Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Cara Ini Bisa Hentikan Pengiriman PRT ke Luar Negeri

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 16 Februari 2015 | 18:04 WIB
Cara Ini Bisa Hentikan Pengiriman PRT ke Luar Negeri
Kepala BKPM Franky Sibarani. (Antara)

Suara.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menilai peningkatan investasi di sektor industri padat karya bisa menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.

Franky mengatakan penghentian pengiriman TKI yang menjadi pekerja rumah tangga hanya dapat dilakukan jika pemerintah membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

"Meningkatkan investasi industri padat karya adalah salah satu jalan keluar untuk penghentian TKI keluar negeri. Banyak industri padat karya seperti garmen, tekstil dan mainan anak didominasi oleh tenaga kerja wanita," katanya.

BKPM, diakui Franky, terus mengintensifkan pembahasan upaya untuk mendorong investasi industri padat karya.

Menurut dia, pengembangan industri padat karya semakin darurat guna mengatasi tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2014 mencatat dari angkatan kerja sebanyak 121,87 juta orang, sebanyak 78,86 juta orang bekerja penuh, 26,09 juta orang bekerja paruh waktu, 9,68 juta orang masuk kategori setengah penganggur dan 7,24 juta orang penganggur terbuka.

"Terlepas bagaimana definisinya, kita masih menghadapi persoalan pengangguran yang cukup tinggi. Oleh karena itu untuk mendukung target pemerintah Jokowi-JK menciptakan dua juta lapangan kerja per tahun, investasi sektor padat karya harus didorong," katanya.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT), menurut Franky, mampu menyerap 1,5 juta tenaga kerja. Industri alas kaki bisa menyerap 750.000 tenaga kerja. Sementara industri lain yang juga potensial adalah pengolahan ikan di mana setiap satu juta ton bahan baku yang tersedia bisa menyerap hingga 500.000 tenaga kerja. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Ingin Stop Kirim TKI, Agensi PRT Malaysia: Tidak Masalah

Jokowi Ingin Stop Kirim TKI, Agensi PRT Malaysia: Tidak Masalah

News | Senin, 16 Februari 2015 | 13:31 WIB

Indonesia Punya Harga Diri, Jokowi Segera Stop Kirim PRT

Indonesia Punya Harga Diri, Jokowi Segera Stop Kirim PRT

News | Sabtu, 14 Februari 2015 | 04:45 WIB

Komnas HAM: Penganiaya TKW Harus Dihukum Berat

Komnas HAM: Penganiaya TKW Harus Dihukum Berat

News | Kamis, 11 Desember 2014 | 02:30 WIB

Cara Aman Mencari  'Asisten' Rumah Tangga

Cara Aman Mencari 'Asisten' Rumah Tangga

Lifestyle | Rabu, 29 Oktober 2014 | 06:51 WIB

Terkini

Emas Antam Merosot awal Pekan Ini, Harganya Tembus Rp 2.819.000/Gram

Emas Antam Merosot awal Pekan Ini, Harganya Tembus Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 09:00 WIB

Pasar Emas Sedang Konsolidasi? Simak Update Harga Antam dan UBS Hari Ini

Pasar Emas Sedang Konsolidasi? Simak Update Harga Antam dan UBS Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:56 WIB

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:50 WIB

PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2

PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:41 WIB

Target 1,4 Juta Wisatawan, Kawasan Wisata Pesisir Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Target 1,4 Juta Wisatawan, Kawasan Wisata Pesisir Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:36 WIB

Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur

Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:33 WIB

Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok

Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:26 WIB

Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI

Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:06 WIB

Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya

Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:55 WIB

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:41 WIB