Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dengan Sistem Ini, Karyawan Dijamin Betah dan Emoh Pindah

Ardi Mandiri

Jum'at, 22 Agustus 2014 | 02:20 WIB
 Dengan Sistem Ini, Karyawan Dijamin Betah dan Emoh Pindah
Ilustrasi pekerja (shuttestock)

Suara.com - Perusahaan jasa pengembangan karyawan Benefit One mengklaim layanannya Sistem Poin Insentif (Incentive Points System) dapat mencegah berpindah atau keluarnya karyawan dari perusahaan.

"Melalui sistem ini, kami berupaya membantu perusahaan klien kami agar karyawannya tetap bersemangat dengan penghargaan lewat Incentive Points System. Sistematikanya adalah perusahaan memberi insentif dari poin kinerja yang bisa ditukar dengan aneka barang," kata Direktur PT Benefit One Indonesia Matsukusa di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pengunduran diri karyawan di Tanah Air cukup tinggi. Maka dari itu, pihaknya melihat Indonesia memiliki pangsa untuk digarap.

Incentive Points System merupakan layanan untuk perusahaan yang ingin meningkatkan motivasi para pekerja.

"Melalui sistem ini, perusahaan dapat mengevaluasi pekerjaan secara perorangan yang kemudian dikonversikan dalam bentuk poin. Poin tersebut dapat diakumulasikan dan ditukarkan dengan aneka produk, termasuk perangkat canggih dan tiket liburan. Total ada dua ribu item yang tersedia di layanan kami," katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur Benefit One Norio Shiraishi mengatakan layanan insentif produk dari perusahaannya berbentuk "e-commerce" itu dapat diakses lewat laman yang telah disediakan.

"Maka dari itu, karyawan seperti dalam permainan untuk mengumpulkan poin dari kinerjanya. Poin yang didapatnya bisa ditukar dengan hadiah apapun di situs kami selama poin yang dimilikinya cukup," kata dia.

Menurut Shirashi, perilaku karyawan di Indonesia dan Jepang hampir memiliki karakter yang sama terkait perpindahan atau keluarnya karyawan dari perusahaan.

"Ada kesamaan di Indonesia dan Jepang dalam perilaku karyawan yaitu kemungkinan perpindahan atau keluarnya karyawan. Untuk itu, sistem insentif ini bisa efektif dalam memengaruhi betah tidaknya seorang karyawan di suatu perusahaan. Menurut pengalaman kami, insentif yang sekadar berbentuk uang kurang efektif dalam mencegah 'turn over' karyawan. Justru insentif yang efektif itu dengan aneka produk yang mereka inginkan," ujarnya.

"Di Jepang sendiri kami sudah memiliki 100 perusahaan klien dengan 500 ribu orang pengguna layanan seperti P&G, Lawson, Mc Donald, Haagen-Dazs, Novartis serta Abbott," katanya.

Dia mengatakan Benefit One melirik Indonesia sebagai tempat ekspansi perusahaan asal Jepang tersebut. Terdapat lima negara lainnya yang menjadi tujuan aksi korporasi seperti Tiongkok, Singapura, Thailand, Amerika Serikat dan Taiwan.

Shirashi mengharapakan perusahan-perusahaan di Indonesia menyambut positif layanan tersebut.

"Dalam waktu lima tahun ke depan, kami menargetkan penjualan sebesar 1 miliar Yen dengan 100 klien untuk pasar Indonesia," kata dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perusahaan dengan Kondisi Keuangan Terbaik Dipimpin oleh Perempuan

Perusahaan dengan Kondisi Keuangan Terbaik Dipimpin oleh Perempuan

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2014 | 10:28 WIB

Setengah Perusahaan di Sulut Belum Daftar BPJS

Setengah Perusahaan di Sulut Belum Daftar BPJS

Bisnis | Minggu, 23 Maret 2014 | 14:29 WIB

Terkini

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:34 WIB

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:50 WIB

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:37 WIB

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:32 WIB

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:26 WIB

×