Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Wapres: Ekonomi Indonesia pada 2015 Akan Lebih Baik

Doddy Rosadi

Rabu, 17 Desember 2014 | 13:33 WIB
Wapres: Ekonomi Indonesia pada 2015 Akan Lebih Baik
Wapres Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menko Perekonomian Sofjan Djalil (kanan) dan Menkeu Bambang Brodjonegoro (kiri). (Antara/Widodo S Jusuf)

Suara.com - Pemerintah optimistis kondisi perekonomian nasional pada 2015 akan lebih baik antara lain dengan perbaikan fiskal dan juga peningkatan ekspor nasional.

"Kita optimistis ekonomi Indonesia akan lebih kuat," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam keterangan persnya di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (17/12/2014) usai rapat terbatas bidang ekonomi.

JK menjelaskan secara umum, meski nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat namun bila dibandingkan dengan mata uang Malaysia, Jepang, Australia dan beberapa negara lainnya, rupiah menguat.

"Di lain pihak rupiah menguat dibanding yen, ringgit dan dolar Australia. Sebenarnya ekonomi (kita) lebih kuat (dibanding negara lainnya)," katanya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan menurunnya nilai tukar rupiah dibandingkan dolar Amerika Serikat ini dapat dimanfaatkan dengan mendorong peningkatan ekspor komoditas Indonesia.

"Ini peluang yang baik, dengan rupiah melemah dibanding dolar Amerika Serikat, maka impor kita akan menurun dan ekspor kita naik. Jadi karena itu akan menyebabkan stabilitas ekonomi akan cepat. Defisit akan turun apalagi kebijakan ini juga mendukung kebijakan yang sudah diambil sebelumnya, pengurangan subsidi,” katanya.

Dengan terbentuknya stabilitas kurs nantinya juga akan menyebabkan investasi lebih cepat.

"Investasi di Indonesia akan lebih murah dan investasi lebih memungkinkan bergerak dengan baik dan ini peluang yang baik untuk ekonomi kita tumbuh," kata Wapres.

Kalla juga menegaskan insentif yang didapat kalangan industri bisa dalam berbagai bentuk untuk mendorong peningkatan ekspor.

"Bagaimana mendorong ekspor, insentif yang pertama siapa yang dapat 1 dolar akan mendapat rupiah lebih banyak itu pertama karena dapat revenue (penerimaan-red) yang lebih banyak insentif yang dibicarakan itu insentif untuk melakukan investasi di Indonesia jadi tidak hanya bentuk uang tapi fasilitas yang lebih baik, itu juga insentif," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Sofyan: Pelemahan Mata Uang Bukan Hanya Dialami Indonesia

Menteri Sofyan: Pelemahan Mata Uang Bukan Hanya Dialami Indonesia

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2014 | 12:19 WIB

Terkini

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB