Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

BBG Lebih Murah, Kenapa Masih Pakai BBM?

Doddy Rosadi | Tengku Sufiyanto | Suara.com

Jum'at, 19 Desember 2014 | 13:36 WIB
BBG Lebih Murah, Kenapa Masih Pakai BBM?
Sebuah SPBG di kawasan Ragunan urung beroperasi. (Suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Program yang dicanangkan pemerintah terkait konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) bertahun-tahun tak jalan. Padahal harga BBG lebih murah, tetapi mengapa Indonesia masih bergantung kepada BBM yang diimpor?

Ketua Asosiasi Perusahaan CNG Indonesia (APCNGI), Robbi S. Sukardi mengatakan, hingga saat ini, harga keekonomian BBG jenis CNG adalah Rp 5.500/lsp (liter setara premium).

"Ini tanpa fasilitas subsidi ya. Jadi lebih murah dari bensin premium yang sudah disubsidi," jelas Robbi usai bertemu Menko Perekonomian Sofyan Djalil di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/12/2014).

Robbi mengungkapkan, harga BBG tersebut tanpa biaya penyaluran lewat infrastruktur pipa atau biaya pembangunan SPBG. Jadi pemerintah harus memberikan insentif agar BBG bisa berkembang di Indonesia.

Lanjut Robbi, harga jual BBG ke konsumen bisa dipertahankan murah meskipun infrastruktur BBG di Indonesia belum cukup memadai.

Kepada Sofyan Djalil, Robbi juga menyampaikan, pemerintah perlu melakukan sosialisasi yang kuat kepada masyarakat soal kelebihan penggunaan BBG dengan meyakinkan masyarakat bahwa BBG murah.

Selain itu, lanjut Robbi, harus ada insentif lainnya yang sebenarnya mudah diberikan. Contohnya, insentif pajak kendaraan yang murah, bea masuk kendaraan BBG yang lebih murah karena dianggap kendaraan ramah lingkungan (green car).

"Green car itu definisinya adalah pakai CNG. Jadi harusnya lebih murah, jadi itu insentif yang kita maksud. Jadi kalau dibandingkan premium tetap harusnya lebih untung," katanya.

Pertemuan pengusaha BBG dengan Menko Perekonomian bertujuan untuk merangsang masyarakat menggunakan BBG. Apalagi saat ini Indonesia lebih kaya akan gas dibandingkan minyak.
Dia menambahkan, harga BBG ini masih menggunakan acuan dolar AS, walaupun gas tersebut diproduksi oleh Indonesia. Sehingga gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pasti mempengaruhi harga BBG di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Dunia Sentuh Titik Terendah Sejak 2009

Harga Minyak Dunia Sentuh Titik Terendah Sejak 2009

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2014 | 07:32 WIB

Pertamina Jamin Ketersediaan BBM Subsidi

Pertamina Jamin Ketersediaan BBM Subsidi

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2014 | 03:20 WIB

Pemerintah Kaji Subsidi Tetap untuk BBM

Pemerintah Kaji Subsidi Tetap untuk BBM

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2014 | 14:57 WIB

Pemerintah Perkirakan Subsidi BBM Sesuai APBN

Pemerintah Perkirakan Subsidi BBM Sesuai APBN

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2014 | 04:40 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB