.

“Saya tidak mau menyebut nama, tapi pada 14 Maret, sore hari sebelum pasar saham tutup, ada parpol yang mengumumkan nama capres. Tidak lama setelah pengumuman itu, indeks saham langsung melonjak, rupiah juga menguat. Itu kan artinya kita punya batu lompatan dalam pertumbuhan ekonomi. Kita punya weapon yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” kata Toni saat menjadi moderator peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia 2013 di Gedung Bank Indonesia, Rabu (2/4/2014).

Berdasarkan catatan suara.com, Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pasca deklarasi Jokowi sebagai capres, Jumat (14/3/2014) melonjak 152 poin atau 3,2 persen ke level 4.878,643. Itu merupakan posisi tertinggi indeks di sepanjang tahun ini.

Sementara itu, rupiah juga menembus level 11.400 terhadap dolar Amerika. Lonjakan IHSG dan Rupiah ini disebut sejumlah kalangan sebagai “Jokowi Effect.”

Toni mengatakan, fenomena tersebut memang tidak berlangsung lama. Hanya lima hari setelah pasar mengalami “euphoria”, tiba-tiba muncul “Janet Yellen Effect.” Janet adalah Gubernur Bank Sentral Amerika. Kata Tony, ketika Janet memberikan keterangan pers pada hari Rabu (19/32014), pasar langsung merespon dan indeks serta rupiah kembali melorot.

“ Ketika itu Janet mengatakan, Bank Sentral akan melanjutkan tapering of sebesar 50 miliar dolar Amerika di kuartal ketiga tahun ini. Selain itu, Bank Sentral juga akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun depan. Janet Yellen Effect ini membuat pelaku pasar mulai memegang dolar sehingga rupiah kembali melemah,” ujarnya.

Tony menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pemilu kemungkinan besar akan tetap tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Apabila tahun lalu ekonomi tumbuh 5,8 persen, Tony optimistis tahun ini perekonomian Indonesia bisa mencapai 5.9 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 270 Ribu Pengguna Internet Ngegosip Soal Jokowi

270 Ribu Pengguna Internet Ngegosip Soal Jokowi

News | Rabu, 02 April 2014 | 18:12 WIB

Sebar Spanduk, Caleg Pemilu 2014 Belum Melek Media Sosial

Sebar Spanduk, Caleg Pemilu 2014 Belum Melek Media Sosial

News | Rabu, 02 April 2014 | 17:27 WIB

Survei Pileg: Golkar Lebih Unggul Dari PDI Perjuangan

Survei Pileg: Golkar Lebih Unggul Dari PDI Perjuangan

News | Rabu, 02 April 2014 | 17:10 WIB

Situs untuk Bantu Kenali Caleg Diluncurkan

Situs untuk Bantu Kenali Caleg Diluncurkan

News | Rabu, 02 April 2014 | 16:40 WIB

9 April, Buruh dan Pekerja Diliburkan

9 April, Buruh dan Pekerja Diliburkan

News | Rabu, 02 April 2014 | 11:23 WIB

2.000 TPS di Jakarta Rawan

2.000 TPS di Jakarta Rawan

News | Selasa, 01 April 2014 | 17:32 WIB

Terkini

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:29 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:21 WIB

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:01 WIB

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:48 WIB

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB