Kebijakan Bebas Visa, Ini Pengaruhnya Bagi Pulau Bali

Ruben Setiawan

Kamis, 09 April 2015 | 09:57 WIB
Kebijakan Bebas Visa, Ini Pengaruhnya Bagi Pulau Bali
Melasti Jelang Nyepi

Suara.com - Perpaduan sawah yang berundak-undak, lembah, pesisir pantai, dan gunung merupakan panorama alam yang menambah daya tarik Bali, di samping keunikan seni budaya yang diwarisi masyarakat secara turun-temurun.

Padahal, Bali adalah pulau dengan luas 5.632,86 kilometer persegi atau 0,29 persen dari luas Nusantara. Namun, memiliki kelengkapan unsur, mulai dari empat danau, sungai, gunung, hingga hutan.

Keanekaragaman seni budaya serta kegiatan ritual yang kukuh dalam hidup keseharian masyarakat Pulau Dewata mampu menjadikan wisatawan mancanegara berulang kali menghabiskan liburan ke Pulau Seribu Pura. Wisatawan tampaknya tidak pernah merasa bosan dan jenuh karena selalu akan menemukan suasana baru serta atraksi yang unik dan menarik untuk mereka nikmati.

Hal itu didukung lagi dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang memberlakukan bebas visa bagi 45 negara secara bertahap. "Namun, baru tiga negara, yakni Tiongkok, Korea, dan Jepang, yang berpengaruh signifikan untuk mendatangkan turis ke Bali," tutur pengamat pariwisata Dewa Nyoman Putra.

Turis dari ketiga negara itu yang berliburan ke Bali dalam kurun waktu Januari--Februari 2015 menunjukkan peningkatan signifikan. Bali selama dua bulan menerima kunjungan wisman sebanyak 640.739 orang, atau meningkat 15,44 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 555.052 orang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar menjelaskan bahwa wisatawan Tiongkok mengalami peningkatan yang paling tinggi, yakni mencapai 33,71 persen dari 109.003 orang selama dua bulan pertama 2014 menjadi 145.747 orang di awal tahun 2015.

Wisatawan asal negara Tirai Bambu itu memberikan kontribusi sebesar 22,75 persen dari total turis yang berliburan ke Bali, atau berada pada posisi kedua setelah Australia yang memasok wisman sebanyak 156.395 orang.

Demikian pula, Jepang yang berada di peringkat ketiga--setelah Australia dan Tiongkok--memasok wisman sebanyak 40.544 orang selama dua bulan pertama 2015, meningkat 32,15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 30.680 orang.

Sementara itu, Korea Selatan yang berada di posisi keempat mengalami peningkatan sebesar 17,42 persen dari 24.292 orang selama dua bulan pertama 2014, atau menjadi 28.523 orang pada periode yang sama tahun 2015.

Semua itu berpengaruh signifikan terhadap tingkat hunian hotel yang tersebar di kawasan wisata Pulau Dewata yang kebanyakan diisi turis asal Asia Pasifik, bahkan masyarakat asal negeri matahari terbit bertambah banyak.

Sasar Satu Juta Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyambut baik kebijakan pemerintah memberikan bebas visa kepada sejumlah negara. Daerah tujuan wisata ini menyasar kunjungan satu juta wisatawan Tiongkok pada tahun 2015.

Sasaran itu diharapkan dapat terealisasi mengingat selama tahun 2014 wisatawan Tiongkok yang berlibur ke Bali mencapai 560.000 orang. Wisatawan Tiongkok relatif cukup tinggi peluangnya berlibur ke Bali. Berdasarkan data, negara tersebut berada pada peringkat kedua dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali.

"Dengan bebas visa, kita siap. Akan tetapi, jika ada kekurangan, harus kita perbaiki," ujar Pastika yang baru saja melakukan kunjungan balasan ke dua provinsi di Tiongkok, yakni Yunnan dan Hainan.

Gubernur Pastika mengingatkan beberapa hal yang harus diperbaiki dari kepariwisataan Bali, yakni dari sisi pengelolaan destinasi, pramuwisata, tempat-tempat tujuan, jalan, infrastruktur, sumber daya pariwisata, dan promosi pariwisata.

Untuk itu, para pemangku kepentingan pariwisata dan masyarakat hendaknya bisa melihat ke luar Bali terkait dengan hal-hal apa saja yang sudah dilakukan daerah lain dalam menata kepariwisataannya.

Tidak perlu jauh-jauh, kata dia, Banyuwangi, NTB, dan NTT sudah begitu tumbuh pariwisatanya. Bali jangan menganggap remeh mereka. Bali harus terus mengembangkan pariwisata karena selama ini memang hidup dari sektor tersebut.

"Industri yang paling menguntungkan itu adalah pariwisata karena duitnya jelas. Mereka bawa uang tunai. Orang yang bepergian juga biasanya mengeluarkan uang tidak terlalu banyak perhitungan," kata Gubernur Pastika.

Hubungan Kerja sama Hubungan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia, khususnya Bali, telah terjalin sejak abad XII. Sisa-sisa hubungan akrab itu bisa dijumpai hingga sekarang, antara lain dalam bentuk pementasan kesenian, tempat suci, maupun arsitektur bangunan yang bercirikan khas negeri Tirai Bambu itu.

Bahkan, penggunaan uang Tiongkok (pis bolong) dalam berbagai ritual keagamaan bagi umat Hindu di Pulau Dewata hingga kini masih berlaku. Akulturasi seni budaya negara itu dengan seni budaya Bali terjadi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat yang dapat memperkukuh serta memperkuat kehidupan seni budaya Bali yang diwarisi secara turun-temurun.

Akulturasi seni budaya Tiongkok dengan seni budaya Bali menyangkut berbagai aspek kehidupan. Namun, sulit dibayangkan prosesnya karena sudah terjadi beberapa abad yang silam.

Akulturasi itu, antara lain menyangkut proses berkesenian dan berbudaya masyarakat yang dapat dibuktikan, antara lain dalam tari "Baris Cina" (Tiongkok), "Patra Cina", barong landung, dan penggunaan uang kepeng (pis bolong) perlengkapan berbagai ritual dan adat di Bali.

Peradaban bangsa Tiongkok sebelum masehi lebih tinggi daripada masyarakat Bali sehingga secara hipotesis, masyarakat yang peradabannya lebih rendah akan mengadaptasi ilmu pengetahuan maupun teknologi dari berperadaban lebih tinggi.

Untuk itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan citra pariwisata Pulau Dewata dapat lebih membaik dalam pandangan masyarakat Tiongkok, lebih-lebih telah dibukanya kantor konsulat Negeri Tirai Bambu itu di Pulau Bali.

Hal itu menjadi penekanan karena selama ini ada kasus yang membuat citra pariwisata Bali menjadi jelek di mata rakyat Tiongkok akibat ulah beberapa oknum agen travel di negeri itu yang menjual paket wisata ke Bali dengan harga relatif sangat murah, selanjutnya wisatawan tersebut dijual lagi kepada pelaku pariwisata di lapangan.

Akibat praktik pariwisata yang lazim disebut sebagai "jual-beli kepala" itu, membuat wisatawan Tiongkok yang berwisata ke Bali tidak mendapatkan pelayanan yang baik.

"Saya berharap dengan dibukanya Konjen Tiongkok di Bali, kasus jual-beli kepala bisa kita selesaikan," harap Gubernur Mangku Pastika ketika menerima Konsul Jenderal Tiongkok untuk Denpasar Hu Yin Quan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun

Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:10 WIB

Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila

Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:29 WIB

Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan

Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan

News | Selasa, 08 September 2026 | 16:22 WIB

Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang

Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 13:49 WIB

Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD

Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD

News | Kamis, 03 September 2026 | 20:59 WIB

Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

News | Kamis, 03 September 2026 | 19:25 WIB

Ada Sentuhan Jeruk Bali di Menu yang Disantap Presiden Prabowo Bersama Putin

Ada Sentuhan Jeruk Bali di Menu yang Disantap Presiden Prabowo Bersama Putin

Entertainment | Kamis, 03 September 2026 | 18:05 WIB

Prajurit Hadir di Miss Transgender Dunia Pakai Seragam Dinas, Mabes TNI Bakal Periksa dan Evaluasi

Prajurit Hadir di Miss Transgender Dunia Pakai Seragam Dinas, Mabes TNI Bakal Periksa dan Evaluasi

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:46 WIB

Viral! Ditanya Baik-baik Soal Lapangan Pekerjaan, Gubenur Bali Wayan Koster: Diam Kamu

Viral! Ditanya Baik-baik Soal Lapangan Pekerjaan, Gubenur Bali Wayan Koster: Diam Kamu

Entertainment | Rabu, 02 September 2026 | 14:00 WIB

Gelaran BATIC 2026 Kukuhkan Indonesia Sebagai Hub Kolaborasi Digital Asia Pasifik

Gelaran BATIC 2026 Kukuhkan Indonesia Sebagai Hub Kolaborasi Digital Asia Pasifik

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×